Tarian Bengkulu – Berikut 6 Nama Tarian Daerah Bengkulu Untuk Diketahui

Tarian Bengkulu. Kebudayaan masyarakat di provinsi yang terletak di barat daya Pulau Sumatera ini dikenal, salah satunya karena Kain Besurek. Jenis batik Indonesia khas Bengkulu yang bermotif kaligrafi Arab. Ada juga Tabot, festival budaya Asyura yang digelar setiap tahunnya.

Kebudayaan Bengkulu hadir dengan kekhasan tersendiri, terutama karena dipengaruhi oleh suku-suku berbeda yang mendiaminya. Ada masyarakat Suku Rejang, Suku Serawai, dan Suku Lembak yang masing-masing mengusung kebudayaan dengan ciri khasnya sendiri.

Selain produk budaya yang telah disebutkan di atas, masyarakat Bengkulu juga memiliki ragam tari-tarian. Sebagian ada yang berfungsi tari penyambutan, ada yang murni untuk hiburan, serta ada juga yang bersifat sakral sebagai bagian dari upacara adat.

Artikel ini memuat beberapa tarian Bengkulu. Sebenarnya, tarian daerah Bengkulu sangat banyak jumlahnya. Namun karena minimnya informasi, di sini hanya disajikan sebagian di antaranya. Setidaknya telah ada 6 tarian khas Bengkulu yang telah disertai penjelasan singkatnya.


Daftar 6 Tarian Bengkulu


1. Tari Kejei
Tari Kejei Bengkulu
sumber : youtube.com

Kejei merupakan salah satu tarian adat Bengkulu. Keberadaannya melekat pada Upacara Kejei, upacara perkawinan di Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Sebuah kesenian tradisi yang disajikan oleh para penari berpasangan putra dan putri. Umumnya berjumlah ganjil dan diharuskan dari suku berbeda.

Sebagai bagian dari rangkaian upacara adat perkawinan, tari ini tidak hanya dibawakan oleh penarinya saja, melainkan juga melibatkan mempelai pria dan wanitanya. Hal ini dimaksudkan sebagai pertanda pelepasan masa lajang kedua mempelai.

Selain sebagai hiburan dan tari pergaulan, Kejei juga merupakan tarian sakral yang mengandung nilai mistik. Ada beberapa aturan yang mengikat, termasuk para penari perempuannya harus masih perawan dan dalam keadaan suci. Jumlah ganjil diyakini akan digenapi oleh arwah nenek moyang.

Baca juga : Tarian Kejei (Sejarah, Penyajian, Pengiring & Busana)


2. Tari Sekapur Sirih

Tari Persembahan Bengkulu
sumber : ratihcahyandari.blogspot.com

Tarian daerah Bengkulu selanjutnya adalah Tari Persembahan atau Tari Sekapur Sirih. Tari kebanggaan masyarakat yang digunakan untuk menyambut tamu ini dikatakan terinspirasi oleh Tari Kejei. Selain untuk menyambut tamu kehormatan, tarian ini juga sering disajikan pada acara pernikahan.

Tari ini dibawakan oleh lima penari atau lebih. Lemah gemulai gerakan mereka harmoni dengan iringan musik dari perpaduan gong, kulintang, redap dan suling. Mereka menari dalam balutan busana adat Bengkulu lengkap dengan atribut penghias kepala dan kaki.

Satu di antara penarinya membawa lengguai sebagai tanda penyambutan kepada tamu. Di masa lalu, tari ini disajikan sebagai persembahan kepada raja atau pangeran. Saat ini digunakan untuk menyambut tamu secara umum. Dalam acara pernikahan, tari ini digunakan untuk menyambut sang mempelai.


3. Tari Andun

Tari Andun Bengkulu
sumber : sahabatnesia.com

Tari Andun adalah Tarian khas Bengkulu yang awalnya difungsikan sebagai sarana mencari jodoh. Dulu tarian ini digelar ketika masyarakat telah selesai panen padi. Seiring perkembangan, tari ini kemudian lebih difungsikan untuk menyambut tamu, atau digelar pada acara-acara penting, seperti perkawinan.

Tarian Andun biasa ditarikan oleh pemuda laki-laki (Bujang) dan perempuan (Gadis) berpasang-pasangan, tidak jarang juga hanya ditarikan oleh perempuan terutama yang belum menikah. Komposisi tersebut sangat terkait dengan sejarah Andun yang pada awalnya memang digunakan sebagai sarana mencari jodoh di musim panen padi.


4. Tari Lanan Balek

Tari Lanan Balek
sumber : pedomanbengkulu.com

Tarian tradisional Bengkulu lainnya bernama Lanan Belek. Tari ini terinspirasi oleh cerita takyat Bengkulu. Cerita tentang seorang bidadari yang terpaksa tinggal di bumi karena selendangnya hilang dicuri seorang pemuda. Sekilas mirip dengan cerita tentang Jaka Tarub.

Dalam pertunjukannya, Tari Lanan Belek mencoba menggambarkan kisah di atas yang pada akhirnya sang bidadari berhasil menemukan selendangnya untuk kemudian terbang lagi ke kahyangan. Penari Lanan Belek menggunakan pakaian adat khas Bengkulu berbahan beludru.


5. Sendratari Putri Gading Cempaka

Tari Putri Gading Cempaka
sumber : djofrontoneinnbengkulu.com

Selain Lanan Belek, tarian Bengkulu yang juga terinspirasi dari cerita rakyat adalah Sendratari Putri Gading Cempaka. Ini adalah kisah putri tercantik dari Bengkulu Utara. Selain dituturkan dari mulut ke mulut, kisahnya tetap lestari dalam bentuk teks dan dirupakan dalam bentuk sendratari.

Hingga saat ini, Sendratari Putri Gading Cempaka masih sering dipertunjukkan pada acara-acara kebudayaan di Bengkulu. Kisah Gading Cempaka adalah kisah cinta. Banyak yang ingin menikahinya namun gagal. Singkat cerita, seorang pengelana dari Kerajaan Pagaruyung yang berhasil menikahinya.

tari Putri Gading Cempaka dibawakan secara berkelompok atau drama tari. Penarinya terdiri dari perempuan dan laki-laki menggunakan pakaian adat Bengkulu. Salah satu penari perempuan berperan sebagai sang putri. Karena berbentuk sendratari, jumlah penarinya atau pemerannya sangat banyak.


6. Tari Ganau

Tari yang terakhir dalam Daftar 6 Tarian Bengkulu adalah Tari Ganau. Sulit sekali mencari sumber referensi yang akurat mengenai tarian ini. Berbagai sumber yang ada menyebutkan tari ini dibawakan oleh sekelompok penari, laki-laki dan wanita. Penyajian tarinya diiringi musik yang didominasi mandolin, rebab, dan kendang, serta lagu dalam irama Melayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *