Pakaian Adat Kalimantan Timur – 10+ Busana Tradisional Suku Kutai-Dayak

Meski provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) banyak didominasi oleh masyarakat pendatang, corak kebudayaan di sana tetap memiliki keunikan tersendiri. Terkhusus melalui keberadaan suku Kutai dan suku Dayak Kenyah. Selain seni tradisi, pakaian adat Kalimantan Timur terwakili oleh pakaian adat kedua suku tersebut.

Suku Kutai, meski termasuk rumpun suku Dayak Ot Danum, warna budayanya lebih mendekati Melayu-Islam. Pakaian adatnya bernuansa Melayu-Jawa. Sedangkan Suku Dayak Kenyah terkenal memiliki seni budaya yang halus dan menarik. Selain ragam hias dan tarian, pakaian adatnya juga khas mewakili Kalimantan Timur.

Dalam artikel ini telah tersaji beberapa busana atau pakaian adat tradisional Kalimantan Timur, baik dari suku Kutai maupun suku Dayak Kenyah. Tidak mencakup semuanya, setidaknya lebih dari 10 busana tradisional yang tercantum dalam daftar di bawah ini. Dan, masing-masing hanya disertai dengan penjelasan singkat.

Ragam Pakaian Adat Kalimantan Timur

Pakaian Adat Kutai Kalimantan Timur

Baju Adat Kustim

Baju Kustim Kutai Kaltim
credit: instagram.com/gubangartcommunity

Baju ini terkenal juga dengan nama Kutai Hitam. Salah satu pakaian kebesaran pengantin Kuta Kartanegara, meski juga bisa digunakan untuk upacara adat lain. Untuk wanita, busana adat ini hadir dengan riasan kepala berupa sanggul tali kuantan. Sanggulnya berhias satu kembang goyang serta lilitan untaian melati.

Pada upacara bepacar, pengantin wanita memakai hiasan kepala berupa mahkota sekar suhun dan bagian mukanya tertutup cadar. Untuk kelengkapan busana pengantin pria, terdapat penutup kepala setorong atau topi berbulu. Selebihnya hanya memakai aksesoris berupa kalung panjang, bros, serta engkalong naga dua.

Baju Anta Kusuma

Baju Anta Kusuma juga termasuk baju kebesaran pengantin Kutai Kertanegara. Dulu, ini adalah baju khusus bagi kalangan bangsawan. Seiring pembakuan baju adat pengantin di Indonesia, saat ini semua kalangan bisa memakai baju ini. Baju Antakusuma digunakan saat acara naik pengantin atau resepsi pernikahan.

Nama lain baju ini adalah Kutai Kuning karena warna dasarnya kuning dengan aksesoris keemasan. Baju ini adalah perlambang kebesaran kerajaan Kutai Kertanegara melalui kombinasi aksesoris dari negara Cina, Arab. Sebagian juga dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bugis, Palembang, dan Kutai sendiri.

Baju Adat Sakai

Baju Adat Sakai Kutai Kaltim
credit: instagram.com/gubangartcommunity

Adat perkawinan dalam budaya Kutai terdiri dari beberapa prosesi, upacara bealis salah satunya. Dalam upacara ini, pengantin wanita memakai baju khusus, yakni Baju Sakai. Baju ini terlihat unik dan anggun melalui kombinasi atasan kebaya lengan panjang dan bawahannya adalah tapih badong khas batik celup Kutai.

Dalam pakaian adat Kalimantan Timur ini, pengantin wanita memakai kalung tiga susun dan sanggul tapak langit berhias kembang goyang tiga cabang. Sanggul juga dililit bunga melati dan memakai tajok mawar. Untuk keseimbangan dalam perkembangannya, kini juga ada model Baju Sakai untuk pengantin laki-laki.

Baju Cina Khas Kutai

Suku Kutai banyak memberi keragaman sehubungan dengan pakaian adat Kalimantan Timur. Selanjutnya ada Baju Cina yang dulunya merupakan pakaian sehari-hari di kalangan rakyat biasa maupun bangsawan. Dalam kegiatan adat, penggunaan baju ini adalah ketika hadir dalam upacara mandi atau ulur naga saat Erau.

Bajunya sederhana, tanpa aksesoris. Lengannya mirip lengan baju orang Cina. Untuk wanita, ada penambahan sanggul dan tajok mawar dan bawahannya adalah ampik caul. Untuk laki-laki, memakai sesapu atau penutup kepala dari sehelai kain. Dan, bawahan celana batik panjang dengan tajong melingkari pinggang.

Takwo & Takwo Setempik

Pakaian Adat Baju Takwo Kalimantan Timur
credit: instagram.com/gubangartcommunity

Pakaian tradisional Kaltim dari adat Kutai juga termasuk Baju Takwo. Dulunya merupakan busana khusus bangsawan atau penari dalam upacara adat. Kini masyarakat umum pun memakainya, termasuk jika ingin menjadikannya busana pengantin. Bentuknya mirip jas tertutup dari bahan katun, linen, atau beludru.

Bagian depan baju ada kain yang disebut jelapah, menutup bagian tengah dada dari bawah leher ke pinggul. Paduannya kain motif parang rusak hingga mata kaki. Untuk laki-laki, kain ini melilit di pinggang menutup sebagian celana panjang. Ada juga Baju Takwo Setempik (setengah) untuk menghadiri upacara bepacar.

Kutai Setengah & Kutai Penuh

Baju Kutai Setengah juga merupakan busana pengantin Kutai Kertanegara. Hanya saja, baju ini berfungsi khusus. Jika kedua mempelai berasal dari kalangan atas atau bangsawan, mereka memakai baju Kutai Penuh. Adapun jika salah satunya berasal dari kalangan rakyat biasa, tata busananya adalah baju Kutai Setengah.

Sebagai pembeda, salah satunya terletak di bagian dada baju antakusuma. Pada busana Kutai Penuh terdapat sulaman tiga pasang burung merak dari benang emas. Sulaman ini tidak ada di Kutai Setengah. Kedua mempelai juga tidak memakai kalung wishnu, dan pengantin pria juga tidak memakai keris pusaka buritbang.

Baju Adat Miskat

Baju Tradisional Miskat Kutai Kaltim
credit: instagram.com/gubangartcommunity

Sama seperti Baju Cina, pakaian adat Kutai ini terlihat mirip atau mendapat pengaruh dari budaya Cina. Desainnya unik dan menarik, serta telah menjadi salah satu simbol dari baju adat laki-laki dan perempuan khas Kutai. Bahkan pada hari tertentu, Bupati Kutai Kertanegara mewajibkan PNS untuk memakai baju ini.

Baju Miskat laki-laki terdiri dari baju lengan panjang dengan kancing miring di sisi kanan. Bawahannya celana panjang dan memakai kopiah di kepala. Baju atasan untuk wanita sama yakni baju lengan panjang, namun dengan desain kancing miring di sisi kiri. Sebagai bawahan, wanita memakai rok kurung panjang.

Pakaian Adat Dayak Kalimantan Timur

Pakaian Adat Dayak Kenyah Kalimantan Timur
credit: instagram.com/gubangartcommunity

Sapei Sapaq dan Ta’a

Pakaian adat Kalimantan Timur dari Dayak Kenyah adalah sapei sapaq untuk laki-laki dan ta’a untuk perempuan. ta’a merupakan busana yang terdiri dari da’a atau ikat kepala dari pandan yang umumnya dipakai orang tua. Atasannya bernama sapei inoq dan yang khas dari pakaian ini adalah ta’a, yakni bawahan berupa rok.

sapei sapaq untuk laki-laki hampir sama coraknya dengan ta’a. Sebagai pembeda, atasan berupa rompi sedangkan untuk bawahan adalah abet kaboq, sejenis cawat berupa celana pendek ketat. Aksesoris tambahan dalam busana adat laki-laki ini biasanya termasuk mandau, senjata khas Dayak yang terselip di pinggang.

Corak baju adat Dayak Kenyah ini beragam. Sebagian bergambar burung enggang, harimau, atau tumbuhan. Umumnya, jika pada busana tersebut ada gambar burung enggang atau harimau berarti pemakainya adalah keturunan bangsawan. Apabila hanya motif tumbuhan saja berarti yang memakainya orang biasa.

Bulang Kuurung

Busana adat khas Dayak ini merupakan busana adat Dayak secara umum dan termasuk busana yang jarang terekspos. Memiliki beberapa jenis, yakni pakaian tanpa lengan, dokot tangan berlengan pendek, dan lengke yang berlengan panjang. Bulang Kuurung merupakan pakaian adat yang sering kali dipakai oleh para dukun.

Bulang Burai King

Seperti Bulang Kuurung, baju ini secara umum mewakili busana Dayak di Kalimantan. Termasuk jenis yang paling terkenal dan khas. Suku Dayak mengenakan pakaian ini saat upacara adat. Ciri-cirinya adalah hiasan manik-manik dan bulu-bulu burung yang tertata sedemikian rupa sehingga terlihat rapi, indah, dan menarik.


Demikian sekilas tentang ragam pakaian adat tradisional Kalimantan Timur khas suku Kutai dan suku Dayak, khususnya Dayak Kenyah. Baca juga produk kebudayaan Kaltim lainnya dalam Tarian Khas Daerah Kalimantan Timur. Untuk pakaian tradisional Kalimantan yang lain, baca Busana Tradisional Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *