• sumber : youtu.be/8YctH0xDq4E

Adengka Ase Lolo, Sulawesi Selatan – Seni Tradisi Saat Pesta Panen Padi

Adengka Ase Lolo. Panen adalah masa-masa yang paling menggembirakan masyarakat agraris tradisional di Indonesia, terlebih jika yang dimaksud adalah panen padi. Secara kultural, masa memanen padi sering diwarnai dengan festival ataupun perayaan lainnya.

Meskipun pada dasarnya dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur, ritual padi di setiap daerah memiliki keunikan tersendiri. Jika sebelumnya dituliskan Tradisi Seren Taun dan Naik Dango. Kini akan dibahas perihal pesta padi di Sulawesi Selatan, yakni A’dengka Ase Lolo.

Adengka Ase Lolo dalam bahasa Indonesia berarti “Menumbuk Padi Muda“. Sebuah permainan kesenian tradisional berupa penumbukan padi di lesung secara bersama-sama. Pertunjukannya menarik, salah satunya karena alunan irama yang dihasilkan oleh tumbukan alu ke lesung.

Seiring perkembangannya, alunan irama ditata sedemikian rupa agar lebih teratur disertai dengan variasi bunyi dan gerakan. Bahkan diiringi pula oleh tarian, atau yang dalam istilah orang-orang Makassar disebut asse’re yaang artinya menari sambil menumbuk lesung.

Dalam fungsinya, A’dengka Ase Lolo dimaksudkan sebagai upacara syukuran setelah panen. Tradisi permainan ini biasa diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat Makassar di beberapa tempat di Sulawesi Selatan, seperti di Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros.


Bentuk Penyajian Adengka Ase Lolo

Dalam prakteknya, mungkin saja ada beberapa perbedaan di masing-masing tempat dalam melaksanakan Adengka Ase Lolo. Sebagai misal adalah yang diselenggarakan di Dusun Moncongloe Lappara, Desa Moncongloe, Kabupaten Maros.

Di dusun tersebut, ritual budaya ini dilaksanakan di dua tempat, di rumah kepala adat dan dilanjut di makam karaeng. Pemain utama dalam acara ini adalah 6 orang perempuan dan 4 orang laki-laki berpakaian tradisional Baju Bodo.

Para perempuan yang beraksi di bilik baruga, disebut pakkindona. Adapun yang laki-laki akan menari dan menabur bagian ujung lesung, disebut pakkambona. Penumbukan lesung biasanya menggunakan sebatang kayu setinggi badan manusia

Seni Adengka Ase Lolo ini juga melibatkan dua orang pengatur ritme dan tempo irama yang sudah berpengalaman. Mereka menggunakan alat penumbuk berukuran pendek. Adapun lesungnya berisi gabah atau padi ketan hitam/putih yang masih muda.

Sebelum ditumbuk, padi direbus selama 5-10 menit atau hanya direndam di dalam air mendidih selama 30 menit.Selanjutnya, padi disangrai menggunakan wajan dari tanah liat, tanpa menggunakan minyak, memakai api dari hasil pembakaran kayu.

Adengka Ase Lolo merupakan bagian dari serangkaian pesta tahunan untuk merayakan masa panen. Selain kesenian tradisional ini, pesta panen padi di Sulawesi Selatan juga diramaikan oleh permainan tradisional lain, salah satunya adalah Atraksi Adu Betis.

  • 5
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *