• sumber : jadiberita.com
  • sumber : c.mi.com

Air Terjun Nglirip, Tuban – Alam Yang Mempesona Berselimut Mitos Cinta

posted in: Jawa, Jawa Timur, Wisata | 0

Air Terjun Nglirip. Wisata alam tetaplah mendominasi sebagai tujuan wisata paling digandrungi. Air terjun adalah satu diantaranya yang dipastikan mampu memicu decak kagum siapa saja. Jawa Timur kaya akan hal itu sehingga ideal jadi destinasi liburan kali ini.

Pesona alam Jawa Timur juga termasuk sederetan air terjun yang keindahannya telah mendunia. Ada Madakaripura Waterfall sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia, ada pula Coban Tumpak Sewu, satu yang paling cantik di Indonesia.

Selain keduanya, masih banyak air terjun lain yang tak kalah indahnya. Jika kedua air terjun diatas berada disekitar kawasan wisata Bromo, artikel ini akan mengajak traveler berpetualang maya ke Air Terjun Nglirip di Tuban, wilayah pantai utara Jawa Timur.

Meski tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 30an meter, Nglirip merupakan air terjun yang menawan melalui kombinasi apik rimbunnya kehijauan, tebing elegan nan megah, serta kolam air berwarna hijau tosca. Eksotika alamnya sedemikian hingga, memicu rasa gembira.

Kegembiraan bersama alam adalah satu ketergantungan yang wajib dimaklumi dan Anda pun menyukainya. Oleh karena itu segeralah ke Tuban, tepatnya ke Dusun Jojogan, Desa Mulyo Agung, Kecamatan Singgahan. Untuk bekal informasi, lanjutkan dulu membaca artikel ini.


Legenda Air Terjun Nglirip

Nglirip Waterfall Tuban
sumber : c.mi.com

Sebagaimana kebanyakan objek wisata alam di Indonesia, air terjun Nglirip menyimpan sejarah seputar kejadian-kejadian yang pernah terjadi di masa lalu. Ada mitos yang berkembang dari generasi ke generasi tentang seorang gadis desa yang bertapa di air terjun ini.

Konon, gadis tersebut merupakan kekasih dari Joko Lelono, putra seorang adipati Tuban (sebelum zaman Majapahit). Sayangnya, hubungan keduanya ditentang keras oleh orang tua Joko Lelono lantaran gadis tersebut hanya seorang gadis desa yang miskin.

Oleh karena cinta yang sedemikian hebat, Joko Lelono kekeh mencintai kekasih hatinya dan memilih meninggalkan rumah tanpa pamit. Singkat cerita, akhirnya Joko Lelono terbunuh oleh sekelompok orang yang sebenarnya merupakan prajurit suruhan ayahnya.

Mengetahui kenyataan bahwa kekasihnya telah tiada, sang gadis akhirnya memilih pergi bertapa di sebuah gua di sekitar Air Terjun Nglirip ini. Hingga saat ini, masyarakat sekitar percaya bahwa putri Nglirip tersebut sesekali menampakkan diri sedang mengambil air.

Berawal dari kisah cinta yang tragis, akhirnya berkembanglah mitos larangan berpacaran di sekitar air terjun ini karena putri Nglirp akan terganggu. Jika ada pasangan kekasih (belum menikah) nekat kesini, diyakini akan putus hubungannya kurang dari 40 hari.


Fasilitas di Air Terjun Nglirip

Air Terjun Nglirip
sumber : jadiberita.com

Air terjun yang airnya berasal dari beberapa sumber air di Hutan Krawak ini belumlah ditunjang oleh aktivitas yang memadai. Tidak ada mushola ataupun kamar mandi. Meskipun begitu, kalau hanya untuk urusan konsumsi, ada beberapa warung penjual makanan dan minuman disekitarnya.

Harga Tiket Masuk Air Terjun Nglirip : Untuk menikmatinya, traveler hanya perlu membayar biaya retribusi sebesar Rp 5.000 saja. Adapun biaya tambahan hanya untuk parkir kendaraan, sebesar Rp 2.000 (sepeda motor), dan Rp 5.000 (mobil).


Rute & Maps Air Terjun Nglirip

Lokasi air terjun Nglirip terletak cukup jauh dari pusat Kota Tuban, yakni sekitar 33 kilometer. Dari Tuban, lakukan perjalanan ke barat daya mengikuti jalur panturan Tuban – Semarang.

Ikuti terus petunjuk jalan yang mengarah ke Kecamatan Montong untuk kemudian mengikuti jalur yang menuju Kecamatan Singgahan. Ketika melewati hutan Krawak, perhatikan petunjuk arah Air Terjun Nglirip yang berada di kiri jalan.

Lokasi air terjun tidak begitu jauh dari jalan raya dengan kondisi jalan sudah beraspal. Selain menggunakan kendaraan pribadi, traveler juga bisa mencapai lokasi menggunakan angkutan umum yang tersedia.

Berkunjung kesini usahakanlah datang saat pergantian musim hujan ke musim kemarau. Saat-saat ketika air terjun ini sedang cantik-cantiknya, sementara dimusim penghujan debit airnya sangat deras dan keruh kolam airnya.

  • 6
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *