Tarian Maluku – Berikut Daftar 8 Tarian Khas Daerah di Kepulauan Maluku

Tarian Maluku. Dalam kebudayaan Maluku, kesenian tari cukup melekat dalam kesejarahan masyarakatnya. Sementara itu dalam catatan sejarah, wilayah kepulauan yang terbagi menjadi dua provinsi (Maluku dan Maluku Utara) ini merupakan salah satu wilayah dengan sejarah tertua di Indonesia.

Meski didominasi oleh suku bangsa Melanesia, namun penguasaan bangsa asing selama 2300 tahun di Maluku turut menghadirkan nuansa budaya yang berbeda. Percampuran budaya dan ras dengan bangsa Arab dan Eropa (umumnya Belanda dan Portugal) sangat mewarnai budaya masyarakatnya.

Jejak akulturasi budaya Melanesia dengan budaya asing di Maluku bisa terlihat jejaknya pada keseniannya. Selain musik, salah satu seni yang banyak ragamnya adalah tari. Meski tidak mencakup semuanya, dalam artikel ini telah tersaji, setidaknya 8 tarian Maluku beserta gambar dan penjelasan singkatnya.

Daftar 8 Tarian Maluku & Maluku Utara

Tari Soya-Soya

Tari Soya-Soya - Tarian Daerah Maluku
sumber : irfanahmad12.blogspot.com

Tari Soya-Soya merupakan tarian tradisional Maluku Utara yang telah masuk dalam Warisan Budaya Takbenda Nasional sejak tahun 2013. Kesenian tradisi yang masuk dalam kategori tarian perang ini telah berkembang sejak masa Sultan Baabullah memimpin Kesultanan Ternate.

Sejarah tarian ini bermula dari Sultan Baabullah yang mengobarkan perang Soya-soya (pembalasan) terhadap Portugis tahun 1565. Perang total yang berhasil mengusir Portugis dari wilayah Kesultanan Ternate. Keberadaan tarian ini senantiasa mengabarkan perang fenomenal tersebut.

Tarian Soya-Soya biasanya ditarikan secara masal, mulai dari 18 orang penari atau lebih dari itu. Mereka menari membawakan gerakan yang sangat lincah dan dinamis. Sebagai tari perang, beberapa gerakannya menggambarkan gerakan perang, seperti menyerang, menghindar dan menangkis.

Tari Tide-Tide

Tari Tide-Tide - Tarian Maluku
sumber : @visitmorotai

Tarian daerah Maluku selanjutnya bernama Tide-Tide. Ini adalah tarian pergaulan kerakyatan khas Halmahera, pulau terbesar dalam Kepulauan Maluku. Tari ini biasa dipertunjukkan pada acara-acara seperti pesta perkawinan adat, sering kali juga turut meramaikan pesta rakyat Halmahera.

Seperti umumnya tari pergaulan, Tide-Tide menggambarkan kehidupan pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Dalam pertunjukannya, Tide-Tide adalah tarian berpasangan yang melibatkan 12 orang penari, pria dan wanita. Mereka menari dalam iringan musik dari tifa, gong, dan biola.

Tari Saureka-Reka

Tari Saureka-reka - Tarian Khas Maluku
sumber : youtube.com

Tari Seureka-reka merupakan salah satu tarian khas Maluku yang populer karena sering meramaikan berbagai acara adat maupun hiburan. Pada masa awal Seureka-reka merupakan hiburan bagi para petani sagu saat musim panen tiba. Mereka memainkannya sebagai ungkapan rasa syukur.

Dalam prakteknya, Tari Seureka-reka melibatkan 8 orang penari, terdiri dari 4 laki-laki dan 4 perempuan. Penari laki-laki bertugas memainkan gada-gada (bilah pohon sagu), sementara penari perempuan menari dan menghindari properti tari yang sekaligus sebagai musik pengiring tersebut.

Tari Lenso

Tari Lenso
sumber : @ibnuishak23

Tari Lenso merupakan tari tradisional Maluku bertema pergaulan. Sebuah tarian rakyat yang berfungsi sebagai perekat persaudaraan kekerabatan dalam kehidupan sosial masyarakat Maluku. Gerakannya sederhana dan mudah agar siapa saja dari kalangan apa saja bisa menarikannya.

Tarian ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, berawal dari masuknya Portugis di Maluku pada tahun 1612. Istilah “lenso” sendiri berasal dari bahasa Portugis yang berarti sapu tangan sebagai properti utamanya. Sapu tangan dalam tarian ini umumnya berwarna putih atau merah.

Penari Tari Lenso umumnya perempuan. Mereka menari mengenakan Baju Cele dan kebaya putih lengan panjang, serta Kain Salele. Pengiringnya adalah alat musik tradisional Maluku, yakni tifa dan totobuang. Tifa adalah sejenis kendang, adapun totobuang mirip Bonang dalam Gamelan.

Baca juga : Lenso, Tarian dari Maluku sebagai jejak Portugis

Tari Cakalele

Tari Cakalele
sumber : tari-daerah-indonesia.blogspot.com

Cakalele merupakan tarian perang Maluku untuk menyambut tamu atau sebagai bagian perayaan adat. Kesenian ini telah mentradisi dan digelar setiap tahunnya untuk memeriahkan Legu Gam (Pesta Rakyat) yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah bersama pihak Kesultanan Ternate.

Merujuk pada fungsinya, Tarian Cakalele terbagi menjadi dua jenis. Sebagai tarian tradisional yang sarat nuansa magis dan tarian festival untuk memeriahkan berbagai acara daerah Maluku. Dalam penyajiannya, tari ini akan melibatkan banyak orang, sekitar 30 orang penari.

Istilah Cakalele merupakan gabungan dari dua suku kata dalam bahasa Ternate, yakni “Caka” berarti setan dan “Lele” berarti mengamuk. Secara harfiah Cakalele mengandung arti “setan atau roh yang mengamuk“. Dalam prakteknya, tidak jarang arwah nenek moyang memasuki penari.

Baca juga : Sejarah, Penyajian, Busana & Properti Tari Cakalele

Tari Bambu Gila

Bambu Gila - Tarian Tradisional Maluku
sumber : pemudafm.com

Tari Bulu Gila atau yang populer dengan nama Tari Bambu Gila adalah satu jenis permainan rakyat Maluku. Meski tidak perlu ritual tertentu, tarian ini melibatkan kekuatan supranatural. Tari ini selalu menarik, namun beresiko tinggi, sehingga melibatkan dukun untuk mengundang roh dan mengontrolnya

Dalam pertunjukannya, sekitar tujuh orang memegang bambu panjang, lalu oleh dukun bambunya diberi mantera. Lama-kelamaan bambu terasa berat dan orang-orang yang memegangnya bisa jatuh ke tanah. Tak hanya berat, bambu ini bergoyang mengikuti alunan musik pengiringnya, perkusi.

Seiring perkembangan, tarian ini pun mengalami modifikasi. Properti bambu menjadi lebih pendek dan para penarinya terkadang adalah kaum wanita. Selain itu tidak lagi mengundang roh halus karena inti tarian ini bukanlah hal-hal gaib namun lebih menyimbolkan kebersamaan yang harus terjaga.

Tari Salai Jin

Tari Salai Jin - Tarian Adat Maluku
sumber : www.indonesiakaya.com

Beberapa tarian Maluku kental dengan nuansa mistis. Salah satunya adalah Tari Salai Jin yang merupakan tarian etnik asli Ternate Maluku Utara. Seperti namanya, tarian ini menjadi semacam pesan pada makhluk gaib berupa jin agar membantu menyelesaikan berbagai persoalan, biasanya penyakit.

Penyajian tari Salai Jin secara berkelompok. Pemainnya bisa laki-laki atau perempuan, atau campuran asal jumlahnya genap. Dalam keadaan kemasukan jin, para penarinya menari sambil membawa tempat dengan kemenyan yang sudah dibakar. Asapnya semakin menambah aura magis tarian ini.

Demikian tarian ini sebelum mengalami beberapa modifikasi. Kini hanya menjadi sebuah atraksi pariwisata Ternate. Bakaran kemenyan bukanlah keharusan, terkadang juga diganti arang. Sudah jarang penarinya kemasukan jin, nuansa mistis lebih terwakili oleh musik, gerak dan mimik wajah penarinya saja.

Tari Katreji

Tari Katreji
sumber : maluku.news

Tarian dari Maluku lainnya adalah Tari Katreji. Tari pergaulan yang dibawakan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan menghadirkan ekspresi ceria dan bersemangat. Tari ini sangat populer dan sering mengisi kali acara-acara perayaan, penyambutan tamu dan pernikahan adat.

Katreji sudah ada sejak bangsa Portugis dan Belanda datang ke Maluku. Mereka datang dengan membawa serta budayanya. Oleh karena itu, sekilas tarian ini mirip tarian khas Eropa. Akulturasi budaya menjadikan tarian ini sangat khas dan memberi warna baru dalam kesenian Maluku.

Penarinya berjumlah 5-6 pasangan laki-laki dan perempuan yang mengenakan busana tradisional Maluku. Perempuannya memakai kebaya dan rok panjang, berkonde berhias bunga-bunga, sementara laki-lakinya mengenakan baju dan celana panjang. Musik pengiring biasanya ukulele, suling, tifa, dll.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *