• sumber : ikocak.com

Calonarang – Dramatari Bali yang Sarat Ritual Magis

posted in: Bali, Drama, Sejarah, Seni dan Budaya | 0

Dramatari Calonarang, Bali. Calon Arang adalah nama dari seorang tokoh dalam cerita rakyat Jawa dan Bali yang berkembang pada kisaran abad ke-12 yakni pada zaman pemerintahan Airlangga di Kahuripan (Jawa Timur). Dikatakan bahwa dia adalah seorang janda yang menguasai ilmu hitam yang acap kali merusak hasil panen para petani serta menjadi penyebab datangnya penyakit.

Dikisahkan bahwa Calon Arang memiliki puteri cantik bernama Ratna Manggali yang dikatakan kesulitan mencari suami lantaran semua orang takut pada ibunya. Calon Arang pun marah dan bermaksud untuk mencelakakan warga desa dengan menculik seorang gadis muda yang kemudian dikorbankan kepada Dewi Durga. Hari berikutnya, banjir besar melanda desa hingga banyak orang meninggal.

Raja Airlangga yang mengetahui hal tersebut menjadi geram dan meminta Empu Baradah untuk mengatasinya. Empu Baradah selanjutnya meminta salah satu muridnya yakni Empu Bahula untuk menikahi Ratna Manggali.

Alhasil dengan pernikahan tersebut Empu Bahula pun dengan mudah mendapatkan buku yang berisi ilmu-ilmu sihir milik Calon Arang. Sadar bahwa buku pusakanya dicuri, Calon Arang pun marah dan memutuskan untuk melawan Empu Baradah. Tanpa bantuan Dewi Durga akhirnya Calon Arang pun kalah dan sejak saat itu kehidupan warga desa pun menjadi aman.

Dalam Wikipedia disebutkan bahwa tidak diketahui lagi siapa yang mengarang cerita diatas. Salinan teks Latin yang sangat penting berada di Belanda, yaitu dalam Jurnal Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 82 (1926) halaman 110-180.

Di Bali, kisah diatas diangkat dalam sebuah dramatari tradisional yang sarat dengan ritual magis. Kesenian ini cenderung melakonkan kisah-kisah yang berkaitan dengan ilmu sihir, ilmu hitam maupun ilmu putih yang lebih dikenal dengan Pangiwa/Pengleyakan dan Panengen.

Dramatari Calonarang sering disebut sebagai pertunjukan adu kekebalan karena pada beberapa bagian dari pertunjukannya menampilkan adegan adu kekuatan dan kekebalan. Memperagakan adegan kematian bangke-bangkean, menusuk rangda dengan senjata tajam secara bebas. Selain cerita Calon Arang, juga ada cerita lain yang juga kerap ditampilkan yakni cerita Basur yang merupakan cerita rakyat yang amat popular dikalangan masyarakat Bali.

Calonarang dikatakan sebagai perpaduan dari tiga unsur diantaranya :

  1. Babarongan yang diwakili oleh Barong Ket, Rangda dan Celuluk
  2. Pagambuhan yang diwakili oleh Condong, Putri, Putri Manis (Panji) dan Patih Keras (Pandung)
  3. Palegongan dengan diwakili oleh Sisiya-sisiya (Murid-murid)

Selebihnya dalam Drama Tari Calonarang juga terdapat tokoh penting lainnya yakni Matah Gede dan Bodres. Calonarang juga sering disamakan dengan pertunjukan Barong Ket karena selalu menampilkan Barong Ket.

Dalam pagelarannya Kesenian Tradisional Calonarang biasa diiringi oleh Gamelan Semar Pangulingan, Bebarongan serta Gong Kebyar. Sedangkan sebagai tempat pementasannya biasa digelar di area dekat kuburan atau Pura Dalem. Area pementasan selalu dilengkapi dengan sebuah balai tinggi (Trajangan atau Tingga) dan pohon papaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *