Tarian Kalimantan Utara – Berikut 6 Nama Tarian Daerah Kalimantan Utara

Tarian Kalimantan Utara. Kondisi geografis yang luas dan terbagi-bagi menjadi ribuan pulau, turut menjadi dasar munculnya ragam budaya di Indonesia. Selain menawarkan keunikan adat tradisi, suku-suku di Indonesia juga kreatif dengan citarasa estetis yang tinggi. Beragam jenis kesenian pun tercipta mengiringi sejarah kebudayaan mereka.

Masyarakat Indonesia suka menari, sejak dulu, sebagai sarana ritual agama atau hanya sekedar ungkapan rasa keindahan. Sama halnya di provinsi lain di Indonesia, di Kalimantan Utara (Kaltara) juga ada sejumlah tari-tarian. Suku Bulungan, Suku Tidung dan beberapa sub-etnis Dayak seperti Lun Dayeh cukup mewakili kekhasan Tarian Kalimantan Utara.

Untuk melengkapi ragam Tarian Daerah di Indonesia, artikel ini akan menyajikan beberapa tarian daerah Kalimantan Utara. Sebelumnya juga telah ditulis Tari Kalimantan Selatan, Tari Kalimantan Timur, Tari Kalimantan Barat dan Tari Kalimantan Tengah. Oleh karena sedikitnya informasi, hanya ada 6 tarian dari Kalimantan Utara dalam artikel ini.


Tarian Kalimantan Utara


Tari Mangunatip (Lalatip)

Tari Magunatip - Tarian Tradisional Kalimantan Utara
sumber: warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Tari Magunatip atau disebut juga Tari Lalatip adalah Tarian Kalimantan Utara dari Suku Dayak Tahol. Lalati berarti menjepit, ini merupakan tarian ketangkasan kaki, melompat dan menghindari rintangan. Di masa lalu, tarian ini difungsikan untuk melatih ketrampilan berperang pemuda pemudi Tahol.

Dalam prakteknya, Tari Tradisional Kalimantan Utara ini sangat mendebarkan. Ketika menari, para penarinya bisa saja terjepit kakinya oleh batang kayu, apalagi mereka membawakannya dalam kondisi kedua matanya ditutup. Suara kayu berpadu dengan iringan musik tradisional Dayak Tahol berupa gong dan kendang.

Para pemainnya terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama memegang dua bilah kayu sepanjang 2-3 meter, mereka berjongkok berhadap-hadapan terbagi menjadi tiga kelompok berjajar. Kedua, para penari yang akan menari di atas permainan kayu kelompok pertama. Ketiga adalah pemain musik yang mengiringi tarian ini.


Tari Jugit
Tari Jugit - Tarian Daerah Kalimantan Utara
sumber: muhammadzarkasy-bulungan.blogspot.com

Tari Jugit adalah tarian tradisional Suku Bulungan. Konon, tari ini diciptakan oleh dua laksamana kesultanan Bulungan, yakni Datuk Maulana dan Datuk Mahubut, sekitar abad ke-18. Tarian klasik ini dikenal memiliki dua jenis, yakni Tari Jugit Paman dan Tari Jugit Demaring.

Meskipun terkesan mirip, Jugit Paman dan Jugit Demaring memiliki banyak perbedaan. Perbedaan menonjol bisa ditemukan pada gerak tangan, warna baju, syair, tempo gerakan, serta fungsinya. Jugit Paman khusus untuk raja, sedangkan Jugit Demaring bisa disajikan di luar keraton.


Tari Busak Baku

Tari Busak Baku - Tarian Kalimantan Utara
sumber: kaltara.prokal.co

Tari Busak Baku adalah tarian tradisional Dayak Lun Dayeh. Busak Baku merupakan jenis bunga beraroma wangi dan indah. Dalam budaya Suku Lun Dayeh, bunga tersebut melambangkan kehidupan mereka yang harmonis, kuat dan menyatu. Tarian Busak Baku sendiri mewakili ikatan emosional dan kekeluargaan.

Dalam sejarahnya, tarian ini bermula dari syair khas Lun Dayeh yang telah ada sejak abad ke-7. Syairnya berjudul Ulun busak Baku, sayangnya seni syair ini menjadi salah satu produk budaya yang hampir punah. Tariannya tetap lestari namun banyak perubahan, baik pada gerakan maupun musik pengiringnya.


Tari Blunde

Suku Bulungan banyak menghasilkan jenis tarian. Salah satu varian Tarian Kalimantan Utara dari masyarakat Bulungan adalah Tari Blunde’ atau Blundik. Tari yang sudah sulit sekali ditemukan ini konon memiliki bentuk seperti Tari Enggang Suku Dayak. Hanya saja tidak menggunakan bulu enggang.

Ada yang berpendapat bahwa tarian ini dikreasikan oleh Datuk Perdana dengan syair menggunakan bahasa Kayan Pimping. Syair tersebut kemudian di kreasi ulang dalam bahasa Melayu oleh Datuk Abdul Aziz dan diberi judul “Pinang Sendawar”. Penarinya memakai ikat kepala, baju kebaya dan tapih.


Tari Mance

Mance atau Bemance adalah tarian daerah Kalimantan Utara khas masyarakat Suku Bulungan. Ini merupakan tarian Silat yang mana gerakannya hampir sama dengan gerak silat pada umumnya. Hanya saja gerak yang disajikan lebih menonjolkan unsur seninya, luwes ditujukan untuk hiburan.

Di masa lalu, Tarian Bemance sangat digandrungi pemuda-pemuda Suku Bulungan. Tarian ini dibawakan oleh dua orang pemuda berbusana khas adat Bulungan dilengkapi selempang kuning dan ikat kepala. Mereka menari di dalam sebuah lingkaran dengan diiringi oleh alunan gong yang bertalu-talu.


Jepin Kinsat Suara Siam

Tari Jepin Suara Siam
sumber: youtube.com

Tarian Zapin dalam perkembangannya tersebar luas ke wilayah-wilayah di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Di Kalimantan, tarian ini lebih dikenal dengan nama Tari Jepin. Adapun di Kalimantan Utara terdapat satu tarian yang dikreasikan dari Tarian Jepin, yakni Jepin Kinsat Suara Siam.

Tarian Jepin Kinsat Suara Siam berkembang sebagai tradisi Suku Tidung di Tarakan. Yang menjadikannya berbeda dengan Jepin lain, adalah dominasi ragam gerak Waltz dalam tarian ini. Iringan Rentak Sarah yang dikenal rampak dan dinamis menjadi lebih lambat karena menyesuaikan tempo gerak Waltz.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *