• sumber : kanalmalang.net

Coban Tundo – Pesona Memikat dari Air Terjun Tiga Tingkat

posted in: Jawa, Jawa Timur, Wisata | 0

Coban Tundo. Demikian halnya dengan pantai, wanawisata air terjun adalah tujuan wisata alam yang cukup populer diminati. Dalam hal ini, Malang Raya tetap tampil sebagai destinasi unggulan dengan menawarkan sejumlah air terjun molek yang tersebar acak menghiasi pesona alamnya. Adalah Coban Tundo yang menjadi salah satunya. Tertarik? Datang saja ke Desa Sidoasri di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Perihal kecantikannya, Coban Tundo adalah hasil dari perpaduan unik dari tiga tingkatan air terjun. Coban berarti air terjun, sementara “tundo” berarti tingkatan. Penamaan tersebut lebih populer di kalangan wisatawan, namun warga setempat lebih suka menyebutnya secara spesifik yakni “Coban Tundo 3” untuk menggambarkan ke tiga tingkatan air terjun ini.

Komposisi alam yang memungkinkan aliran air untuk terjun melalui tiga tingkatan tebing, telah menghadirkan keeksotikan yang khas. Di level yang paling bawah, air tidaklah jatuh, namun merembet melalui tebing batu sehingga lebih mirip dengan talang air bercabang dua. Air pun mengalir untuk selanjutnya menggenang membentuk kolam air dangkal di celah bebatuan.

Level yang kedua menjadi spot utama dan disinilah tempat bagi kebanyakan orang bermanja di bawah air terjun setinggi 15 meter. Lanskap alam yang dihadirkan benar-benar eksotik, memadukan kesan elegan dari tebing yang basah dengan putihnya air yang terjun. Dibawahnya, terciptalah sebuah kolam alami berwarna hijau kebiru-biruan.

Sebagai spot utama, level kedua memiliki area kolam yang cukup luas dengan kedalaman mencapai tujuh meter. Semakin indah dengan keberadaan bongkahan bebatuan beraneka ukuran, sementara warna hijau pepohonan di sisi kanan kirinya turut menyelimuti dan menyempurnakan komposisi kemolekannya.

Level ketiga yang merupakan tingkatan tertinggi dari Coban Tundo, hadir dengan desain alam yang kurang lebih sama dengan level kedua. Airnya terjun dari tebing setinggi 8 meter melalui ceruk bebatuan untuk selanjutnya sampai di kolam alam. Kesan molek semakin kentara melalui keberadaan sebuah pohon beringin yang akar-akarnya membentuk pola unik di bebatuan.

Aktivitas di Coban Tundo

Selain energi, persiapkanlah banyak keceriaan seiring dengan terkurasnya rasa ketakjuban. Masukilah alamnya dengan penuh kesantunan, jelajahi sepenuhnya. Hayatilah bentuk dan tatanan batu-batu sembari secara jujur terpesona oleh tirta yang memutih disaat selimut kehijauan tetap setia menyelimuti.

Adakah aktivitas traveler sejati yang lebih berarti selain berpetualang untuk kemudian mengagumi?. Jangan lupa, masukilah ketenangan dan nikmati harmoni suara alam. Bersiaplah sampai di frekwensi alpha melalui gemericik airnya, semilir anginnya, atau suara burung-burung serta hewan lain yang mungkin ada.

Atau, Pembaca hanya murni ingin berbahagia seperti kebanyakan wisatawan yang datang? Silahkan saja, masuki kolam air yang selalu tersedia bagi siapa saja, hanya saja perlu hati-hati karena pernah ada korban terpeleset dan masuk ke pusaran air. Cerialah bersama setiap yang bersama Anda, nikmati suasananya sembari tetap teliti pada setiap bagian yang mungkin perlu diabadikan.

Fasilitas di Coban Tundo

Meskipun tidak bisa dikatakan memadai, namun fasilitas untuk kebutuhan dasar sudah tersedia, terutama di Coban Tundo 2 yang memang air terjun dengan pemandangan terindah. Disana telah ada penjual makanan dan minuman, serta juga ada penyewaan alat pelampung berupa ban Rp 5.000 untuk pemakaian sepuasnya. Selain itu, ada juga jasa ojek berkisar Rp 30 – 50 ribu (PP air terjun ke area tempat parkir).

Harga Tiket Masuk Coban Tundo : Bagi pengunjung yang datang, perhutani telah menetapkan biaya masuk sebesar Rp 5.000. Untuk biaya parkir berkisar Rp 10.000. Harga tersebut bisa saja berubah sewaktu-waktu bergantung kebijakan pengelola air terjun ini.

Rute & Maps Coban Tundo

Dari Kota Malang, wanawisata air terjun ini berjarak kurang lebih 60 kilometer atau sekitar 2,5 jam perjalanan berkendara. Sebenarnya ada beberapa rute yang bisa ditempuh, namun di sini penulis pilihkan rute tercepat yakni melalui Turen untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Dampit. Ketika sampai di Dampit, ambil arah ke Sukodono hingga sampai di budaran desa tersebut dan perhatikan petunjuk ke Coban Tundo.

Mulai dari sini usahakan untuk sering bertanya, karena banyak percabangan jalan menujuk Desa Sidoasri. Mengingat jalanan lebih cukup ekstrim, sangat disarankan untuk memperhatikan performa kendaraan, jangan menggunakan motor matic. Apabila menggunakan mobil, bisa diparkir di area rumah warga. Selanjutnya adala melalui jalan setapak kurang lebih 2 kilometer sampai ke lokasi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *