Curug Malela, Bandung – Air Terjun Merona, Tanpa Harus Seperti Niagara

Curug Malela. Alam benar-benar memudahkan Bandung, untuk dikunjungi, untuk dikagumi, hingga kemudian dirindukan kembali. Demikian banyak objek wisata alam yang tersebar di Bandung Raya. Tidak terkecuali di Bandung Barat. Selain Sanghyang Heuleut dan Stone Garden yang kental nuansa sejarah, ada Curug Malela yang terlampau indah.

Di beberapa daerah istilah Curug digunakan untuk menyebut air terjun. Jadi, Malela adalah sebuah air terjun. Air terjun Malela terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya terletak di sekitar perbatasan, sebagian orang mungkin akan menyebutnya berada di wilayah Kecamatan Gununghalu.

Sobat pasti tahu Niagara waterfall yang indah itu, Curug Malela sering disebut sebagai Little Niagara. Mungkin karena bentuknya melebar, atau mungkin karena debit airnya yang besar. Meski demikian, biarlah Malela tetap menjadi Malela dan tidak harus seperti Niagara. Biarkan air terjun ini mengusung citarasa keindahannya sendiri.

Air Terjun Curug Malela
sumber : pesona.travel

Aktivitas Wisata di Air Terjun Malela

Curug Malela adalah air terjun yang terbilang pintar menjaga kemolekan alamnya. Diperlukan usaha yang cukup berat untuk mencapainya. Tidak ideal bagi traveler manja. Tentu, itu bukan Anda, sobat! Jadi, mari memulai aktivitas wisata, jauh sebelum sampai di lokasi tujuannya. Nikmatilah semua, setidaknya semenjak perjalanan menuju pos Malela.

Jika sobat membawa sepeda motor, pastikan kondisinya fit dan siap dengan medan yang tidak bersahabat. Jika membawa mobil, harus diparkir di rumah warga di sekitar perkebunan teh Montaya. Bagi yang membawa mobil atau sepeda motor yang tidak ideal untuk medan berat, bisa memanfaatkan ojeg yang ada. Kalau tidak berubah, biayanya Rp 75.000 PP.

Keindahan alam pedesaan senantiasa tersaji di awal perjalanan, sebelum akhirnya harus melalui jalanan naik turun. Kondisi jalan yang buruk itu sebagian berlumpur. Di beberapa titik jalan semakin menyempit, adapun di kanan kirinya adalah jurang. Sekurang-kurangnya 45 menit perjalanan bermotor itu.

Sesampainya di pos Malela, masih dibutuhkan sekitar 1 jam berjalan kaki. Nikmati saja setiap langkah, sementara biarkan perbukitan yang hijau dan sejuknya udara memanjakan sejauh pandangan mata. Jalanan berlumpur tetap mendominasi, pastikan membawa bekal makanan dan minuman karena perjalanan ini benar-benar menguras energi.

Air terjun Malela mulai menyambut, ketika sobat telah merampungkan sekitar setengah perjalanan itu. Di kejauhan, air terjun ini menebar pesonanya. Meski terlihat kecil, warna putihnya tegas membatasi rimbun kehijauan yang membentenginya. Samar-samar terdengar suara gemuruh air yang berpadu dengan suara-suara alam khas perbukitan.

Seiring kedekatan jarak, kesan elegan air terjun ini semakin dipertegas. Oleh gemericik sungai dengan bebatuan basah beraneka bentuk dan ukuran. Kemudian oleh tebingnya yang megah setinggi 60an meter, dengan lebar kurang lebih sama dengan ketinggiannya. Setiap bagian benar-benar saling terkait menyempurnakan kemolekannya.

Selamat datang di Curug Malela yang sudah pasti bukan Niagara. Karena popularitasnya, Niagara sudah tak perawan lagi, sementara Malela membiarkan siapapun berjuang keras untuk bisa menikmatinya. Itu pun jika di musim kemarau, adapun di musim penghujan ia seolah tak mau di dekati. Jadi, berhati-hatilah, debit airnya besar, berbahaya!

Wisata Curug Malela Bandung
sumber : tempatwisatadibandung.info

Fasilitas Air Terjun Malela

Tidak banyak fasilitas di Curug Malela. Di lokasi air terjunnya hanya ada bangunan-bangunan dari kayu sebagai opsi untuk berteduh dan untuk menikmati curug dari sudut-sudut yang berbeda. Untuk konsumsi, ada beberapa warung penjual makanan dan minuman di sekitar pos Malela.

Untuk diketahui, Curug Malela adalah air terjun paling atas dari jajaran 7 air terjun. Secara berturut-turut, 6 air terjun lainnya adalah Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir, dan yang paling bawah adalah Curug Pamengpeuk.

Jika sobat traveler sudah menyiapkan durasi petualangan yang berlebih, bisa juga melebar ke semua air terjun yang lain. Semua air terjun ini cantik dan mengusung kekhasannya alam tersendiri. Hanya saja, Anda perlu bermalam. Untuk akomodasi, bisa saja menginap di rumah warga. Selebihnya, ada juga penginapan di Desa Rongga.

Curug Malela Bandung
sumber : explorewisata.com

Harga Tiket Masuk Curug Malela
Keterangan Harga
Tiket Masuk Rp. 12.000
Parkir Sepeda Motor Rp. 3.000
Parkir Mobil ± Rp. 10.000
Ojek (opsional) ± Rp. 75.000 PP

Lokasi & Rute Curug Malela

Dari pusat kota Bandung, jarak ke air terjun Malela adalah sekitar 75 km dan membutuhkan durasi perjalanan berkendara sekitar 3 jam. Untuk saat ini kondisi jalan sudah lumayan baik sampai ke tempat parkiran. Anda bisa menggunakan rute ke arah Cimahi-Cililin-Sendang Kerta-Bunijaya hingga tiba di sekitar perkebunan teh Montaya.


Curug Malela di Mata Mereka
choky wow
choky wow
17:48 30 Jun 19

Jalan k sana udah bagus nyampe k parkiran, tiket masuk 12 k per motor, biaya parkir 3 k, trs kita masih hrs jln kaki kurang lbih 1 jam perjalanan, tapi semua perjuangan ga sia2 stelah sampe ksana, curugnya keren abis, ga nyesel deh dateng ksini

Andika Noor Muhammad
Andika Noor Muhammad
07:22 12 Jun 19

Dear all yang sudah pernah ke lokasi, Apakah parkiran motor disana cukup aman dan nyaman? kalau saya kesana pakai Honda Vario 125 apakah bisa kesana? terus apa saja barang bawaan yang diperlukan untuk ke lokasi? terima kasih sebelumnya

Saputra Yusuf
Saputra Yusuf
04:19 11 Jun 19

Wonderfull place for waterfall hunter 😍 jarak dari post pertama tempat parkir menuju curugnya -+ 1Km berjalan di jalan yg telah disediakan yang medannya menjorok kebawah ,bagi yang tidak sanggup untuk berjalan kaki jangan risau karna terdapat juga fasilitas ojek untuk menuju curugnya yg harganya

Asep Mubarok
Asep Mubarok
05:32 10 Jun 19

Saya telah merekomendasikan bahawa curug Malela itu banyak misteri nya dan terutama keindahan yang sangat luar biasa takjub nya By kokoro

Astriani Santi
Astriani Santi
13:15 08 Jun 19

tempatnya sulit di jangkau, track susah masih berbahaya karena licin apalagi pas musim hujan, jangan sampe salah pake sepatu. dan lebih baik ke sini nya itu pas lagi musim kemarau agar tidak licin dan air terjunnya pun jernih, tidak seperti ini air berwarna coklat karena habis hujan, lama berjalan d

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *