• sumber : nusantarakaya.com

Ragam Alat Musik Tradisional Khas Jawa Timur

Durasi baca : 7 menit

Alat Musik Jawa Timur. Berbicara mengenai alat musik tradisional Jawa Timur, sudah pasti kita akan membahas kebudayaan masyarakatnya yang dalam banyak hal masih terikat sejarah dengan Jawa Tengah. Oleh karena itu, sebagian besar kesenian di Jawa Timur masih cukup dipengaruhi oleh kesenian gaya Mataraman (Jawa Tengah), termasuk juga alat musiknya.

Ansambel Gamelan Jawa tetap mendominasi sebagai instrumen pengiring bagi seni tradisi di Jawa Timur. Meskipun begitu, Jawa Timur tetaplah unik, terutama melalui keberadaan masyarakat Osing di Banyuwangi dan masyarakat Madura. Dua suku asli Jawa Timur ini, bisa dikatakan yang paling menonjol mewarnai kesenian khas Jawa Timuran.

Sebagian besar alat musik khas Jawa Timur terlahir dari kebudayaan Suku Osing dan Suku Madura, sementara yang lainnya masih menggunakan perangkat Gamelan Jawa dengan beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan citarasa seni Jawa Timuran. Beberapa alat musik Jawa Timur yang khas, secara singkat bisa dilihat dalam daftar berikut

Daftar Alat Musik Jawa Timur

1. Angklung Reyog

Angklung Reyog - Alat Musik Jawa Timur
sumber : nusantarakaya.com

Secara umum, Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang lebih populer sebagai hasil kreatifitas masyarakat Sunda di Jawa Barat. Meskipun begitu, alat musik multitonal yang terbuat dari bambu ini juga banyak ditemukan di daerah lain dengan ciri khasnya sendiri. Di Jawa Timur, ada beberapa jenis Angklung, salah satunya adalah Angklung Reyog.

Angklung Reyog adalah alat musik Jawa Timur khas Ponorogo yang digunakan untuk mengiringi pertunjukan kesenian Reog Ponorogo. Sebagai ciri khasnya adalah berhias benang merah dan kuning dengan lengkungan bambu yang tertata rapi dan indah. Angklung Reyong termasuk salah satu jenis angklung yang paling populer. Selain tersebar ke seluruh penjuru Nusantara, alat musik ini juga terkenal didunia karena merupakan satu perangkat dengan Reog.

Angklung Reyog merupakan karya seni purba. Bahkan angklung bernada pertama di dunia berasal dari Sambit, Ponorogo. Hingga saat ini, angklung yang berumur 250 tahun itu bisa ditemukan di museum Sri Baduga Bandung. Menariknya, sebelum berdirinya Kerajaan Kediri, pada kisaran abad ke-9 Angklung Reyog adalah senjata yang berfungsi sebagai perisai bagi militer Kerajaan Bantarangin saat menghadapi serangan Kerajaan Lodaya.

2. Terompet Reyog

Terompet Reyog - Alat Musik Tradisional Jawa Timur
sumber : youtube.com

Seperti halnya Angklung Reyog, kesenian Reog Ponorogo juga menghasilkan alat musik daerah Jawa Timur lainnya, yakni Terompet Reyog. Sebuah alat musik tiup khas Ponorogo yang fungsinya juga sebagai pengiring kesenian yang kental dengan hal-hal berbau mistik dan ilmu kebatinan tersebut.

3. Angklung Banyuwangi
Angklung Banyuwangi - Alat Musik Daerah Jawa Timur
sumber : steemit.com

Angklung Banyuwangi merujuk pada seni pertunjukan Banyuwangi yang didalamnya menggunakan alat musik angklung khas Banyuwangi sebagai instrumen utamanya. Dalam hal ini ada empat seni pertunjukan Angklung Banyuwangi, diantaranya sebagai berikut :

  • Angklung Caruk : “caruk” adalah kata dalam bahasa Banyuwangi yang berarti pertemuan. Seni pertunjukan ini menampilkan dua kelompok pemusik yang saling bersaing mempertunjukkan perfora mereka dalam bermain angklung. Dalam perkembangannya, ada juga Angklung Blambangan dengan penambahan instrumen gong dan alat musik Gandrung.
  • Angklung Tetak : “tetak” berarti menjaga di malam hari. Sesuai namanya, angklung jenis ini pada awalnya difungsikan untuk ronda jaga malam di desa Glagah, Banyuwangi. Mulai terkenal pada tahun 1950 dan mengalami penyempurnaan dalam segi irama pada tahun 1974.
  • Angklung Paglak : “paglak” merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut gubuk sederhana di persawahan. Para petani Banyuwangi biasa menjaga sawah di gubuk tersebut sambil memainkan alat musik angklung. Oleh karena itu, alat musik ini dinamakan dengan Angklung Paglak.

4. Kendang Banyuwangi

Kendang Banyuwangi - Alat Musik Jawa Timur
sumber : jatimnow.com

Kendang Banyuwangi merupakan alat musik Jawa Timur khas Kabupaten Banyuwangi. Seperti kendang pada umumnya, Kendang Banyuwangi dimainkan dengan cara ditabuh dengan tangan, tanpa alat bantu. Kendang jenis ini biasa terbuat dari bahan Kayu Glugu Tua atau Kayu Nangka Galih, dipadukan dengan kulit sapi, serta digunakan rotan sebagai tali pengikatnya.

Kendhang Banyuwangi yang umumnya berukuran panjang 53 cm dengan lebar 22 cm ini biasanya digunakan untuk mengiringi kesenian khas Banyuwangi, seperti Tari Jaranan Buto dan Tari Gandrung Banyuwangi.

5. Saronen

Saronen - Alat Musik Tradisional Jawa Timur
sumber : www.auralarchipelago.com

Alat musik Jawa Timur selanjutnya adalah Saronen sebagai alat musik khas yang tumbuh dan berkembang dalam budaya masyarakat Madura. Alat musik tiup ini menghasilkan suara yang dinamis, rancak dan cenderung riang senada dengan karakteristik orang Madura yang tegas, polos dan terbuka. Istilah “saronen” berasal dari bahasa Madura “sennenan” yang berarti hari senin.

Dalam sejarahnya, Saronen terikat erat dengan Terompet (selompret) Reyog dalam kesenian Reog Ponorogo. Dimulai dari kedatangan Arya Penoleh ke Ponorogo untuk mengunjungi kakaknya Batara Kalong yang berkuasa didaerah tersebut. Kedatangan penguasa Sumenep, Madura ini disambut dengan kesenian reog. Dari sini, Gamelan Reog banyak diterapkan di Sumenep, salah satunya adalah selompret reyog yang oleh orang Madura dinamakan Saronen.

Gamelan Reyog dari Ponorogo yang diterapkan di Sumenep kemudian menyesuaikan diri dengan citarasa seni orang Madura, termasuk juga selompret reyog. Sehubungan dengan namanya, alat musik ini pernah digunakan sebagai media dakwah oleh Kyai Khatib Sendang. Setiap hari pasaran yang jatuh dihari senin, beliau berdakwah bersama pengikutnya sambil menghibur pengunjung pasar menggunakan alat musik ini.

6. Ul-Daul (Tong-Tong)
Ul Daul - Alat Musik Jawa Timur
sumber : www.nu.or.id

Tong-Tong adalah kentongan khas Madura yang dahulu difungsikan untuk membangunkan orang sahur saat bulan Ramadhan. Seiring perkembangannya, alat musik ini pun menjadi bagian dari seni pertunjukan musik, yakni Ul-Daul di Madura. Dalam Ul-Daul, tong-tong dikombinasikan dengan beberapa alat musik seperti dung-dung, dug-dug, bung-bung dan sejenisnya, termasuk juga melibatkan beberapa perangkat Gamelan seperti , peking, kenong dan gendang.

7. Rending

Rending - Alat Musik dari Jawa Timur
sumber : budayajawa.id

Satu lagi alat musik Jawa Timur yang berasal dari Madura, yakni Rending. Sebuah alat musik yang sangat sederhana terbuat dari silatan (kulit) bambu berukuran panjang sekitar 12,5 cm. Bagian tengahnya dikerat menjadi belahan memanjang yang halus difungsikan sebagai alat penimbul getaran.

Alat musik ini dimainkan dimulut. Jika pangkal ujungnya ditarik dengan untaian tali yang terikat erat, maka timbullah suara melalui proses rongga mulut sebagai ruang gema atau resonator. Rending merupakan hiburan bagi petani Madura diwaktu senggang saat menunggu padi yang menguning.

8. Kendang Sentul (Jimbe)

Kendang Sentul - Alat Musik Jawa Timur
sumber : kerajinanasliblitar.blogspot.com

Kendang Sentul adalah alat musik kendang khas Blitar, Jawa Timur. Dinamakan Kendang Sentul karena pembuatnya yang pertama berasal dari Desa Sentul. Ada juga yang menyebutnya Kendang Jimbe karena pemesan pertama kendang ini berasal dari Desa Jimbe. Alat musik ini dimainkan dengan cara ditabuh, tidak ada cara khusus untuk menabuhnya sehingga semua orang bisa memainkan asalkan tahu instrumennya.

Kendang Sentul terbuat dari kayu mahoni dan untuk menghasilkan suaranya digunakan kulit sapi. Selebihnya, ada tali pengikat, seperti tali sepatu dan tali alpin. Sentul, sebagai wilayah yang memproduksi alat musik Jawa Timur ini pun semakin populer dan oleh pemerintah Blitar dijadikan daerah tujuan wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *