• sumber : wikimedia.org

Coban Rondo, Malang – Air Terjun Asri, Legenda Cinta Sang Dewi

posted in: Jawa, Jawa Timur, Wisata | 0

Coban Rondo. Apabila ada yang bertanya “air terjun apa yang paling populer di Malang Raya?” Sudah pasti Air Terjun Coban Rondo adalah jawaban terbaik. Disamping kemolekannya, yang menjadikan wanawisata ini banyak diminati adalah letaknya yang berdekatan dengan pusat Kota Wisata Batu. Jika berminat datang, setelah puas bermanja di Kota Batu, silahkan meluncur ke Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Meskipun secara administratif Coban Rondo masuk wilayah Kabupaten Malang, namun air terjun ini adalah sudut keindahan yang cukup kentara dari alam pegunungan di sekitaran Kota Batu. Terletak di ketinggian 1135 mdpl, Coban Rondo menawarkan keindahan air yang terjun dari ketinggian 84 meter. Apabila dimusim kemarau debit air berkisar 90 liter per detik, dimusim penghujan meningkat hingga 150 liter per detik.

Seperti halnya dengan Coban Glotak, air terjun ini adalah bagian terendah dari beberapa air terjun yang ada di atasnya. Dimulai dari air terjun kembar bernama Coban Manten, turun bergabung menjadi satu di Coban Dudo untuk selanjutnya mengalir ke bawah dan jadilah air terjun ini. Coban Rondo memang cantik dan akan selalu menarik. Namun, tahukah Anda? Dibalik kemolekan desain alamnya, ada legenda cinta yang tragis menyertainya.

Legenda Air Terjun Coban Rondo

Ini adalah kisah cinta nan suci antara Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Selang beberapa hari setelah mengikat janji dalam pernikahan, Dewi Anjarwati berniat mengajak suaminya bertandang ke orang tua mereka di Gunung Anjasmoro. Sayangnya, niat itu ditentang oleh orang tua Dewi sendiri.

Pelarangan itu bukan tanpa alasan. Hal ini terkait dengan tradisi Jawa Kuno yang melarang pengantin baru bepergian sebelum usia pernikahan mencapai selapan (35-36 hari). Apabila dilanggar, secara tradisi orang tua mereka percaya akan mendatangkan kesialan bagi keduanya. Hanya saja, dua sejoli muda itu bersikeras.

Singkat cerita, keduanya pun pergi hingga ditengah perjalanan mereka bertemu dengan pria asing bernama Joko Lelono. Ternyata pria itu terpikat oleh kecantikan Dewi Anjarwati dan menantang duel Raden Baron Kusumo untuk memperebutkan Dewi Anjarwati. Selanjutnya, sang istri tercintanya itu diminta bersembunyi di balik air terjun sembari menunggu sang suami menjemput.

Kedua lelaki itu pun bertarung dan sayang sungguh sayang keduanya tewas dalam pertarungan. Hal ini berarti pula bahwa janji Raden Baron Kusumo menjemput sang istri tak lagi terpenuhi. Akhirnya, tinggallah Dewi Anjarwati seorang diri, menjanda dan kesepian meratapi nasibnya di balik air terjun itu. Janda dalam bahasa Jawa disebut “Rondo”, sementara “Coban” mewakili air terjun.

Aktivitas di Coban Rondo

Dengan semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu, memungkinkan masing-masing obyek wisata berlomba untuk menjadi tujuan utama, ini berlaku juga di Coban Rondo. Saat ini wana wisata ini sangatlah berkembang dengan beragam wahana baru bertemakan alam yang membuat siapa saja tetap sibuk dalam liburan mereka.

Mengagumi pesona air terjun dan bermain disekitarannya adalah wajib bagi kebanyakan orang. Menghayati keeksotikannya sembari berbahagia, sementara tetap waspada jikalau ada spot-spot terbaik untuk mengabadikan keberadaan. Entah sebuah keberuntungan atau kesialan, apabila Anda bertemu atau sekedar melihat kawanan monyet dari kejauhan.

Lebarkan petualangan dengan bersepada menjelajah kawasan hutan atau juga bisa dengan berkuda. Mencoba lebih dekat dengan koleksi satwa atau pergi melihat koleksi tanaman obat dan bunga hias, ada juga kebun organik. Outbond adalah aktivitas populer di obyek wisata ini yang bisa membuat siapa saja tetap berkeringat dalam bahagia.

Belum terpuaskan? Ketika energi wisata cenderung berlebih, lanjutkan ke Taman Labirin Coban Rondo. Ajaklah anggota wisata untuk semakin berkeringat dan habiskan sisa ketakjuban ketika melihat desain taman yang menakjubkan. Capek? beristirahalah, namun tetap dalam penjagaan indahnya alam pegunungan, pergi ke Cafe Daun Coklat dan pastikan Anda menyukai suasananya.

Terlanjur suka dengan obyek wisata ini? Semua bergantung bagaimana cara terbaik Anda dalam menikmati liburan kali ini. Bisa menikmati malam di bumi perkemahan yang tersedia, atau bisa juga menginap dengan memilih satu dari beragam penginapan terdekat. Yang pasti, apapun caranya, Anda tidak bisa lepas dari sejuk dan indahnya alam pegunungan Kota Batu.

Fasilitas di Coban Rondo

Sebagai salah satu obyek wisata populer di Malang Raya, tentu fasilitas menjadi perhatian utama bagi pihak pengelola Coban Rondo. Segala fasilitas yang umumnya tersedia di tempat wisata populer, hampir semuanya ada. Jadi, jangan khawatir. Banyak tersedia warung makanan dan minuman, tidak terkecuali penjual jagung bakar di sekitaran lokasi. Ada juga toko sovenir dan oleh-oleh yang khas.

Banyak juga tersedia toilet di sekitar lokasi, memiliki lahan parkir yang luas (umumnya ditarif Rp 2.000Rp 10.000 bergantung kendaraannya). Selain itu ada juga sarana ibadah (mushola). Mengingat letaknya yang sangat dekat dengan Kota Batu, bagi pengunjung yang ingin bermalam banyak sekali jenis penginapan disekitarnya, harga terendah berkisar Rp 50.000.

Harga Tiket Masuk Coban Rondo : Biaya masuk untuk wisatawan domestik Rp 15.000 (hari biasa) atau Rp 18.000 (hari libur). Untuk wisatawan mancanegara, Rp 25.000 (hari biasa) atau Rp 30.000 (hari libur). Harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu dan belum termasuk beberapa wahana yang menetapkan biaya secara mandiri.

Rute & Maps Coban Rondo

Lokasi Air Terjun Coban Rondo hanya berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Batu dengan akses jalan yang sangat mudah. Apabila dari Malang dan menggunakan angkutan umum, dari Terminal Arjosari, naik angkutan ke Terminal Landungsari, kemudian naik bus jurusan Kediri atau Jombang. Turun di pertigaan Patung Sapi Pujon yang merupakan pintu masuk wanawisata ini dan naik ojek untuk sampai ke lokasi wisata.

Sementara itu, bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, dari Malang pergilah ke Kota Batu dan lanjutkan ke arah Pujon. Ketika sampai di pertigaan Patung Sapi dekat dengan perbatasan Kabupaten Malang dan Kota Batu, belok ke kiri menuju lokasi air terjun. Pertigaan tersebut berada setelah Obyek Wisata Payung, Songgoriti.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *