Pakaian Adat Kalimantan Barat – 6 Busana Tradisional Khas Daerah Kalbar

Berbatasan langsung dengan negara bagian Serawak, Malaysia, provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menawarkan keunikan tersendiri melalui ragam kebudayaan masyarakatnya. Sehubungan dengan pakaian adat Kalimantan Barat, masyarakat suku Dayak, Melayu, dan Tionghoa cukup mewakili tradisi berbusana di sana.

Sebagai etnis paling dominan di Kalbar, masyarakat Dayak kental dengan nuansa budaya khas pedalaman. Suku Melayu di Kalbar hadir dengan cipta, rasa, dan karsa mirip dengan budaya di daerah berkebudayaan Melayu lainnya. Sementara itu, keberadaan etnis Tionghoa juga mewarnai kebudayaan di Kalimantan Barat.

Busana atau pakaian adat tradisional merupakan karya budaya, salah satu yang menggambarkan identitas kedaerahan. Dalam artikel ini telah terangkum beberapa pakaian adat daerah Kalimantan Barat, baik dari suku Dayak, Melayu, maupun Tionghoa. Dan, masing-masing busana hanya disertai dengan penjelasan singkat.

Ragam Pakaian Adat Daerah Kalimantan Barat

Pakaian Adat Dayak Kalimantan Barat

Pakaian Adat Dayak di Kalimantan Barat
credit: instagram.com/herryyyyy_

Busana Laki-Laki

Baju adat untuk laki-laki di Kalbar adalah king baba. king berarti pakaian dan baba berarti laki-laki. Karena banyak menempati daerah pedalaman, pakaian adat Dayak umumnya banyak mengandung filosofi alam. Baju king baba pun demikian, berbahan alami sebagai bahan utama maupun aksesoris busana yang menyertainya.

Baju ini berbahan kulit kalu ampuro atau kayu kapuo yang merupakan endemik Kalimantan dengan kandungan serat tinggi. King baba bentuknya mirip rompi tanpa lengan, berhias motif-motif etnik dari pewarna alami. Kelengkapannya mencakup ikat kepala dengan hiasan bulu burung enggang gading serta senjata, mandau.

Busana Perempuan

Sebagai pasangan dari king baba, ada king bibinge untuk menyebut baju adat perempuan Dayak Kalbar. Bahan dan cara pembuatannya pun sama dengan pakaian pria, yakni kulit kayu dipukul-pukul dalam air hingga lentur dengan menyisakan seratnya. Yang membedakannya adalah desain busana adat perempuan lebih sopan.

Baju king bibinge terdiri dari penutup dada, stagen, dan kain bawahan. Serta, tidak lupa berbagai macam pernak-pernik seperti hiasan bulu burung enggang, kalung, gelang, dan manik-manik. Bagi masyarakat Dayak pedalaman, baik king baba maupun king bibinge adalah busana harian untuk melakukan berbagai aktivitas.

Pakaian Adat Melayu Kalimantan Barat

Pakaian Adat Melayu Kalimantan Barat
credit: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Busana Laki-Laki

Pakaian adat dalam budaya Melayu adalah baju kurung, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Namun, sejauh ini ada kecenderungan untuk mengaitkan baju kurung sebagai pakaian kaum perempuan saja. Sedangkan sebutan pakaian laki-laki adalah teluk belanga, meski sebenarnya baju ini termasuk varian dari baju kurung.

telok belanga (logat Melayu Kalimantan Barat) bagi laki-laki terdiri dari baju berleher bulat. Umumnya berbahan satin dan berwarna kuning emas. Atasan tersebut berpadu dengan bawahan celana panjang berbalut sarung yang melilit di pinggang hingga lutut. Selain itu terdapat juga penutup kepala, yakni songkok hitam atau tanjak.

Busana Perempuan

Baju Kurong atau baju kurung untuk perempuan Melayu di Kalimantan Barat terdiri dari baju terusan polos dengan panjang sebatas lutut. Bagian leher atau kerahnya bulat dan memiliki belahan di bagian belakang lengkap dengan resleting. Untuk bawahannya, biasanya berupa sarung atau kain bercorak khas atau rok.

Pakaian Tradisional Khas Suku Tionghoa

Busana Adat Tradisional Tionghoa
credit: unsplash.com

Pakaian Laki-Laki

Di Kalimantan Barat, etnis Tionghoa banyak mendiami wilayah perkotaan seperti di Singkawang dan Pontianak. Busana mereka tetap khas menghadirkan busana tradisional Tionghoa pada umumnya, meski proses asimilasi tetap memberi nuansa yang berbeda. Untuk laki-laki busananya disebut changshan atau baju panjang.

Pakaian Perempuan

Pasangan dari changshan adalah cheongsam untuk perempuan. Meski telah mengalami banyak perkembangan, model khas dari baju ini tetap dipertahankan dan terlihat kental menggambarkan budaya Tionghoa. Awalnya, baju ini menggambarkan kedudukan sosial, namun saat ini sudah banyak dipakai berbagai kalangan.


Demikian sekilas tentang ragam pakaian adat tradisional di Kalimantan Barat. Agar lebih mengenal karya budaya masyarakat Kalbar, baca juga Tarian Daerah Khas Kalbar. Selebihnya untuk pakaian adat daerah lain di Kalimantan Indonesia, baca Pakaian Tradisional Kalimantan Selatan dan Pakaian Tradisional Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *