I Ketut Mario – Sang Pencipta Tari Yang Menjadi Tonggak Seni Kebyar di Bali

I Ketut Mario. Ia adalah I Ketut Marya, seniman besar dalam dunia kesenian tari Bali. Salah satunya, karena “pemberontakan” Marya-lah wajah Seni Tari Bali berbinar memancar hingga saat ini. Asupan tari-tarian klasik semenjak muda telah menstimulasi, terlebih saat nuansa ritmis dan dinamis Gong Kebyar menyentuh sisi estetisnya.

Demikianlah adanya. Dimulai dari munculnya Gamelan Gong Kebyar di akhir 1915 dan menyebar dari utara hingga selatan di era 1960-an. Di masa itulah Igel Trompong dan Igel Jongkok tercipta. Tarian Marya tersebut hidup seiring pergeseran dan perubahan radikal pada kaidah penciptaan dan keindahan gamelan dan tari di Bali.

Tari Kebyar Duduk dikemudian hari menjadi nama populer bagi tarian Marya itu. Pada tahun 1952, ia berinovasi lagi dengan menciptakan Oleg Tambulilingan, tarian romantis tentang cinta kasih sepasang kumbang. Dua tarian inilah yang selanjutnya menjadi tonggak dan pelopor genre seni pertunjukan Bali yang disebut Seni Kebyar.

Sekilas Biografi I Ketut Mario

Salah satu sumber mengatakan bahwa Marya meninggal tahun 1968 di usia 69 tahun. Jadi, perkiraan tahun kelahirannya 1899. Ada juga yang mengatakan ia lahir tahun 1897 di Belaluan, Denpasar dan tumbuh dewasa di Banjar Lebah, Tabanan. Covarrubias dan orang asing lainnya menyebutnya Mario, I Ketut Mario, julukannya “Great Mario“.

Semenjak usia belasan tahun, I Ketut Mario sudah dikenal di sekitar Tabanan sebagai penari Sisya (Calonarang) dan Gandrung (Tarian Banyuwangi yang menyebar ke Bali dan Lombok). Penguasaannya terhadap tarian klasik semakin baik ketika ia beranjak dewasa. Mario pernah mempesona penonton saat membawakan Tarian Jauk dan Topeng.

Kemasyuran namanya beriringan dengan popularitas tariannya yang mendunia. Ia pernah melawat ke Eropa, Kanada dan Amerika pada tahun 1957 dan 1962. I Mario dengan Kebyar Duduk dan Oleg Tambulilingan-nya semakin dicintai, terlebih seiring perkembangan Gong Kebyar yang semakin marak dan banyak tumbuh di setiap desa di Bali.

Oleh karena kecintaan dan kebanggaan masyarakat, nama besar seorang I Ketut Mario telah juga diabadikan sebagai nama gedung kesenian di Kabupaten Tabanan, yakni Gedung Kesenian I Ketut Marya atau Gedung Mario. Dalam upaya pelestarian karya Marya, Di gedung tersebut beberapa kali digelar lomba Tari Kebyar Duduk dan Tari Oleg Tambulilingan.

Referensi:

  1. isi-dps.ac.id/berita…
  2. img : id.wikipedia.org…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *