Kuliner Khas Palembang – 12 Makanan Tradisional Khas Wong Palembang

Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Palembang menawarkan banyak hal yang menarik. Bagi para traveler, banyak Tempat Wisata di Palembang yang sebagian besar bernuansa sejarah dan budaya. Termasuk juga bagi penggemar kuliner, beragam kuliner khas Palembang siap memanjakan lidah siapa saja.

Memilih Palembang sebagai destinasi wisata, wajib mencicipi satu dua makanan tradisional Palembang. Itu sih jika Anda mampu berhenti. Pasalnya, ibu kota Sumatera Selatan ini merupakan tujuan wisata kuliner terkenal di Indonesia. Jajanan maupun makanan khas Palembang semuanya menggugah selera.

Agar mendapatkan gambaran yang baik sebelum Anda benar-benar tiba di Bumi Sriwijaya, perlu kiranya tahu kuliner tradisional Palembang yang wajib dicoba. Di sini telah tersaji 12 makanan maupun jajanan tradisional khas Palembang yang bisa Anda masukkan beberapa di antaranya dalam daftar “wajib dicicipi“.

Kuliner Khas Palembang Sumatera Selatan


Pempek Palembang

Pempek Makanan Khas Palembang
credit: pexels/@david-yohanes

Pempek atau empek-empek merupakan penganan paling ikonik mewakili makanan khas Palembang. Gilingan daging ikan dipadukan dengan tepung kanji, telur serta beberapa komposisi lain dibentuk sedimikian rupa. Selanjutnya digoreng untuk kemudian disajikan dengan cuko dengan rasa yang khas.

Pempek banyak jenisnya. Ada pempek lenjer, ada’an (bulat), pempek kulit ikan, pempek tunu, dll. Dan, yang paling terkenal adalah pempek kapal selam yang berisi telur ayam. Cuko pempek berbahan gula merah, ebi, cabai rawit, bawang putih dan garam. Pelengkap lainnya adalah mentimun dan mie kuning.

Pempek merupakan salah satu makanan populer di Indonesia dan sudah tersedia di berbagai daerah. Meski demikian, akan menjadi berbeda jika Anda menikmatinya di daerah asal. Di Palembang, mudah sekali menemukannya karena banyak tersebar di seantero kota, termasuk juga di daerah lain di Sumsel.

Laksan Khas Palembang

Laksan Kuliner Khas Palembang
credit: Gunawan Kartapranata / CC BY-SA 4.0

Bahan dasar ikan sangat mendominasi makanan tradisional di Palembang. Laksan salah satunya. Bahannya adalah ikan giling dan tepung terigu. Dibentuk cenderung oval dengan rasa yang hampir sama dengan pempek. Sebagai pembeda, laksan dimasak dengan kuah santan berbumbu rempah, cabai dan ebi.

Mie Celor Palembang

Mie Celor Kuliner Palembang
credit: Asel Arba Mayranda / CC BY-SA

Beberapa daerah memiliki olahan mie tersendiri. Demikian juga Palembang dengan hidangan mienya yang unik karena berkuah santan dan berkaldu ebi. Mie Celor namanya. Disajikan dengan irisan telur, bertabur seledri, daun bawang dan bawang goreng. Ukuran mienya lebih besar, mirip Mie Aceh.

Tekwan Khas Palembang

Tekwan Kuliner Khas Sumatera Selatan
credit: Midori / CC BY-SA

Seperti Laksan, Tekwan adalah hidangan turunan dari Pempek dengan pengolahan berbeda. Memadukan daging ikan dan tapioka lalu dibentuk bulat-bulat kecil. Kuahnya kuah ebi yang khas dan disajikan bersama sohun, irisan bengkoang, mentimun dan jamur. Ditaburi daun bawang, seledri dan bawang goreng.

Lakso Khas Palembang

Makanan Lakso
credit: Gunawan Kartapranata / CC BY-SA

Bagi penyuka mie, selain Mie Celor, Palembang juga punya Lakso. Mie ini juga berkuah santan, namun lebih kekuning-kuningan. Lakso biasanya dicampur ikan dan disajikan bersama taburan bawang goreng. Lakso Palembang sejauh ini merupakan makanan Palembang, salah satu yang populer untuk sarapan.

Nasi Minyak Palembang

Masakan Nasi Minyak Sumatera Selatan
credit: Gunawan Kartapranata / CC BY-SA

Serupa dengan nasi kebuli, Nasi Minyak juga merupakan hidangan yang mendapat pengaruh Arab. Nasi ini dimasak bersama minyak samin dan rempah-rempah Nusantara – Timur-Tengah. Dalam sejarahnya, olahan nasi khas Sumatera Selatan ini merupakan hasil asimilasi budaya Melayu Palembang dan budaya Arab.

Nasi Minyak Palembang merupakan hidangan istimewa yang awalnya hanya disajikan pada acara-acara tertentu saja. Namun, saat ini banyak warung maupun restoran yang menjualnya. Sebagai sajian istimewa, pelengkapnya juga kaya, termasuk malbi, sate pentol, ayam goreng, kismis, sambal nanas dan lain-lain.

Martabak Palembang

Martabak Khas Palembang
credit: fitri agung / CC BY

Tersebutlah nama Haji Abdul Rozak (HAR), saudagar Palembang keturunan India yang memperkenalkan varian lain dari martabak. Martabak HAR namanya. Restorannya dibuka pertama kali tahun 1947 di Palembang hingga tersebar di mana-mana. Karena bermula di Palembang, sering juga disebut Martabak Palembang.

Martabak HAR berbahan tepung terigu dengan isian telor bebek dan telor ayam. Disajikan dengan kuah kari yang khas dari campuran kentang, air dan rempah-rempah. Meski berasal dari India, Martabak HAR berbeda karena lebih renyah dan kuahnya tidak terlalu kental, aromanya pun tidak menyengat seperti di India.

Kuliner Celimpungan

Celimpungan Plembang
credit: ksmtour.com

Celimpungan termasuk varian dari empek-empek Palembang. Diolah seperti halnya Laksan yang dimasak dengan kuah santan. Dalam Celimpungan, adonan tepung dan ikan dibentuk bulat pipih. Dicampur dengan kuah santan dan racikan bumbu-bumbu lainnya. Penyajian Celimpungan biasanya dengan sambal goreng.

Burgo Khas Palembang

Burgo Plembang
credit: Gunawan Kartapranata / CC BY-SA 4.0

Jika ada lakso, laksan dan celimpungan, biasanya juga ada burgo di warung-warung makanan khas Palembang. Bahan utama penekuk burgo ini adalah beras, ikan, tepung dan air. Proses pembuatannya melibatkan bumbu-bumbu yang khas. Kudapan ini dihidangkan selagi hangat dengan kuah berwarna putih ditaburi bawang goreng.

Jajanan Kue Gandus

Kue Gandus Khas Palembang
credit: Vina Raihani / CC BY-SA

Kuliner khas Palembang selanjutnya berupa kue yang dikenal dengan nama Kue Gandus. Ini adalah jajanan atau camilan harian Wong Kito. Bahan dasarnya adalah tepung beras, diberi toping abon sapi berhias bawang, cabai dan daun seledri. Wajib kiranya mencari kue ini. Rasanya enak, baik dinikmati pagi maupun sore hari.

Masakan Pindang Patin

Masakan Pindang Patin Sumsel
credit: Gunawan Kartapranata / CC BY-SA

Pindang Patin merupakan lauk khas Palembang. Ini hanyalah salah satu dari ragam masakan pindang ikan di Palembang. Banyak jenis ikan lain yang dipindang. Pengolahannya sederhana dengan bumbu serai, kunyit, lengkuas, cabai dan asam kandis. Selain pindang ikan, di Palembang juga ada pindang daging, tulang, dll.

Jajanan Kue Maksuba

Kue Maksuba Palembang
credit: Midori / CC BY-SA

Kuliner khas Kota Palembang juga termasuk Kue Maksuba dan Kue 8 Jam. Keduanya berbahan dasar sama, hanya cara pembuatannya berbeda. Bisa dikatakan, Kue Maksuba adalah Kue Lapis khas Palembang. Dibuat secara berlapis-lapis, baik pengerjaan maupun hasil akhirnya memang mirip dengan Kue Lapis.


Demikian 12 kuliner khas Palembang Sumsel. Tentu, masih banyak jajanan atau makanan tradisional lainnya. Minuman khas pun juga ada. Satu yang direkomendasikan adalah es kacang merah untuk menemani salah satu makanan di atas. Tidak lupa juga kemplang, camilan berupa krupuk khas Palembang.

Tertarik untuk lebih lanjut mengenal kota yang juga dijuluki Venice of the East (“Venesia dari Timur”) ini? baca juga Pakaian Adat Palembang dan Daftar Tari Sumatera Selatan. Sementara itu, jika membutuhkan penginapan atau hotel, lihat daftar hotel bagus dan murah di Palembang melalui tombol berikut ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *