Pakaian Adat Sulawesi Selatan – 4+ Contoh Busana Tradisional Khas Sulsel

Sulawesi Selatan (Sulsel) telah mengalami perjalanan sejarah panjang. Bahkan, wilayah ini telah puluhan ribu tahun dihuni manusia. Seiring sejarah itu juga kebudayaan terbentuk hingga menemukan ciri khasnya. Demikian pula dengan pakaian adat Sulawesi Selatan, kreatifitas dari beragam suku yang ada telah mencipta pembeda.

Di antara masyarakatnya yang heterogen, terdapat tiga suku yang sejauh ini demikian terasa memberi warna kebudayaan di provinsi ini, yakni Bugis, Makassar, dan Toraja. Masing-masing suku tersebut memiliki busana adat atau pakaian tradisional tersendiri yang turut mewakili keunikan busana tradisional Sulawesi Selatan.

Artikel ini berisi pakaian adat Sulawesi Selatan khas Bugis, Makassar, dan Toraja. Masing-masing pakaian adat disertai dengan penjelasan singkat. Tentu, daftar ini belumlah mencakup busana suku-suku lain di daerah Sulsel. Namun, sekiranya cukup menjadi gambaran awal untuk kita mengenal tradisi berbusana di sana.

Ragam Pakaian Adat Daerah Sulawesi Selatan

Busana Suku Bugis-Makassar Sulawesi Selatan

Suku Bugis dan Makassar memiliki ikatan sejarah budaya yang kuat. Salah satunya, karena Kerajaan Gowa (Makassar) dan Kerajaan Bone (Bugis) dahulu saling menaklukkan. Meski ada pembeda, kedua suku ini saling mempengaruhi dan akulturasi terjadi di segala aspek kehidupan. Tidak terkecuali dalam tradisi berbusana.

Pakaian Adat Bugis-Makassar Sulawesi Selatan
credit: flickr.com/collin_key, CC BY-NC-ND 2.0

Baju Belah Dada dan Tutu’

Baju Belah Dada (terbelah di bagian dada) adalah pakaian adat Sulawesi Selatan khas laki-laki Bugis-Makassar. Busana ini berlengan panjang dan berkerah. Padu padan dengan celana paroci’ dan lipa’ (sarung). Terdapat juga aksesoris seperti gelang, keris, selempang, hiasan kepala atau sigarak, dan passapu’ atau sapu tangan.

Baju tradisional laki-laki lainnya adalah Baju Tutu’. tutu’ dalam bahasa Bugis berarti tertutup. Jadi, ini adalah jas tertutup. Warnanya bisa hitam atau kuning mengkilap dilengkapi kancing emas. Kelengkapannya meliputi celana paroci’, sarung lipa’, dan sabuk. Juga penutup kepala dengan pinggiran emas bernama songkok recca.

Baju Bodo Bugis Makassar Sulsel
credit: Fery Indrawan, CC BY 2.0

Baju Bodo dan Baju Labbu

Baju Bodo merupakan pakaian adat Sulsel yang memiliki sejarah panjang, bahkan telah ada jauh sebelum masuknya agama Islam pada abad ke-17. Istilah bodo yang menjadi nama baju wanita ini berarti pendek. Nama itu merujuk pada lengan baju yang pendek, hanya setengah bagian siku. Bajunya sendiri berbentuk segi empat.

Baju Bodo unik, termasuk warnanya yang menjadi penanda usia dan status sosial. Jingga untuk usia kurang dari 10 tahun, jingga dan merah untuk 10-14 tahun, dan merah untuk usia 17-25 tahun. Warna yang menandakan status sosial adalah putih untuk pembantu atau dukun, hijau untuk putri bangsawan, dan ungu untuk janda.

Baju Bodo dipadukan dengan bawahan kain atau sarung tradisional yang disebut lipa’. Terdapat juga sejumlah aksesoris tambahan, khususnya sebagai baju dalam upacara adat. Di antaranya adalah sanggul pinang goyang,  anting bangkarak, kalung berantai (geno ma’bule), kalung besar (geno sibatu), dan kalung panjang (rantekote’).

Baju Bodo berlengan pendek, Baju Labbu berlengan panjang. labbu berarti panjang. Lengannya ketat, mulai dari siku ke pergelangan tangan. Bawahnya juga memakai lipa’. Menurut sejarah, baju ini berasal dari perempuan bangsawan Kerajaan Luwu. Tidak ada aksesoris khusus, kadang ada corak bunga pada lengan dan dada.

Busana Adat Suku Toraja Sulawesi Selatan

Lain dengan Bugis-Makassar, suku Toraja yang mewakili masyarakat dataran tinggi di utara Sulsel, hadir dengan corak budaya yang berbeda. Selain berbagai tari-tarian dan rumah adat yang unik, kreatifitas masyarakatnya telah mencipta ragam karya budaya, salah satunya berupa pakaian adat sebagai identitas budaya mereka.

Busana Tradisional Toraja Sulawesi Selatan
credit: veton.picq.fr, CC BY-SA 3.0

Baju Seppa Tallung

Seppa Tallung adalah baju adat Sulawesi Selatan khas laki-laki Toraja. Satu set busana tradisional ini mencakup baju dan celana pendek selutut. Baju ini bermotif tradisional dengan warna merah, kuning, atau putih. Aksesorisnya adalah kalung kandaure, selempang, sabuk, sarung, kain penutup kepala, dan gayang (keris).

Baju Pokko’

Baju Pokko’ adalah busana perempuan Toraja. Lengannya pendek dengan warna mencolok, kuning, hijau, merah, putih, atau hitam. Busana ini menarik dengan ragam aksesoris manik-manik. Di antaranya hiasan bahu, kalung, gelang, anting-anting, ikat kepala, dan ikat pinggang. kandaure, motif khas Toraja turut mewarnainya.


Demikian sekilas tentang keragaman pakaian adat di daerah Sulawesi Selatan. Produk kebudayaan masyarakat di Sulsel sangatlah banyak. Jika berminat, Anda juga bisa membaca Tarian Daerah Khas Sulsel. Atau, untuk melihat pakaian adat di daerah lain yang telah terpublish di blog ini, lihat Pakaian Adat Daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *