• sumber : www.pesona.travel
  • sumber : sleviah.blogspot.com
  • sumber : budaya-indonesia.org
  • sumber : youtu.be/bLAdVAJYEXw
  • sumber : budayajawa.id
  • sumber : sleviah.blogspot.com

10 Tari Tradisional Jawa Barat – Tarian Dalam Budaya Sunda dan Cirebon

Tari Tradisional Jawa Barat. Melalui keberadaan Suku Sunda, citarasa budaya Jawa Barat menjadi cukup berbeda dengan wilayah lain di Pulau Jawa. Parahyangan atau Priangan sebagai pusat kebudayaan Sunda merupakan tempat lahir beragam kesenian, termasuk tari-tarian.

Di samping itu, produk budaya di Jawa Barat juga diperkaya oleh uniknya kebudayaan Cirebon. Secara geografis sangat memungkinkan persilangan budaya di wilayah ini. Selain dua kekuatan kultural, Jawa dan Sunda, akulturasi dengan budaya Arab, Cina dan India juga dimungkinkan.

Wayang Golek dan Angklung merupakan contoh seni identitas budaya Jawa Barat yang telah mendunia. Selain dua kesenian tersebut, kebudayaan Jawa Barat juga mencakup banyak tarian tradisional. Beberapa tari tradisional Jawa Barat telah disajikan dalam daftar dibawah ini


Ragam Tari Tradisional Jawa Barat


1. Tari Ketuk Tilu

Tari Ketuk Tilu Jawa Barat
sumber : youtube.com/watch?v=Xeb4BWnnAyQ

Ketuk Tilu adalah tarian khas Jawa Barat yang di masa awal diduga kuat sebagai sarana ritual penyambutan panen padi. Seiring perkembangannya, banyak perubahan pada fungsi dan bentuknya hingga menjadi tarian pergaulan yang difungsikan hanya sebagai hiburan.

Perihal namanya, istilah Ketuk Tilu merujuk pada 3 buah ketuk (bonang) sebagai pengiring utama yang menghadirkan pola irama rebab. Ada juga dua kendang, indung (besar) dan kulanter (kecil) yang berfungsi mengatur dinamika tari dengan diiringi oleh kecrek dan gong.

Tari Ketuk Tilu biasa digelar pada berbagai acara, seperti perkawinan dan acara lain, baik umum maupun khusus. Di desa-desa tertentu, pertunjukannya bisa berlangsung semalam suntuk. Tarian Ketuk Tilu inilah yang dikemudian hari menjadi cikal bakal tari Jaipongan.


2. Tari Topeng

Tari Topeng Cirebon
sumber : khoirulanwar.net

Tari Topeng atau Tari Topeng Cirebon adalah kesenian asli Cirebon, tumbuh dan berkembang di wilayah Kesultanan Cirebon, Subang, Indramayu, Jatibarang, Majalengka, Losari, dan Brebes. Dalam prakteknya tarian ini menggunakan properti topeng atau kedok.

Tari ini bisa dimainkan oleh satu orang, namun terkadang juga dibawakan oleh beberapa orang. Penarinya disebut dalang karena mereka memainkan karakter dari topeng yang dikenal sebagai Topeng Panca Wanda, yakni Panji, Samba, Rumyang, Patih dan Kelana.

Tarian Topeng Cirebon memiliki banyak gaya tarian yang telah diakui secara adat. Ada proses pewarisan yang erat hubungannya dengan adat istiadat suatu desa atau daerah sehingga masing-masing memiliki tari topeng dengan kekhasan tersendiri.


3. Tari Jaipong
Tari Jaipong Jawa Barat
sumber : kaskus.co.id

Tari Jaipong adalah salah satu tarian daerah Jawa Barat yang cukup populer di Indonesia. Jaipongan merupakan gabungan dari Pencak Silat, Wayang Golek, Topeng Banjet, Tarian Ketuk Tilu serta beberapa elemen seni tradisi lain di Karawang, Jawa Barat.

Kesenian tari yang menjadi salah satu identitas kesenian Jawa Barat ini termasuk tari pergaulan tradisional. Sejak dikreasikan H. Suanda pada kisaran 1976, tari ini berkembang pesat seiring besarnya apresiasi masyarakat Karawang dan sekitarnya.

Tari Jaipongan acap kali dipertunjukkan pada acara penting yang berkaitan dengan kedatangan tamu negara asing. Sering juga digunakan pada misi-misi kesenian ke manca negara. Tari inilah yang kemudian berpengaruh besar pada kesenian lain di Jawa Barat.


4. Tari Angklung Bungko

Tari Angklung Bungko Cirebon
sumber : puterawillian.blogspot.com

Angklung Bungko adalah tari yang tumbuh di daerah Bungko, Cirebon Utara. Awalnya berupa kesenian musik ritmis bermediakan kentongan. Seiring berjalannya waktu berkembang menjadi tarian dengan diiringi alat musik gendang, angklung, tutukan, klenong, dan gong.

Tari ini bisa dikatakan sebagai tari perang dengan filosofi yang cukup dalam bagi masyarakat Bungko, tentang totalitas kehidupan komunal yang demokratis. Tari ini berkaitan dengan sejarah mereka yang berhasil mematahkan serangan dari pasukan Pangeran Pekik.

Meskipun belum diketahui siapa yang pertama kali menciptakannya, awal kelahirannya diperkirakan abad ke-17 yakni setelah wafatnya Sunan Gunung Jati. Tarian ini sering mewarnai upacara Ngunjung, yaitu upacara untuk berkunjung atau khaul kepada makam leluhur.


5. Tari Wayang

Tari Wayang
sumber : budayajawa.id

Seperti diisyaratkan oleh namanya, Tari Wayang merupakan genre tarian khas Jawa Barat yang berlatarbelakangkan cerita Wayang. Oleh karena itu gerak dasarnya diambil dari penokohan dan jabatan Wayang. Tarian Wayang umumnya diiringi oleh gamelan salendro.

Tarian Wayang merupakan tari tradisional Jawa Barat yang khas. Tarian ini memiliki beberapa ciri utama, diantaranya menggambarkan dan jabatan tokoh wayang, ada tingkatan karakter atau watak tertentu, serta ada yang disajikan massal, duet serta tunggal.


6. Tari Keurseus
Tari Keurseus
sumber : youtu.be/bLAdVAJYEXw

Tari Keurseus adalah tari tradisional Jawa Barat yang awalnya dikenal sebagai tari tayub yaitu tarian yang dilakukan oleh para menak (pejabat). Tari ini disusun oleh R. Sambas Wirakoesoemah, lurah Rancaekek (Bandung) tahun 1915-1920 dan 1926-1935.

Tari Tayub dulunya dilakukan oleh para penari yang terpengaruh minuman keras, sehingga mereka menari tanpa ada gerakan dasar. Dengan tujuan untuk menata budi para menak maka R. Sambas Wirakoesoemah mendirikan perguruan tari dan menyusun kembali tari tersebut.

Perguruan tarinya diberi nama Wirahmasari. Pelajaran yang diajarkan secara sistematis pada murid muridnya dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah Cursus. Dalam lafal sunda menjadi Keurseus, sehingga tari ini lebih dikenal dengan nama Tari Keurseus.


7. Tari Buyung

Tari Buyung
sumber : sleviah.blogspot.com

Tari Buyung merupakan satu diantara tarian tradisional Jawa Barat yang biasanya disajikan untuk memeriahkan upacara Seren Taun, upacara panen padi khas Jawa Barat. Tarian ini tercipta tahun 1969 oleh Emalia Djatikusumah, istri dari seorang sesepuh adat, Pangeran Djatikusumah.

Buyung merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menyebut tempat air yang terbuat dari tanah liat. Dalam tarian ini, penari akan menari diatas kendi, sementara dikepalanya ada buyung yang harus diusahakan tidak boleh jatuh. Biasanya dibawakan 12 penari perempuan berkebaya.


8. Tari Ronggeng Bugis

Tari Ronggeng Bugis
sumber : sleviah.blogspot.com

Tari Ronggeng Bugis merupakan tarian Jawa Barat dari Cirebon. Sebuah tarian komedi yang dimainkan 12 – 20 penari berdandan dan menari seperti perempuan. Tidak cantik karena penarinya lebih mirip badut, dirias sedemikian rupa sehingga mengundang gelak tawa.

Sejarah tari ini dilatarbelakangi oleh ketegangan antara kerajaan Cirebon dengan Kerajaan Islam. Sunan Gunung Djati selaku Raja Cirebon menyuruh seorang kerabat dari Bugis untuk memata-matai atau saat itu dikenal dengan istilah “telik sandi” Kerajaan Pajajaran.

Oleh karena itu tarian Ronggeng Bugis juga sering disebut Tari Telik Sandi. Tarian ini dipertunjukan dengan diiringi oleh alat musik tradisional dari Jawa Barat, seperti Kelenang, Gong kecil, Kendang, Kecil, dan Kecrek.


9. Tari Sintren
Tari Sintren
sumber : www.pesona.travel

Sintren atau dikenal juga sebagai Lais merupakan tari tradisional Jawa Barat dan juga Jawa Tengah. Kesenian ini menyebar disekitar wilayah pesisir utara, Indramayu, Cirebon, Jatibarang, Brebes, Tegal, Banyumas, Kuningan, hingga Pekalongan.

Sebuah tarian mistis yang bersumber dari kisah cinta Sulandono dan Sulasih yang terhalang restu ayah Sulandono, Ki Bahurekso. Akhirnya Sulandono memilih bertapa dan Sulasih menjadi penari. Meski terpisah, keduanya diyakini selalu bertemu di alam gaib.

Tari ini ditarikan gadis suci, dibantu pawang dan diiringi gending 6 orang. Mula-mula, penari dimasukkan dalam kurungan ayam tertutup kain. Pawang mengitarinya untuk memanggil roh bidadari. Jika berhasil, ketika dibuka penari kerasukan dan mulai menari.


10. Tari Sampiung

Tari Sampiung
sumber : budaya-indonesia.org

Tarian Sampiung merupakan tari Jawa Barat yang pada mulanya dipertunjukan sebagai bagian dari upacara adat Sunda, seperti Upacara Seren Taun, Ngaruat, Rebo Wekasan dll. Juga, acap kali ditampilkan pada hari-hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan RI.

Nama tarian ini diambil dari lagu pengiringnya berjudul Sampiung. Ada yang menyebutnya Tari Ngekngek karena waditra pengiringnya adalah Tarawangsa (sejenis Rebab) yang sering disebut Ngekngek. Disebut juga Tari Jentreng, merujuk alat musik pengiring lainnya.


Tarian dari Jawa Barat sangatlah banyak dan yang ada dalam daftar diatas hanya sebagian kecilnya saja. Untuk memperkaya pengetahuan sobat mengenai tari-tarian di Pulau Jawa, baca juga Tari Tradisional Jawa Timur dan Tari Tradisional Jawa Tengah.

  • 2
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *