Kesenian Bangka Belitung – Tari dan Kesenian Lain oleh Masyarakat Babel

Kesenian Bangka Belitung. Selain dikenal sebagai penghasil timah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selama ini juga dikenal karena kerukunan antar etnis. Selain itu, Wisata Bangka Belitung juga sangat populer melalui pesona pantai-pantai yang indah.

Sebelum tahun 2000, kepulauan dengan Pulau Bangka dan Pulau Belitung sebagai pulau utamanya ini merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Keterikatan sejarah dengan Sumatera Selatan turut mewarnai budaya masyarakatnya, tidak terkecuali dengan keseniannya.

Tarian Tanggai merupakan tarian dari Sumatera Selatan yang juga bisa dijumpai di Bangka Belitung. Ada juga Tari Sekapur Sirih yang merupakan tarian penyambutan khas budaya Melayu. Selain itu, rumah adatnya juga berciri arsitektur Melayu seperti ditemukan di daerah-daerah di Sumatera.

Meski demikian, kebudayaan Babel unik karena keragaman etnis yang mendiaminya. Budaya Melayu, Cina, Belanda, Jawa, Arab, dan budaya berbagai suku bangsa di Indonesia berpadu harmoni. Masing-masing meninggalkan jejak sangat kuat, sekaligus menciptakan asimilasi yang indah.

Bangka Culture Wave merupakan salah satu atraksi budaya tahunan sebagai usaha untuk mengekalkan keharmonisan budayanya. Sementara itu, dalam artikel ini akan disajikan beberapa kesenian Bangka Belitung yang khas mewakili provinsi yang beribukotakan Pangkalpinang ini.


Ragam Kesenian Bangka Belitung


Tari Sepen

Tari Sepen - Tarian dari Bangka Belitung
sumber : lejuuuk.blogspot.com

Tari Sepen merupakan tarian dari Bangka Belitung yang difungsikan sebagai tari penyambutan. Tarian ini sangat kental dengan budaya Melayu. Selain gerakan tari yang mengandung unsur gerak pencak silat khas Melayu, musik pengiring dan busananya pun bernuansakan Melayu.

Tari Sepen umumnya dibawakan oleh para penari wanita berpasangan. Namun kadangkala juga diperagakan oleh penari pria yang berpasangan dengan wanita. Mereka menari dengan menitikberatkan pada gerakan tangan dan kaki. Didominasi gerak tepuk tangan yang selaras dengan alunan musik.


Tari Campak

Tari Campak - Tarian Daerah Bangka Belitung
sumber : @primasuhanda

Campak merupakan tarian daerah Bangka Belitung yang menggambarkan pergaulan muda-mudi penuh kegembiraan. Sebagai tari pergaulan, dalam pertunjukannya tari ini dibawakan oleh sejumlah penari pria dan penari wanita. Gerakannya unik cenderung lincah.

Dahulu tari ini merupakan tarian dari Kepulauan Riau. Tarian ini dibawa ke Babel oleh seorang seniman, yakni Nek Campak. Oleh karena itu kemudian dinamakan Tari Campak. Akulturasi budaya sangat kental dalam tarian ini. Ada nuansa Eropa dalam gerak dan iringan musiknya.


Beripat Beregong
Beripat Beregong - Kesenian Bangka Belitung
sumber : @nimage72

Beripat Beregong merupakan satu jenis kesenian Bangka Belitung yang sekilas mirip dengan Kesenian Presean Suku Sasak di Pulau Lombok. Sebuah seni permainan yang mempertunjukkan kebolehan kaum pria dalam memainkan rotan segak lentur berukuran 1,30 cm.

Istilah Beripat berasal dari kata “ripat” yang artinya memukul menggunakan sebuah alat. Adapun Beregong berangkat dari kata “gong” sebagai alat musik yang mengiringi kesenian ini. Dalam hal ini, gong juga dilengkapi perangkat Gamelan lainnya serta Serunai.


Tari Men Sahang

Tari Men Sahang - Tarian Bangka Belitung
sumber : youtu.be/jsgN1j52iqE

Selain sebagai sebuah lagu, Men Sahang Lah Mirah juga mewakili kesenian Bangka Belitung yang dirupakan dalam bentuk tarian. Tari ini menggambarkan kegembiraan masyarakat saat memetik hasil panen berupa lada putih (sahang). Gambaran rasa syukur akan keberlimpahan hasil bumi.

Seperti diketahui bahwa lada putih merupakan komoditas utama di Kepulauan Bangka Belitung. Tarian Men Sahang biasa digelar pada saat panen tanaman ini. Meski demikian, tidak jarang tarian ini juga dipertunjukkan pada acara-acara besar lain, seperti ulang tahun provinsi ini.


Lesong Panjang

lesong panjang
sumber : gitaconstasia.blogspot.com

Lesong Panjang merupakan kesenian atau permainan tradisional yang dimainkan saat musim panen tiba oleh masyarakat Babel. Seperti namanya, alat utama dalam permainan ini adalah lesung. Panjangnya bervariasi, mulai dari 1-1,5 meter berdiameter 25-30 cm.

Bentuk lesung bermacam-macam disesuaikan dengan selera pemainnya. Sebagai pemukul, digunakan alat bernama alu yang panjangnya juga bervariasi, ada yang 75 cm ada juga yang mencapai 120 cm. Diameter alu biasanya mencapai 6 cm.


Dul Mulok

Kesenian Bangka Belitung lainnya bernama Dul Mulok yang berasal dari Desa Kembiri. Sebuah kesenian sejenis opera dengan sumber cerita berasal dari syair lama. Dalam Dul Mulok digunakan beberapa alat musik, di antaranya satu buah gendang panjang, datu buah piul atau biola.


Tari Bahtera Bertiang Tujuh

Selain yang telah disebutkan di atas, masih ada tarian daerah Bangka Belitung, yakni Tari Bahtera Bertiang Tujuh. Ini merupakan tari kolosal mengisahkan tentang kapal layar dengan tujuh tiang mengarungi samudera pada kisaran abad ke-12.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *