• sumber : youtu.be/19_goPpb9W4

10 Tarian Tradisional Bali – Tarian Daerah Bali Yang Sakral, Mistis & Estetis

Tarian Tradisional Bali. Dalam budaya Bali, seni tari tidak hanya berfungsi hiburan, tetapi lebih dari itu, tarian juga erat kaitannya dengan ritual keagamaan. Dari keragaman fungsi tersebut, tari Bali dibedakan menjadi 3, yakni Tari Wali, Tari Bebali, dan Balih-balihan.

Tari Wali bersifat sakral sebagai bagian dari upacara keagamaan, Tari Bebali juga merupakan tari upacara namun hanya sebagai pengiring. Sementara-itu, Tari Balih-balihan merujuk pada tarian yang sifatnya sekuler dan difungsikan murni sebagai hiburan.

Tari Daerah Bali sangatlah banyak macamnya, baik tari tradisional maupun tari kreasi baru. Namun dalam artikel ini, hanya akan dimuat ragam tarian tradisional Bali. Tidak mencakup semuanya, hanya beberapa tari-tarian yang populer mewakili tarian khas Bali.


Ragam Tarian Tradisional Bali


1. Tari Barong

Tari Barong Bali
sumber : deviantart.net

Barong adalah tarian tradisional Bali yang dimainkan oleh satu atau dua orang menggunakan kostum dan bertopeng hewan berkaki empat. Dalam perkembangannya, juga diwujudkan dengan binatang berkaki dua. Salah satu tarian sakral bagian dari ritual keagamaan.

Tarian ini menggambarkan pertarungan antara Kebajikan dan Kebatilan. Kebajikan diwujudkan oleh Barong sedangkan untuk kebatilan diperankan oleh Rangda. Di Bali, Tarian Barong sangat banyak macamnya dan yang paling umum adalah Barong Ket.

Beragam pendapat mewarnai sejarah tari ini, salah satunya mengatakan bahwa Barong adalah metamorphosis dari Reog Ponorogo yang dibawa oleh Raja Airlangga. Secara mitologis tari ini ditujukan untuk mengusir penyakit dari roh jahat (leak) yang mengganggu manusia.

Baca juga : Sejarah, Fungsi dan Jenis Tarian Barong Bali


2. Tari Kecak

Tari Kecak Bali
sumber : infokebali.com

Tari Kecak atau dikenal juga sebagai tari api adalah nama tarian Bali yang lebih berupa sendratari. Menariknya, tarian ini hanya diiringi oleh suara vokal pemain “cak cak ke cak cak ke” sehingga tarian ini pun disebut dengan Tari Kecak.

Kesenian ini menyajikan lakon pewayangan seperti Rama Shinta dan merupakan seni pertunjukan massal yang hanya berfungsi hiburan. Jika ada unsur sakral, biasanya hanya semacam kerauhan atau masolah yakni kekebalan dari bara api.

Kecak berasal dari kebudayaan pra-Hindu sebagai bagian dari ritual Sang Hyang. Pada tahun 1930-an, Wayan Limbak bersama Walter Spies menciptakan tari Kecak berdasarkan tradisi SangHyang disertai bagian-bagian dari kisah Ramayana.

Baca juga : Sekilas Sejarah dan Penyajian Drama Tari Kecak Bali


3. Tari Pendet
Tari Pendet Bali
sumber : www.desonline.org

Salah satu tarian tradisional Bali yang sangat populer adalah Tari Pendet. Pada awalnya tari ini ditarikan di Pura sebagai tari pemujaan, lambang penyambutan turunnya dewata ke alam dunia. Seiring perkembangan, tarian ini difungsikan untuk menyambut tamu.

Adalah I Wayang Rindi yang menggubah tarian ini pada tahun 1950, sedangkan perubahan gerak dan fungsi terjadi pada tahun 1961. Melalui I Wayan Beratha, tari ini juga difungsikan sebagai tari penyambutan tamu dengan ditambahkannya jumlah penari menjadi 5 orang.

Tidak seperti Tarian Daerah Bali lainnya, tarian Pendet tidak memerlukan latihan intensif dan dapat ditarikan semua orang, baik pria, wanita, dewasa maupun anak-anak. Tari ini pernah disajikan secara massal saat pembukaan Asian Games pada tahun 1962.

Baca juga : Sejarah, Fungsi dan Bentuk Penyajian Tari Pendet Bali


4. Tari Legong

Sejarah Tari Legong Bali
sumber : 1001indonesia.net

Tari Legong merupakan tarian klasik yang lahir dalam lingkungan Keraton Bali. Tarian inilah yang dikatakan sebagai inspirasi munculnya tari-tari kreasi baru di Bali. Legong sendiri banyak dipengaruhi oleh Gambuh, dramatari klasik Bali yang paling kaya gerak-gerak tari.

Dalam penyajiannya, ada banyak cerita dalam tarian ini. Namun yang paling populer adalah cerita Lasem yang mengisahkan kasih tak sampai Prabu Lasem kepada Putri Rankesari. Diawali penampilan penari Candong (Emban) yang kemudian di ikuti oleh dua penari Legong.

Banyak mitos yang mewarnai kesejarahan tari tradisional Bali yang muncul pada kisaran abad ke-19 ini. Dulunya Legong ditarikan dengan menggunakan Topeng. Sementara itu, ada yang menyebutkan bahwa Tarian Legong tanpa topeng merupakan evolusi dari Tari Gandrung.

Baca juga : Lebih dekat dengan Tari Legong – Penyajian dan Sejarah Legong Bali


5. Tari Rejang
Tari Rejang Dewa
sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tari Rejang telah menjadi bagian dari upacara keagamaan di Bali sejak zaman pra-Hindu. Tari ini difungsikan sebagai persembahan suci menyambut kedatangan dan menghibur para Dewa yang turun dari kahyangan. Biasa disajikan dalam pelaksanaan upacara Dewa Yadnya.

Tari ini dibawakan oleh para penari putri secara massal. Identik dengan gerakan tari yang sederhana dan lemah lembut namun progresif dan lincah. Mereka menari dengan sangat khidmat, penuh pengabdian kepada Dewa-Dewi Hindu dan penuh penjiwaan.

Tarian Rejang terbagi menjadi berbagai jenis berdasarkan status sosialnya, cara menarikannya, serta tema dan perlengkapan tariannya. Sebagai pengiring umumnya adalah gong kebyar, namun ada beberapa yang memakai gamelan lain seperti selonding atau gambang.

Baca juga : Sejarah, Penyajian, serta Jenis-jenis Tari Rejang Bali


6. Tari Baris

Tari Baris Bali
sumber : index-information.blogspot.com

Tari Baris merupakan tarian tradisional Bali yang identik dengan kaum lelaki. Tercipta untuk menggambarkan ketangguhan seorang prajurit bali yang hendak pergi berperang, gambaran kejantanan pahlawan Bali dan menunjukkan kemantapan kepemimpinannya.

Tari Baris dikatakan sebagai jenis tarian khas Bali yang pertama kali diajarkan kepada setiap anak laki-laki sebelum mereka beranjak dewasa. Seperti halnya tarian tradisional lain, pada awalnya, tarian ini difungsikan sebagai sarana ritual keagamaan.

Tari baris yang berkaitan dengan ritual keagamaan disebut Tari Baris Upacara yang dibawakan secara kelompok oleh 8-40 orang. Ada juga Tari Baris Tunggal yang murni sebagai hiburan rakyat, gerakannya lebih energik dengan busana yang lebih berwarna.

Baca juga : Sejarah, Penyajian Gerak dan Busana Tari Baris Bali


7. Tari Sanghyang
Tari Sanghyang Dedari Bali
sumber : www.aktual.com

Tari Sanghyang juga merupakan tarian tradisional Bali kuno peninggalan dari kebudayaan pra-Hindu di Bali. Tari ini banyak ditemukan dalam lingkup masyarakat pegunungan bagian utara dan timur Bali. Sanghyang adalah tarian sakral untuk menolak bala.

Pada sasih kelima dan keenam, diyakini Ratu Gede Mecaling akan datang menyebarkan penyakit. Untuk memohom perlindungan diadakanlah upacara “Nangiang Sanghyang”. Adapun tarian Sanghyang merupakan jalan komunikasi spiritual masyarakat dengan alam gaib.

Tari ini biasa diawali upacara menggunakan dupa atau kemenyan, nyanyian, serta doa-doa. Apabila permohonan dikabulkan, penari menjadi kerawuhan karena kemasukan Hyang yang turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia. Penarinya bisa satu atau lebih.

Baca juga : Bentuk Penyajian dan Jenis-jenis Tarian Sanghyang Bali


8. Tari Topeng Telek

Tari Telek Bali
sumber : worldartswest.org

Topeng Telek adalah tarian sakral warisan leluhur yang pantang tidak dipentaskan demi “meminang” keselamatan dunia. Jika tidak dipentaskan sama dengan mengundang beragam jenis marabahaya. Melalui keyakinan itu, Telek tetap lestari hingga saat ini.

Bahkan demi menjaga seni warisan leluhur ini, seluruh pakem pementasan Tari Telek tetap dipertahankan. Tari dipentaskan secara teratur oleh banjar-banjar di Bumi Serombotan, Klungkung, seperti Banjar Adat Pancoran Gelgel dan Desa Adat Jumpai.

Tari Telek dibawakan oleh empat penari pria, namun terkadang ada juga ditarikan oleh perempuan. Keempat penari menarikannya dengan menggunakan topeng berwarna putih berkarakter wajah tampan nan lembut dengan diiringi Tabuh Bebarongan.

Baca juga : Sejarah dan Pementasan Tari Topeng Telek Bali


9. Drama Tari Gambuh

Drama Tari Gambuh Bali
sumber : bali1928.net

Gambuh adalah dramaturgi kebesaran zaman kejayaan keraton Bali yang menjadi kesenian paling tinggi mutunya. Dramatari klasik Bali yang paling kaya gerak tari. Sering disebut sebagai sumber segala jenis Tari klasik Bali atau sebagai mata air seni pertunjukan Bali.

Di lihat pada bentuknya, Gambuh adalah seni pentas yang didominasi oleh unsur seni tari. Meskipun begitu, Gambuh juga diperkaya oleh unsur seni tabuh, sastra, dialog, rupa dan seni rias. Semua unsur berpadu menciptakan komposisi seni yang harmonis, sarat keindahan.

Kesenian ini dimainkan 25-40 penari laki-laki dan perempuan. Lakonnya adalah cerita Panji (Malat) yang berasal dari Jawa Timur. Dalam sejarahnya, Gambuh memang terkait erat dengan runtuhnya Majapahit pada abad XV, dimana seluruh khasanah kesusastraan Jawa diboyong ke Bali.

Baca jugaPengertian, Sejarah dan Pementasan Drama Tari Gambuh Bali


10. Drama Tari Topeng
Drama Tari Topeng Bali
sumber : news.bbmessaging.com

Dalam kebudayaan Bali, topeng atau kedok banyak terlibat dalam keseniannya. Kendati demikian yang lazim disebut atau yang paling mewakili seni topeng adalah Drama Tari Topeng. Kesenian ini terbagi tiga, yakni Topeng Pajegan, Topeng Panca dan Topeng Prembon.

Topeng Pajegan ditarikan oleh seorang penari yang menarikan banyak topeng. Topeng Panca dimainkan oleh lima orang dan bersifat non ritual. Adapun Topeng Prembon merupakan penggabungan dari berbagai elemen seni Bali termasuk Arja, Gambuh, Topeng dan Bebarongan.

Baca juga : Drama Tari Topeng Bali – Antara Topeng Pajegan, Panca dan Prembon

  • 2
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *