Pakaian Adat Maluku – 5 Busana Adat Daerah Maluku dan Kelengkapannya

Pakaian, busana atau baju adat merupakan salah satu karya budaya atau hasil cipta, rasa dan karsa suku bangsa di suatu daerah. Busana ini terwariskan turun temurun hingga menjadi identitas kedaerahan. Demikian kiranya dengan pakaian adat Maluku yang mewakili kekhasan busana masyarakat di provinsi Maluku.

Sebagai produk kebudayaan, pakaian adat atau pakaian tradisional juga tidak terlepas dari proses akulturasi dan asimilasi yang mengiringi sejarah masyarakatnya. Dalam hal ini, budaya suku-suku di Kepulauan Maluku banyak mendapat pengaruh budaya Arab dan Eropa (Portugis dan Belanda), termasuk dalam berbusana.

Di bawah ini telah tersaji setidaknya 5 jenis pakaian adat daerah Maluku. Lebih tepatnya provinsi Maluku karena untuk busana adat provinsi Maluku Utara akan disajikan dalam artikel tersendiri. Masing-masing disertai dengan penjelasan singkat, sedangkan untuk contoh busananya telah terangkum dalam gambar di atas.

Ragam Pakaian Adat Provinsi Maluku

Busana Baju Cele Kain Salele

Baju cele termasuk baju adat daerah Maluku yang paling terkenal. Baju motif garis-garis geometris atau kotak-kotak kecil. Meski umumnya berwarna cerah, kebanyakan lebih dominan warna merah. Baju ini padu padan dengan kain salele di pundak dan sarung tenun khas Maluku sebatas lutut berwarna senada.

nona baju cele kaeng atau nona kain selele adalah istilah populer untuk menyebut seorang gadis Maluku yang memakai busana ini. Adapun sebutan untuk seorang wanita yang sudah menikah adalah nyonya kain salele. Penggunaannya ketika menghadiri upacara adat, seperti pelantikan raja, cuci negeri, dan panas pela.

Banuang Putih & Kebaya Dansa

Pakaian adat daerah Maluku selanjutnya bernama baniang putih. Pakaian ini bentuknya mirip kemeja, hanya saja bentuk lehernya bundar dan memiliki kancing berwarna putih. Ini merupakan pakaian untuk laki-laki yang dikenakan di bagian dalam dari pakaian yang menjadi kelengkapan dari kebaya dansa.

Jenis atau bahan kain untuk kebaya dansa umumnya berupa kain polos atau terkadang juga menggunakan kain berjenis kembang kecil. Bentuk kebaya seperti kemeja berleher bundar tanpa kancing. Pakaian tradisional masyarakat Maluku ini biasanya dipakai oleh kaum laki-laki ketika menghadiri pesta rakyat.

Pakaian Kebaya Hitam Gereja

Kebaya hitam gereja merupakan busana adat Maluku yang memadukan kebaya brokat warna hitam berlengan panjang dan sarung berbahan dan berwarna sama. Kelengkapannya mencakup kaos kaki putih, cenela hitam, saputangan berenda atau lenso putih. Juga, sanggul dan tusuk konde yang terbuat dari emas atau perak.

Baca juga: Tari Lenso, Tarian Tradisional Maluku

Kebaya Putih Tangan Panjang

Pada masa lalu, kebaya berbahan brokat warna putih ini adalah pakaian wanita dari keluarga kerajaan, guru, dan pendeta. Pakaian ini memiliki kancing di bagian tangan kebayanya dan kancing peniti emas. Serta, cole (baju dalam) yang memiliki panjang lengan sebatas siku dan terdapat renda pada bagian atasnya.

Cole yang juga berwarna putih memiliki kancing di bagian depan dan bordir sebagai hiasan belakang. Kelengkapan lainnya adalah kaos kaki berwarna putih dan cenela bermotif kembang warna emas. Tidak lupa juga sanggul bentuk bulan di bagian kepala lengkap dengan tusuk konde yang disebut karkupeng.

Pakaian Adat Baju Nona Rok

Baju nona rok merupakan busana tradisional Maluku yang kelengkapannya termasuk kebaya putih tangan panjang, pending atau ikat pinggang perak, kaos kaki putih, dan sepatu pantofel hitam. Kemudian bawahannya adalah rok dengan jahitan model lipit kecil dari kain motif kembang kecil yang berwarna merah atau orange.

Tambahan kelengkapan baju nona rok Maluku lainnya adalah sanggul konde bulan siap pakai. Ada juga tambahan haspel atau tusuk konde dan 4 buah kak kuping emas atau perak menghiasi lingkaran konde. Sisir konde di bagian tengahnya, serta terdapat bunga ron yang juga terpasang melingkari konde tersebut.


Demikian sekilas tentang ragam pakaian atau busana adat daerah Maluku. Meski mungkin penjelasannya kurang lengkap, sekiranya cukup menjadi gambaran awal untuk mengenal busana tradisional di provinsi Maluku. Untuk karya budaya masyarakat Maluku dalam rupa kesenian, baca juga Tarian Khas Daerah Maluku.

Referensi:

  1. abdulromli.it.student.pens.ac.id/Ma…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *