Tarian Daerah Riau dan Kepulauan Riau – 10 Tari Yang Wajib Anda Ketahui

Tarian Daerah Riau & Kepulauan Riau (Kepri). Suku Melayu Riau merupakan salah satu dari ragam Rumpun Melayu di Indonesia. Kebudayaan Melayu Riau sangat tua setua sejarah keberadaan mereka. Selanjutnya, Islam yang datang sekira abad ke-11 demikian kental mewarnai kebudayaan mereka.

Produk budaya Melayu Riau berupa kesenian sangatlah beragam. Selain teater, musik, dan sastra, mereka juga kaya akan tari-tarian. Oleh karena Riau merupakan daerah lalu lintas perdagangan, akulturasi tak terhindarkan. Riau pun menjadi ladang perhimpunan berbagai potensi kesenian.

Seperti halnya kesenian lainnya, corak tarian Riau saling mengisi dan mempengaruhi dengan tari-tarian negara Melayu lain, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Demikian juga dengan daerah-daerah berkebudayaan Melayu, seperti di Sumatera Utara, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Dalam artikel ini telah tersaji sebagian contoh Tarian Daerah Riau. Setidaknya ada 10 nama tarian tradisional Riau yang telah lengkap dengan gambar dan penjelasan singkatnya. Jika tertarik dengan khasanah tarian Rumpun Melayu, Pembaca juga bisa membaca Daftar Tarian dari Jambi.

Daftar Tarian Daerah Riau & Kepulauan Riau

Tari Zapin

Zapin Penyengat - Tarian Daerah Riau
sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tari Zapin merupakan khasanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh Arab. Asal-usul tarian ini terkait erat dengan penyebaran Islam di pesisir Nusantara pada abad ke-13 dan 14. Selanjutnya, tarian ini pun tersebar ke berbagai daerah meski sebagian memiliki nama yang sedikit berbeda.

Sebagai salah satu wilayah yang didominasi oleh Suku Melayu, Riau dan Kepulauan Riau pun khas dengan tarian Zapin. Banyak sekali jenis Zapin tersebar di Riau yang masing-masing telah disesuaikan dengan citarasa budaya masyarakatnya. Salah satu yang sangat khas adalah Zapin Penyengat.

Meski demikian, secara prinsip seluruh gerak tarian ini tetaplah sama yang lebih menonjolkan gerak dan langkah kaki. Sebelum artikel Tarian Daerah Riau ini, penulis juga telah memposting perihal Tarian Zapin Melayu. Klik tautan tersebut untuk melihat detail sejarah, penyajian, busana dll.

Tari Persembahan

Tari Persembahan - Tarian Khas Riau
sumber : www.indonesiakaya.com

Tari Persembahan atau juga Tari Makan Sirih merupakan tari tradisional Riau yang berfungsi sebagai tari penyambutan. Tarian untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung ke daerah Riau. Tari ini merupakan sebuah pembakuan tari sebagai hasil musyawarah pada tahun 1957 di Pekanbaru.

Penyajian tari ini sangatlah sederhana dengan gerakan lebih bertumpu pada tangan dan kaki. Beberapa gerak tari ini, seperti gerak selembayung, gerak dari balam dua sekawan, serta gerak lenggang melayu. Iringan tarinya adalah perpaduan alat musik marwas, biola, gendang, gambus, dan akordion.

Umumnya penari Tari Makan Sirih berjumlah ganjil, semuanya perempuan yang mana salah satunya membawa tepak berisi sirih. Kotak sirih nantinya akan dibuka dan diberikan pada tamu. Kesempatan pertama biasanya diberikan kepada tamu yang paling dihormati, kemudian baru tamu-tamu lainnya.

Tari Malemang

Tari Malemang - Tarian Tradisional Riau
sumber : backpackerjakarta.com

Tari Malemang merupakan tarian tradisional Riau oleh masyarakat Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Tari berasal dari Tanjungpisau Negeri Bentan Penaga, kecamatan Bintan. Bermula pada kisaran abad ke-12 dan dulunya hanya merupakan tarian istana Kerajaan Melayu Bentan di Bukit Batu, Bintan.

Seiring runtuhnya kerajaan tersebut, tarian ini pun menjadi pertunjukan hiburan rakyat. Saat ini, Tari Malemang sering tampil dalam berbagai acara, termasuk festival. Di dalam pertunjukannya, para penari berusaha mempertunjukkan kecakapannya mengambil sesuatu (sapu tangan, uang receh, dll).

Mereka melakukannya dengan cara melemang (berdiri, membongkokkan badan ke arah belakang). Dari kecakapan inilah kemudian istilah malemang atau melemang menjadi nama tarian ini. Di daerah kelahirannya, yakni di Tanjungpisau, tari ini lebih terkenal dengan nama Tari Melemang Bintan Penaga.

Dramatari Mak Yong

Makyong - Tarian dari Riau
sumber : @sjie.li

Selain Zapin, kesenian Melayu yang tersebar luas adalah teater tradisional Mak Yong yang biasanya hadir dalam bentuk dramatari. Selain di Medan dan Riau, khususnya di Kepulauan Riau, kesenian Melayu ini juga bisa Anda temukan di negara yang banyak terdapat suku Melayu, seperti Malaysia dan Thailand.

Mak Yong di Riau cukup unik karena menggunakan topeng untuk mewakili sebagian karakter. Kesenian ini pernah menjadi adat istiadat raja yang memerintah serta berfungsi untuk merawat orang sakit. Namun untuk saat ini, praktik seperti itu sudah tidak ada lagi, termasuk yang ada di Indonesia.

Dalam pertunjukannya, kelompok penari dan pemusik menggabungkan berbagai unsur, termasuk upacara keagamaan, sandiwara, tari, musik, serta naskah yang sederhana. Uniknya, dua tokoh utamanya (pria dan wanita) semua pemerannya adalah wanita. Musik pengiring adalah rebab, gendang, dan tetawak.

Tari Tandak

Tari Tandak Riau
sumber : resizeandsave.online

Tari Tandak atau juga terkenal dengan nama Tari Danding merupakan salah satu tarian khas Riau. Sebuah tarian tradisional pergaulan yang di dalamnya memuat tari dan nyanyian. Nyanyian tersebut dalam bentuk pantun oleh sekolompok pria dan wanita yang menjawab atau sebaliknya.

Pada dasarnya Tandak merupakan bentuk kesenian dari kebudayaan Minangkabau yang mengandung unsur beladiri. Biasa tampil pada malam hari, para penarinya membentuk formasi lingkaran dan saling berpegangan pundak. Mereka berjalan sambil mengangkat dan menghentakkan kaki.

Selain sebagai hiburan, tarian ini juga sering kali menjadi ajang pencarian jodoh. Dalam hal ini, para pemuda dan pemudi yang menarikannya berasal dari kampung yang berlainan. Di sini mereka bertemu dan berkesempatan untuk saling mengenal satu sama lain hingga terjalin hubungan.

Tarian Gamelan

Tari Gamelan Riau
sumber : tariandaerahriau.blogspot.com

Tarian Gamelan merupakan tarian yang populer pada abad ke-17 pada masa kesultanan Riau-Lingga. Pertama kali terpublikasikan di Pahang tahun 1811 pada pernikahan Tengku Hussain, putra Sultan Abdul Rahman yang memerintah Lingga, dengan Wan Esah, adik perempuan Bendahara Ali dari Pahang.

Tari Manggar

Tari Manggar
sumber : budaya-indonesia.org

Tarian Riau selanjutnya adalah Tari Manggar yang berasal dari Pekan baru, ibukota sekaligus kota terbesar di Provinsi Riau. Tarian ini menceritakan tentang sejarah masa lalu Pekanbaru, tentang bandar Senapelan yang menjadi cikal bakal lahirnya Kota Pekanbaru.

Tari Boria

Tari Boria
sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Selama ini kesenian Boria lebih dikenal berasal dari Penang, Malaysia. Namun, bukan berarti di Kepulauan Riau kesenian tersebut tak pernah ada. Bahkan, Boria termasuk salah satu kesenian yang hampir punah dan kini hanya tersisa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Untuk pertama kalinya, kesenian Boria muncul dan telah ada di Pulau Penyengat sejak abad ke-18. Dalam prakteknya, tarian Boria biasa tampil untuk memeriahkan acara penyambutan tamu besar. Tarian ini menceritakan kolonel Belanda yang sedang bekerja dan selesai bekerja ingin segera bermain.

Tari Inai

Tari Inai
sumber : kesenianjambi.wordpress.com

Meski juga terkenal sebagai Tarian Jambi, Tari Inai juga merupakan tarian daerah Riau. Bahkan, dulunya tarian ini lebih banyak terdapat di daerah-daerah di Provinsi Kepulauan Riau. Inai merupakan jenis tari tradisional yang bersifat sakral yang menjadi bagian dari upacara pengantin Melayu.

Tarian Inai di masing-masing daerah Melayu sangatlah unik, baik ragam, gerak, hingga perlengkapan tarinya. Sebagian ada yang dibawakan secara berpasangan, sebagian yang lainnya ada yang dibawakan secara tunggal. Umumnya penari adalah laki-laki dan gerakannya bersumber dari gerakan silat.

Dalam pelaksanaannya, sehubungan dengan upacara adat pengantin, tari ini biasa dibawakan malam hari selepas Isya. Tarian ini menjadi bagian penting dalam acara memberi tanda kepada pengantin. Pada tahun 2017 yang lalu, Tari Inai diusulkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) nasional.

Tari Rentak Bulian

Tari Rentak Bulian
sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tari Rentak Bulian merupakan tarian dari Riau yang berfungsi sebagai ritual pengobatan. Tarian ini merupakan busaya Melayu khas Indragiri Hulu. Rentak berarti merentak atau melangkah, sementara Bulian adalah tempat singgah bagi makhluk bunian (makhluk halus).

Rentak Bulian kental dengan unsur magis dan memiliki beberapa persyaratan yang harus terpenuhi. Penarinya 8 orang, 7 gadis suci (bersih dari haid), serta 1 orang pemuda gagah perkasa, sudah baligh dan hapal benar gerak dan laku tari. Setiap penari tak ada yang berdekatan atau bertalian darah.

Sebelum menari, penari diasapi dengan gaharu. Alat musik pengiringnya harus di keramati Mayang pinang muda serta perapian tak boleh di mantera. Ritual ini dilakukan sebelum pertunjukan tari. Apabila tidak dilakukan, masyarakat meyakini akan mendapat hal-hal yang tak di inginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *