• sumber : kaskus.id
  • sumber : studiotari.blogspot.co.id
  • sumber : bantengannuswantara.wordpress.com
  • sumber : sastra.um.ac.id

Kesenian Malang – Ragam Kesenian Tradisional di Malang Raya

Durasi baca : 6 menit

Kesenian Malang. Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu merupakan kawasan metropolitan terbesar kedua di Jawa Timur setelah Gerbangkertosusilo. Kawasan ini, selain telah dianugerahi keindahan alam yang luar biasa yang dikemudian hari turut menempatkannya sebagai salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia, Malang juga sebagai wilayah yang kaya akan peninggalan budaya.

Dalam hal kebudayaan, Malang termasuk dalam Kawasan Kebudayaan Arek yang dikatakan sebagai salah satu sub kultur terpenting di Jawa Timur. Kawasan budaya arek sendiri membentang mulai dari pantai utara Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, sebagian Pasuruan, dan berakhir di Malang Raya. Menariknya, meski tetap pada konsepsi “Arek” Malang khas dengan budayanya sendiri, yakni Malangan.

Ada titik tolak yang berbeda antara Arek dan Malangan. Hal ini disebabkan Malangan lahir dari kompleksitas kerajaan-kerajaan besar di Nusantara. Kompleksitas termasuk juga pada narasi historis dan cerita-cerita rakyatnya, tentang romantika keberpihakan pada rakyat atau kerajaan, cinta terlarang hingga perebutan kekuasaan. Dari sini, Malang pun kaya akan kesenian sebagai penggal budaya yang bernarasi historis dan bermakna estetis yang tinggi

Kesenian Malang hadir dalam banyak variasi, termasuk juga kesenian tradisi Jawa Timur yang kemudian tersaji dalam bentuk yang khas sejalan dengan akulturasi budaya lokalnya. Sebagai misal, ada Ludruk Malangan, Macapat Malangan, Tayub Malangan dan lain sebagainya, Kesenian Malang sendiri lebih banyak berupa seni tari. Senada dengan “tlatah” Budaya Arek, seni tari Malang menjadi lebih energetik, gembira dan lugas.

Dibawah ini adalah beberapa daftar kesenian Malang Raya. Sebagian telah ditulis lebih detail dalam artikel tersendiri. Namun mengingat langkanya referensi, sebagian yang lain hanya ditulis penjelasan singkatnya saja.

Daftar Kesenian Malang Raya

1. Wayang Topeng Malang

Wayang Topeng Malangan adalah salah satu seni tari purba sebagai peninggalan tradisi budaya dan religiusitas masyarakat Jawa. Sesuai dengan namanya, wayang ini dimainkan oleh orang yang wajahnya ditutupi oleh topeng dengan diiringi oleh alunan gamelan. Kesenian asli Malang ini termasuk dalam 8 kesenian Jawa Timur yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional oleh Kementrian pendidikan dan Kebudayaan.

Sejarah Wayang Topeng Malang
sumber : kaskus.id

Tari Topeng Malangan disajikan dengan membawakan lakon-lakon Panji yakni Malat, Wasing,Wangbang-Wideha dan Kisah Angraeni. Biasanya, kesenian ini akan dibuka oleh Tari Beskalan Lanang (Topeng Bangtih). Selanjutnya , secara berurutan disajikan jejer Jawa, Perang Gagal, Adegan Gunungsari-Patrajaya, Jejer Sabrang, Perang Brubuh dan Bubaran. Lebih detail mengenai kesenian Malang ini silahkan klik Baca Selengkapnya

2. Tari Beskalan Putri

Tari Beskalan Putri adalah tarian tradisional khas Kabupaten Malang yang pada awalnya menjadi sarana ritual dalam upacara yang berhubungan dengan ritus tanah atau keseburan tanah. Seperti halnya dengan kesenian tradisional lainnya, fungsinya yang sakral kemudian menjadi lebih profan dan digunakan sebagai tari selamat datang.

Tari Beskalan Putri Malang
sumber : studiotari.blogspot.co.id

Di masa awal, tari ini tidaklah ditarikan oleh wanita melainkan oleh laki-laki yang menggunakan kostum perempuan. Tari ini mulai hidup seiring dengan pesatnya perkembangan kesenian Ludruk di Malang pada kisaran tahun 1930-an. Identik dengan gerakan yang lincah, dinamis dan feminim sebagai gambaran atau pencitraan tarian seorang perempuan. Perihal sejarah, fungsi dan ragam gerak Tari Beskalan Putri, klik Baca Selengkapnya

3. Kesenian Bantengan

Kesenian Bantengan adalah seni budaya tradisi Jawa Timur dengan wilayah perkembangan di Malang Raya dan Mojokerto. Kesenian ini dimainkan oleh tokoh sentral berupa topeng banteng. Dua orang sebagai pelaku banteng, satu sebagai kaki depan sekaligus pemegang kepala banteng, sementara yang lain menjadi kaki belakang sekaligus ekornya. Mereka menarikan topeng yang terbuat dari kayu dengan tanduk asli banteng dengan kostum serba hitam.

Kesenian Bantengan Jawa Timur
sumber : bantengannuswantara.wordpress.com

Kesenian Bantengan adalah perpaduan dari berbagai unsur seni, termasuk sendratari, olah kanuragan, musik, hingga syair atau mantra yang kental dengan nuansa magis. Bantengan kesenian purba yang bersifat komunal sebagai gambaran kehidupan banteng. Berbagai pendapat turut mewarnai kesejarahan Bantengan sehingga dikenallah istilah Bantengan Kota Batu, dan Bantengan Pacet, Mojokerto. Lebih lengkap mengenai kesenian ini…Baca Selengkapnya

4. Tari Serimpi Lima

Jika di Jawa Tengah kita mengenal Tari Serimpi yang ditarikan oleh empat penari, di Kabupaten Malang ada juga Tari Serimpi Lima yang melibatkan lima penari. Tari ini berkembang di lingkungan masyarakat desa Ngadireso, Puncokusumo, Kabupaten Malang. Dalam fungsinya, tari ini digunakan sebagai sarana upacara ritual Ruwatan Murwakala. Meskipun begitu, Serimpi Lima lebih bertemakan kegembiraan, erotik dan sakral.

Tari Serimpi Lima
sumber : sastra.um.ac.id

Tari Serimpi Lima merupakan wujud dari gagasan dan aktivitas masyarakat pemiliknya. Keberadaannya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosio-kultural. Hal ini dikarenakan dalam lingkungan etnik, perilaku mempunyai wewenang yang amat besar dalam menentukan keberadaan kesenian termasuk tari tradisionalnya…Baca Selengkapnya

5. Macapat Malangan

Macapat Malangan adalah salah satu ragam tembang Macapat yang berkembang di wilayah Malang. Macapat Malangan dihadirkan dengan kekhasan tersendiri yang mana cengkok dan lafal pengucapan katanya sarat dengan budaya Malangan. Selain itu banyak ciri-ciri lain yang memungkinkan sebuah tembang macapat bisa dikatakan sebagai Macapat Malangan. Oleh karena itu, tidak semua macapat yang ada di Malang disebut sebagai Macapat Malangan.

Macapat Malangan
sumber : surabaya.tribunnews.com

Sebagai sebuah seni membaca cerita, Macapat Malangan biasanya membawakan beberapa cerita. Salah satu yang populer adalah Layang Amad Mukamad. Dalam pembawaan cerita tersebut, tidak jarang dialog diselingi dengan guyonan oleh para pembaca. Baca lebih detail mengenai tembang Macapat khas Malang ini dengan klik… Baca selengkapnya

6. Tari Bedayan

Dalam fungsinya, Tari Bedayan tidaklah jauh berbeda dengan Tari Beskalan Putri yang digunakan untuk menyambut tamu. Tari ini sarat dengan makna keterbukaan diri dan kesederhanaan. Hal ini benar-benar menggambarkan sifat dan sikap masyarakat Malang pada umumnya yang terbuka, sederhana dan lugas.

Tari Bedayan mengusung sebuah legenda tentang pertemuan raja-raja Jawa dengan sang penguasa laut selatan, yakni Nyi Roro Kidul. Meski melibatkan sembilan penari dengan peran tersendiri, tarian ini mampu menyatu dalam kesatuan gerak yang indah. Masing-masing peran penari diantaranya batak, gulu, dada, buncit, endel weton, endel, apit wingking, apit ngajeng, dan api meneng.

7. Tari Grebeg Wiratama

Tari Grebeg Wiratama adalah salah satu tari tradisional khas Malang yang dalam prakteknya menggambarkan jiwa keperwiraan prajurit yang akan berangkat menuju peperangan. Oleh karena itu gerakan yang ditampilkan sangat maskulin dan tegas.

Selain karakter maskulin dan ketegasan yang mewakili keprajuritan, Tari Grebeg Wiratama juga mewakili sisi humoris yang menjadi bagian dari sifat manusia.

Kesenian Tradisional Malang Raya

Rating pembaca, beri rating Anda?
Rata-rata : 5 (1 pembaca)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *