Tari Tradisional Jawa Barat – Daftar 10 Nama Tarian Khas Sunda & Cirebon

Tari Tradisional Jawa Barat. Melalui keberadaan Suku Sunda, citarasa budaya Jawa Barat menjadi cukup berbeda dengan wilayah lain di Pulau Jawa. Parahyangan atau Priangan sebagai pusat kebudayaan Sunda merupakan tempat lahir beragam kesenian, termasuk tari-tarian.

Di samping itu, produk budaya di Jawa Barat juga diperkaya oleh uniknya kebudayaan Cirebon. Secara geografis sangat memungkinkan persilangan budaya di wilayah ini. Selain dua kekuatan kultural, Jawa dan Sunda, akulturasi dengan budaya Arab, Cina dan India juga dimungkinkan.

Wayang Golek dan Angklung merupakan contoh seni identitas budaya Jawa Barat yang telah mendunia. Selain dua kesenian tersebut, kebudayaan Jawa Barat juga mencakup banyak tarian tradisional. Beberapa tari tradisional Jawa Barat telah tersaji dalam daftar di bawah ini

Ragam Tari Tradisional Daerah Jawa Barat

Tari Ketuk Tilu

Tari Ketuk Tilu Jawa Barat
sumber : youtube.com/watch?v=Xeb4BWnnAyQ

Ketuk Tilu adalah tarian khas Jawa Barat yang di masa awal diduga kuat sebagai sarana ritual penyambutan panen padi. Seiring perkembangannya, banyak perubahan pada fungsi dan bentuknya hingga menjadi tarian pergaulan yang berfungsi hanya sebagai hiburan.

Perihal namanya, istilah Ketuk Tilu merujuk pada 3 buah ketuk (bonang) sebagai pengiring utama yang menghadirkan pola irama rebab. Ada juga dua kendang, indung (besar) dan kulanter (kecil) yang berfungsi mengatur dinamika tari dengan iringan kecrek dan gong.

Tari Ketuk Tilu biasa tampil pada berbagai acara, seperti perkawinan dan acara lain, baik umum maupun khusus. Di desa-desa tertentu, pertunjukannya bisa berlangsung semalam suntuk. Tarian Ketuk Tilu inilah yang di kemudian hari menjadi cikal bakal tari Jaipongan.

Tari Topeng

Tari Topeng Cirebon
sumber : khoirulanwar.net

Tari Topeng atau Tari Topeng Cirebon adalah kesenian asli Cirebon, tumbuh dan berkembang di wilayah Kesultanan Cirebon, Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari, dan Brebes. Dalam prakteknya tarian ini menggunakan properti topeng atau kedok.

Tari ini bisa dimainkan oleh satu orang, namun terkadang juga melibatkan beberapa orang. Penarinya di sebut dalang karena mereka memainkan karakter dari topeng yang terkenal dengan sebutan Topeng Panca Wanda, yakni Panji, Samba, Rumyang, Patih dan Kelana.

Tarian Topeng Cirebon memiliki banyak gaya tarian yang telah mendapat pengakuan secara adat. Ada proses pewarisan yang erat hubungannya dengan adat istiadat suatu desa atau daerah sehingga masing-masing memiliki tari topeng dengan kekhasan tersendiri.

Tari Jaipong

Tari Jaipong Jawa Barat
sumber : www.wacana.co

Tari Jaipong adalah salah satu tarian daerah Jawa Barat yang cukup populer di Indonesia. Jaipongan merupakan gabungan dari Pencak Silat, Wayang Golek, Topeng Banjet, Tarian Ketuk Tilu serta beberapa elemen seni tradisi lain di Karawang, Jawa Barat.

Kesenian tari yang menjadi salah satu identitas kesenian Jawa Barat ini termasuk tari pergaulan tradisional. Sejak H. Suanda pada mengkreasikan tari ini pada kisaran 1976, tarian ini berkembang pesat seiring besarnya apresiasi masyarakat Karawang dan sekitarnya.

Tari Jaipongan acap kali ikut memeriahkan acara penting yang berkaitan dengan kedatangan tamu negara asing. Sering juga hadir pada misi-misi kesenian ke mancanegara. Tari inilah yang kemudian berpengaruh besar pada kesenian lain di Jawa Barat.

Angklung Bungko

Tari Angklung Bungko Cirebon
sumber : puterawillian.blogspot.com

Angklung Bungko adalah tari yang tumbuh di daerah Bungko, Cirebon Utara. Awalnya berupa kesenian musik ritmis bermediakan kentongan. Seiring berjalannya waktu, berkembang menjadi tarian dengan iringan alat musik gendang, angklung, tutukan, klenong, dan gong.

Tari ini termasuk dalam genre tari perang dengan filosofi yang cukup dalam bagi masyarakat Bungko, tentang totalitas kehidupan komunal yang demokratis. Tarian ini berkaitan dengan sejarah mereka yang berhasil mematahkan serangan dari pasukan Pangeran Pekik.

Meskipun belum diketahui siapa yang pertama kali menciptakannya, awal kelahirannya diperkirakan abad ke-17 yakni setelah wafatnya Sunan Gunung Jati. Tarian ini sering mewarnai upacara Ngunjung, yaitu upacara untuk berkunjung atau khaul kepada makam leluhur.

Tari Wayang

Tari Wayang
sumber : budayajawa.id

Seperti tersirat pada namanya, Tari Wayang merupakan genre tarian khas Jawa Barat yang berlatarbelakangkan cerita Wayang. Oleh karena itu gerak dasarnya berasal dari penokohan dan jabatan Wayang. Tari Wayang umumnya tersaji dengan iringan gamelan salendro.

Tarian Wayang merupakan tari tradisional Jawa Barat yang khas. Tarian ini memiliki beberapa ciri utama, di antaranya menggambarkan dan jabatan tokoh wayang, ada tingkatan karakter atau watak tertentu, serta bisa tampil secara massal, duet, maupun tunggal.

Tari Keurseus

Tari Keurseus
sumber : youtu.be/bLAdVAJYEXw

Tari Keurseus adalah tari tradisional Jawa Barat yang awalnya merupakan tari tayub yaitu tarian yang penarinya adalah para menak (pejabat). Penyususn tarian ini adalah R. Sambas Wirakoesoemah, lurah Rancaekek (Bandung) tahun 1915-1920 dan 1926-1935.

Tari Tayub dulunya dilakukan oleh para penari yang terpengaruh minuman keras, sehingga mereka menari tanpa ada gerakan dasar. Dengan tujuan untuk menata budi para menak maka R. Sambas Wirakoesoemah mendirikan perguruan tari dan menyusun kembali tari tersebut.

Perguruan tarinya bernama Wirahmasari. Pelajaran yang beliau ajarkan secara sistematis pada murid muridnya dalam bahasa Belanda istilahnya adalah Cursus. Dalam lafal sunda menjadi Keurseus, sehingga tari ini lebih terkenal dengan nama Tari Keurseus.

Tari Buyung

Tari Buyung
sumber : sleviah.blogspot.com

Tari Buyung merupakan satu di antara tarian tradisional Jawa Barat yang biasanya tampil dalam memeriahkan upacara Seren Taun, upacara panen padi khas Jawa Barat. Tarian ini tercipta tahun 1969 oleh Emalia Djatikusumah, istri dari seorang sesepuh adat, Pangeran Djatikusumah.

Buyung merupakan istilah yang biasa untuk menyebut tempat air yang terbuat dari tanah liat. Dalam tarian ini, penari akan menari di atas kendi, sementara di kepalanya ada buyung yang tidak boleh sampai jatuh. Biasanya penarinya adalah 12 penari perempuan berkebaya.

Ronggeng Bugis

Tari Ronggeng Bugis
sumber : sleviah.blogspot.com

Tari Ronggeng Bugis merupakan tarian Jawa Barat dari Cirebon. Sebuah tarian komedi yang melibatkan 12 – 20 penari berdandan dan menari seperti perempuan. Tidak cantik karena penarinya lebih mirip badut, memakai riasan sedemikian rupa sehingga mengundang gelak tawa.

Sejarah tari ini dilatarbelakangi oleh ketegangan antara kerajaan Cirebon dengan Kerajaan Islam. Sunan Gunung Djati selaku Raja Cirebon menyuruh seorang kerabat dari Bugis untuk memata-matai atau yang saat itu terkenal dengan istilah “telik sandi” Kerajaan Pajajaran.

Oleh karena itu, tarian Ronggeng Bugis juga terkadang dinamakan Tari Telik Sandi. Tarian ini tampil dengan iringan alat musik tradisional dari Jawa Barat, seperti Kelenang, Gong kecil, Kendang, Kecil, dan Kecrek.

Tari Sintren

Tari Sintren
sumber : www.pesona.travel

Sintren atau dikenal juga sebagai Lais merupakan tari tradisional Jawa Barat dan juga Jawa Tengah. Kesenian ini menyebar di sekitar wilayah pesisir utara, Indramayu, Cirebon, Jatibarang, Brebes, Tegal, Banyumas, Kuningan, hingga Pekalongan.

Sebuah tarian mistis yang bersumber dari kisah cinta Sulandono dan Sulasih yang terhalang restu ayah Sulandono, Ki Bahurekso. Akhirnya Sulandono memilih bertapa dan Sulasih menjadi penari. Meski terpisah, masyarakat menyakini keduanya selalu bertemu di alam gaib.

Penari tari ini adalah gadis suci, melibatkan seorang pawang dan pengiring gending berjumlah 6 orang. Mula-mula, penari masuk dalam kurungan ayam tertutup kain. Pawang mengitarinya untuk memanggil roh bidadari. Jika berhasil, ketika di buka penari kerasukan dan mulai menari.

Tari Sampiung

Tari Sampiung
sumber : budaya-indonesia.org

Tarian Sampiung merupakan tari Jawa Barat yang pada mulanya berfungsi sebagai bagian dari upacara adat Sunda, seperti Upacara Seren Taun, Ngaruat, Rebo Wekasan dll. Juga, acap kali tampil pada hari-hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Nama tarian ini berasal dari lagu pengiringnya yang berjudul Sampiung. Ada yang menyebutnya Tari Ngekngek karena waditra pengiringnya adalah Tarawangsa (sejenis Rebab) yang terkenal dengan sebutan Ngekngek. Ada juga yang menyebut Tari Jentreng, merujuk alat musik pengiring lainnya.


Tarian dari Jawa Barat sangatlah banyak dan yang ada dalam daftar di atas hanya sebagian kecilnya saja. Untuk memperkaya pengetahuan Anda mengenai tari-tarian di Pulau Jawa, baca juga Tari Tradisional Jawa Timur dan Tari Tradisional Jawa Tengah. Atau, baca juga Rumah Adat Jawa Tengah.

7 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *