Pakaian Adat Sulawesi Tengah – 5+ Nama Baju Tradisional Daerah Sulteng

Selain sebagai provinsi terluas di Pulau Sulawesi, Sulawesi Tengah (Sulteng) merupakan rumah bagi banyak suku bangsa. Itupun belum termasuk etnis pendatang dari berbagai daerah. Sehingga, sehubungan dengan busana atau pakaian adat Sulawesi Tengah, masing-masing suku memiliki tradisi berbusana yang berbeda.

Di antara banyaknya suku yang ada, Suku Kaili adalah yang paling dominan, baik dalam jumlah maupun dalam mewakili corak budaya Sulawesi Tengah. Selain itu, ada juga suku Pamona, Banggai, Saluan, Buol, Mori, Bungku, dan suku Balantak. Dengan adat istiadat yang berbeda, tentunya baju adat mereka pun berbeda.

Artikel ini selanjutnya berisi daftar pakaian adat daerah Sulawesi Tengah, baik pakaian adat khas suku Kaili maupun busana suku-suku lain di sana. Tidak lengkap dan tentu belum mencakup semuanya. Namun, sekiranya cukup bisa menjadi gambaran awal untuk kita mengenal busana adat tradisional di Sulawesi Tengah.

Ragam Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Suku Kaili Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Sulawesi Tengah
credit: Gulsam, CC BY-SA 4.0, edited

Baju Nggembe

Baju Nggembe merupakan baju tradisional Sulteng khas perempuan suku Kaili. Ini adalah baju untuk acara khusus atau upacara adat atau juga sebagai busana pada pagelaran tari tradisional. Baju inilah yang sering kali mewakili Sulawesi Tengah dalam berbagai even nasional dalam konteks pagelaran baju adat tradisional.

Dalam bentuknya, Baju Nggembe memiliki kerah bulat dengan lengan tidak terlalu panjang. Bajunya longgar dan memiliki panjang sampai pinggang. Warna baju menyesuaikan warna dasar yang umumnya berwarna kuning atau merah. Terkadang juga terdapat kombinasi warna hitam pada bagian leher, sehingga terlihat mencolok.

Baju ini padu padan dengan buya’ sabe kumbaja, yakni bawahan berupa sarung tenun Donggala. Aksesoris pelengkap meliputi sampo dada (penutup dada), anting dali taroe, kalung gemo, gelang ponto date, pende atau pending (ikat pinggang dari emas atau perak). Aksesoris tersebut umumnya dikenakan sebagai kostum tari.

Baju Koje

Baju Koje adalah pakaian adat laki-laki dari suku Kaili sebagai pasangan dari Baju Nggembe. Keduanya merupakan ikon pakaian adat tradisional Sulawesi Tengah. Nama lain dari Baju Koje adalah baju ceki. Baju ini berbentuk seperti kemeja berlengan panjang dan memiliki kerah agak tegak dengan ukuran pas di leher.

Sama seperti Baju Nggembe, warna Baju Koje umumnya merah, kuning, hitam, atau ada juga yang putih. Bagian bawahnya celana puruka pajana yang panjangnya sebatas lutut. Celana ini tidak selalu berpasangan dengan Baju Koje, terkadang pria Kaili bertelanjang dada dan hanya memakai sarung untuk menutupi badan.

Ketika acara adat, penggunaan baju melibatkan sejumlah aksesoris tambahan. Di antaranya adalah memakai sarung yang melingkar di pinggang, senjata tradisional berupa keris, kampuh berisi pinang dan sirih. Serta penutup kepala khas Kaili yang dinamakan siga. Warna siga juga menunjukkan status sosial pemakainya

Busana Tradisional Suku Pamona Sulteng

Pakaian Adat Pamona Sulteng
credit: instagram.com/evarositadewi595

Masyarakat Pamona atau To Pamona atau Suku Bare’e menempati hampir seluruh wilayah Kabupaten Poso, sehingga mereka sering juga disebut suku Poso. Busana adat mereka khas dan memiliki klasifikasi tersendiri. Baju untuk wanita muda berlengan pendek sedangkan para wanita tua memakai baju lengan panjang.

Demikian juga dengan baju atasan untuk para pria, ada yang berlengan panjang dan pendek. Untuk bawahan, wanita memakai sarung panjang dengan belahan tanpa jahitan, kecuali pada sisi kain yang bertemu. Sementara itu, kaum pria memakai celana pendek ketat sebatas paha yang kemudian ditutupi dengan celana panjang.

Selain itu ada juga ikat kepala. Untuk pria memakai siga dengan ujung menyembul ke depan dan belakang, sera terlipat pada bagian kanan dan kiri. Ikat kepala wanita namanya tali bonto. Ikat kepala ini memiliki diameter 30 hingga 40 sentimeter dengan ikatan di bagian belakang, sementara ujungnya terjurai lepas.

Bagian dada baju wanita ada motif bulatan kecil dan daun. Ujung lengan bermotif bambu, dan pinggangnya berhias motif pinang dan simpul. Ornamen baju pria ada di kerah berupa lingkaran batu permata, bagian dada motif lingkaran kecil dan bintang. Motif lain seperti bulatan, bunga, parang, dan pinang menghiasi ujung lengan.

Pakaian Adat Suku Mori Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Suku Mori Sulteng
credit: instagram.com/dahliasadaga

Baju adat Sulteng lainnya adalah Lambu dari Suku Mori. Wanitanya memakai blus lengan panjang merah menyala. Bawahannya hawu, rok panjang motif rantai kuning. Juga, memakai tusuk konde (longsonggilo), konde (pewutu busoki), kalung (enu-enu), pending (pebo’o), cincin (sinsi), anting (tole), dan mahkota (pasapu).

Baju kaum pria dari suku Mori sama dengan Lambu wanita. Memakai blus warna merah dengan hiasan motif rantai warna kuning. Yang membedakan adalah bawahannya. Pria memakai bawahan berupa celana panjang berwarna merah atau salura. Sebagai pelengkap, biasanya pria juga memakai aksesoris di kepala.

Baju Adat Suku Saluan Sulawesi Tengah

Masyarakat asli Saluan sebagian besar menempati daerah pegunungan, karena itu disebut juga orang Loinang atau orang gunung. Mereka memiliki baju tradisional, baik untuk pria maupun wanita. nu’boune dan mahantan adalah busana untuk para wanita, sementara nu’moane dan koja adalah nama busana para pria.

nu’boune berupa blus biasa berwarna kuning dengan motif bintang. Bagian bawahnya berupa rok mahantan yang panjang hingga mata kaki. Untuk kelengkapan busana ini, beragam aksesoris menyertainya. Di antaranya termasuk kalong atau kalung, salandoeng atau selendang, sunting atau anting-anting, dan potto atau gelang.

Selanjutnya, kaum pria mengenakan perpaduan nu’moane dan koja. Setelan ini berupa kemeja biasa yang padu padan dengan celana panjang berwarna gelap. Pakaian adat laki-laki Soluan terbilang sederhana. Adapun untuk kelengkapan busananya, mereka memakai sarung atau lipa dan penutup kepala atau sungkup nu’ubak.

Busana Adat Masyarakat Toli Toli Sulteng

Baju Adat Tradisional Toli Toli Sulteng
credit: instagram.com/yulianadwihumairrah

Masyarakat di Kabupaten Toli Toli memiliki busana tradisional yang terbuat dari kulit kayu ivo (sejenis beringin) dan kulit kayu nunu (beringin). Kulit kayu ivo sebagai bahan membuat pakaian yang halus dan berkualitas bagus. Sementara itu, kulit kayu nunu atau beringin biasanya menjadi bahan dasar untuk pakaian sehari-hari.

Wanita memakai badu atau blus lengan pendek dengan aksen lipatan kecil berhias manik-manik dan pita emas. Juga, memakai celana berhias pita emas. Baju atasan memiliki ban pinggang warna kuning. Kelengkapan lain berupa sarung selutut dan selendang di bahu. Ada pula kalung, anting, dan gelang manik-manik.

Kaum pria memakai blus berlengan panjang berleher tegak dan berhias pita emas serta manik-manik kuning. Bagian bawahnya memakai puyuka atau celana panjang dengan kain sarung sebatas lutut. Dan, memakai penutup kepala. Saat upacara adat terdapat tambahan berupa anyaman daun enau dan hiasan dari kulit kayu.


Demikian sekilas tentang pakaian adat daerah Sulawesi Tengah. Untuk lebih dekat mengenal karya kebudayaan masyarakat di Sulteng, baca juga Tarian Khas Daerah Sulteng. Ragam busana tradisional di Sulawesi lainnya, baca Pakaian Tradisional Sulawesi Selatan atau lihat Daftar Pakaian Tradisional Daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *