Alat Musik Jawa Barat – 10 Alat Musik Tradisional Jawa Barat, Khas Sunda

Alat Musik Jawa Barat. Seni tradisi merupakan identitas, jati diri, sekaligus media berekspresi bagi suatu masyarakat. Sebagai negeri kepulauan salah satu yang terbesar, otomatis Indonesia merupakan negeri multi-kultural dengan beragam suku yang masing-masing memiliki citarasa budaya tersendiri.

Selain seni tari, seni musik tradisi turut memperkaya keragaman warna memperindah negeri ini. Hampir di masing-masing wilayahnya terdapat seni musik tradisional yang khas, tidak terkecuali di provinsi Jawa Barat yang menonjol melalui keberadaan suku Sunda yang kreatif kaya akan produk budaya.

Kebudayaan Sunda tercatat telah melahirkan banyak alat musik tradisional Jawa Barat. Alat musik dari Sunda sangatlah khas baik dilihat dari teknik memainkannya, pola penyajiannya, maupun bentuk instrumen musiknya. Alat musik tersebut terlahir, hidup dan berkembang secara turun-temurun dipertahankan.

Jika sebelumnya diposting perihal Alat Musik Tradisional Jawa Timur, dalam artikel ini akan disajikan beberapa alat musik Jawa Barat. Daftar berikut tidaklah mencakup secara keseluruhan alat musik dari Jawa Barat, setidaknya ada 10 contoh alat musik yang sekiranya perlu diketahui, selain perlu juga tahu tentang Gamelan Degung.


Daftar 10 Alat Musik Jawa Barat


1. Arumba

Arumba - Alat Musik Jawa Barat
sumber : pesonabumiparahyangan.com

Arumba merupakan ensemble musik yang berisi berbagai alat musik dari bambu. Istilah Arumba sendiri bermula dari nama grup musik Arumba (Alunan Rumpun Bambu) yang dibentuk oleh Yoes Roesadi pada era 60-an di Jawa Barat. Sejak saat itu, istilah Arumba melekat sebagai ensembel musik bambu asal Jawa Barat.

Ensembel alat musik khas Jawa Barat ini memiliki susunan alat musik, diantaranya :

  • Angklung Solo : satu set Angklung (sekitar 31 buah) tergantung pada palang dan dimainkan oleh satu orang saja.
  • Gambang Melodi : Alat musik Gambang sebagai melodi lagu, dimainkan oleh satu orang dengan 2 alat pemukul.
  • Gambang Pengiring : Alat musik Gambang sebagai suara akord, dimainkan oleh satu orang dengan 4 alat pemukul.
  • Bass Lodong : Terdiri dari beberapa tabung bambu besar, dipukul untuk menghadirkan nuansa nada rendah.
  • Gendang (Kendang) : Alat musik pukul yang berfungsi sebagai pembawa irama.

2. AngklungAngklung - Alat Musik Sunda

Angklung merupakan alat musik tradisional Jawa Barat bernada ganda dalam kebudayaan Sunda. Terbuat dari tabung-tabung bambu yang nadanya dihasilkan dari efek benturan tabung-tabung tersebut dengan cara digoyangkan. Sejak 2010, Angklung telah dinyatakan UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia.

Selain sebagai alat musik Jawa Barat, Angklung juga mewakili sebuah seni pertunjukan. Dalam hal ini, Angklung merupakan bentuk seni pertunjukan yang menggunakan alat musik Angklung untuk menyajikan tembang-tembang tradisional. Angklung merupakan alat musik tua yang diperkirakan telah digunakan sejak Zaman Batu Muda.

Artikel lengkap mengenai Alat Musik Sunda ini bisa di baca di Angklung Sunda – Antara Alat Musik & Seni Pertunjukan


3. Calung
Calung - Alat Musik Tradisional Jawa Barat
sumber : rt6cbr.blogspot.com

Calung merupakan alat musik tradisional Sunda berjenis idiofon yang juga terbuat dari bambu. Jika Angklung dimainkan dengan digoyangkan, Calung dimainkan dengan cara memukul bilah atau ruas tabung bambunya. Tabung bambu tersebut tersusun menurut titi laras (tangga nada) berskala pentatonik.

Seperti halnya Angklung, selain menjadi nama alat musik, Calung juga melekat dengan sebutan seni pertunjukan. Sesuai bentuknya, Calung terbagi menjadi dua, yakni Calung Rantay dan Calung Jinjing. Jenis yang terakhir inilah yang sekarang berkembang dan dikenal secara umum oleh masyarakat Sunda.


4. Kacapi

Kacapi Sunda
sumber : anjjabar.go.id

Kacapi adalah alat musik daerah Jawa Barat yang merupakan alat musik utama dalam Mamaos Cianjuran dan Kacapi Suling. Istilah Kacapi sendiri dalam bahasa Sunda merujuk pada tanaman sentul. Kayu tanaman inilah yang dipercaya digunakan untuk membuat alat musik tradisional Sunda ini.

Dalam bentuknya, Kacapi terbagi menjadi Kacapi Perahu dan Kacapi Siter. Pada keduanya, tiap dawai diikat pada sekrup kecil di sisi kanan atas kotak. Kacapi dapat ditala dalam berbagai sistem, baik pelog, madenda, maupun salendro. Adapun dalam fungsinya, Kacapi terbagi menjadi Induk dan Anak.


5. Celempung

Celempung
sumber : rionudjulmahesa.blogspot.com

Banyak alat musik Sunda yang terbuat dari bambu, salah satunya adalah Celempung. Waditra ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul, berperan seperti kendang sebagai pengatur irama. Penyajian Celempung disebut Celempungan dan pertunjukannya biasa dilengkapi dengan Kacapi, Rebab, Suling dan Gong Buyung.

Bahan dasar Celempung adalah bambu dan kayu, termasuk alat pemukul yang ujungnya dibalut kain atau benda tipis. Bagian-bagian Celempung, diantaranya sirah penutup pinggir kiri dan kanan, pongpok, dua utas sembilu berfungsi senar, talingkup penghubung utas sembilu, nawa sebagai lubang suara dan baham untuk mengolah suara.


6. Suling Sunda
Suling Sunda
sumber : www.rudyarra.com

Suling atau seruling merupakan salah satu alat musik yang terkenal di Indonesia dan sangat beragam bentuknya. Suku Sunda di Jawa Barat memiliki Suling Sunda yang khas terutama dari bentuk dan bunyi yang dihasilkan. Jenis suling yang dipergunakan, yakni suling lubang enam dan suling lubang empat.

Secara umum fungsi Suling Sunda adalah sebagai pembawa melodi dan pembawa nada-nada hiasa pada penyajian lagu atau yang dalam istilah Karawitan Sunda disebut uparengga suara. Sementara itu, Suling Sunda juga memiliki fungsi secara khusus yang dihadirkan melalui masing-masing jenisnya.


7. Karinding

Karinding - Alat Musik Jawa Barat
sumber : pandoe.rumahseni2.net

Karinding merupakan salah satu alat musik tradisional yang banyak tersebar di Indonesia, yang mana masing-masing wilayah menamainya dengan istilahnya sendiri. Untuk saat ini, yang paling banyak melestarikan Karinding adalah suku Sunda. Jika di Sunda berfungsi sebagai alat musik, di Jawa difungsikan sebagai musik pengusir hama.

Karinding dimainkan di mulut, lalu bagian pemukulnya ditarik agar tercipta resonansi suara. Alat musik Sunda ini bisa dimainka secara solo atau grup yang berisi 2-5 orang. Seorang diantaranya disebut pengatur nada. Di daerah Ciawi, dulunya karinding dimainkan bersamaan takokak (alat musik bentuknya mirip daun).


8. Tarawangsa

Tarawangsa - Alat Musik Sunda
sumber : www.hobigue.com

Alat musik Jawa Barat selanjutnya adalah Tarawangsa, yakni alat musik gesek yang memiliki dua dawai terbuat dari kawat baja atau besi. Dalam sejarahnya, alat musik ini lebih tua usianya daripada Rebab, alat gesek yang lain. Setelah kemunculan Rebab, Tarawangsa sering juga disebut rebab jangkungm karena ukurannya lebih tinggi.

Sebagai alat musik gesek, tentu saja Tarawangsa dimainkan dengan cara digesek. Uniknya yang digesek haya satu dawai saja yang terdekat dengan pemainnya, sementara dawai lain dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari telunjuk sebelah kiri. Selain sebagai nama alat musik, Tarawangsa juga merupakan nama kesenian musik.


9. Kendang Sunda
Kendang Sunda
sumber : www.indonesiakaya.com

Kendang dikenal sebagai instrumen pengatur irama dalam Gamelan, baik Gamelan Jawa maupun Gamelan Degung Sunda. Di Jawa Barat, kendang secara umum disebut Kendang Sunda. Satu set Kendang Sunda minimal terdiri dari tiga kendang, satu kendang indung dan dua kendang anak (kulanter) yang terdiri dari ketipung dan kutiplak.

Kendang Sunda memiliki banyak jenis yang masing-masing dibedakan sesuai fungsinya dalam iringan. Ada Kendang Kiliningan, Kendang Jaipongan, Kendang Ketuk Tilu, Kendang Keurseus, Kendang Bajidoran, dan lain-lain. Setiap jenis kendang dalam karawitan Sunda memiliki perbedaan dalam hal ukuran, pola, ragam, dan motif.

Baca juga seni pertunjukan Kendang Sunda, yakni Kesenian Rampak Gendang


10. Jengglong

Jengglong
sumber : artculture567.blogspot.com

Alat musik tradisional Jawa Barat yang terakhir dalam artikel ini bernama Jengglong yang masih satu keluarga dengan bonang, saron, dan gong dalam pagelaran Degung Sunda. Fungsi alat musik ini adalah pembuat nada dasar yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukulnya yang empuk.

Bentuk Jengglong berupa bilah-bilah berderet di atas ruang suara atau resonator. Bilah-bilah tersebut terbagi pada dua buah ancak dengan masing-masing berjumlah 3 bilah. Permukaannya berpencon berdiameter 30-40 cm. Jengglong berbahan dasar perunggu, kuningan atau besi. Pemukulnya dari kayu yang ujungnya dibalut benang wol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *