Pakaian Adat Jambi – 2 Busana Tradisional Khas Melayu dan Kerinci Jambi

Masyarakat Jambi adalah masyarakat heterogen yang terdiri dari berbagai suku bangsa. Meskipun begitu, terdapat beberapa suku yang merupakan penduduk asli provinsi tersebut, yakni suku Jambi, suku Kerinci, dan suku Anak Dalam. Terkait dengan tradisi berbusana, pakaian adat Jambi merujuk pada ketiga suku tersebut.

Sebagai yang terbesar dalam segi jumlah, masyarakat suku Jambi atau Melayu Jambi sangatlah mendominasi nuansa kebudayaan provinsi Jambi. Suku Kerinci yang memiliki kebudayaan mirip dengan suku Minangkabau juga menawarkan warna budaya tersendiri, termasuk juga memiliki pakaian adat tradisional yang khas.

Adapun suku Kubu atau suku Anak Dalam merupakan suku bangsa minoritas yang hidup secara berpindah-pindah di hutan Taman Nasional Bukit Duabelas. Pakaian mereka sangat sederhana, yakni cawat untuk pria dan bawahan untuk wanita. Wanita mengenakan penutup dada hanya ketika bertemu seseorang dari luar suku.

Oleh karenanya, sehubungan dengan busana tradisional Jambi, selanjutnya hanya dijelaskan mengenai busana Melayu Jambi dan busana Kerinci. Suku Jambi termasuk Melayu Deutro (Melayu Muda), sementara suku Kerinci adalah Proto Melayu (Melayu Tua), sehingga keduanya memiliki adat berbusana yang cukup berbeda.

Ragam Pakaian Adat Tradisional Jambi

Pakaian Tradisional Melayu Jambi

Busana Adat Melayu Jambi
credit: pixabay/catur-nanang

Jumlah penduduk asli Jambi tahun 2010 mencapai 44,66% dari total keseluruhan penduduk Jambi. Karena 34,66% di antaranya adalah suku Melayu, budaya Melayu pun begitu kuat mewakili kebudayaan daerah Jambi. Warisan budaya berupa pakaian adat Melayu Jambi yang tetap lestari hingga saat ini, berikut ini rinciannya:

Busana Adat Pria

Dalam pakaian adat Melayu Jambi, laki-laki mengenakan lacak, yakni penutup kepala terbuat dari beludru yang terdiri dari dua bagian, bagian depan menjulang lebih tinggi. Lacak memiliki hiasan motif daun, tangkai dan bunga yang mekar, serta pada sisi kirinya terdapat motif tali ruci dan hiasan bungo ruci berwana putih.

Bajunya baju kurung tanggung (tidak sampai pergelangan tangan) dan berlengan panjang. Bahannya beludru dengan sulaman benang emas. Terdapat motif kembang bertabur atau kembang tagapo dan kembang melati pada bagian tengah, adapun bagian pinggir bajunya bermotif kembang berangkai atau pucuk rebung.

Pada bagian atas juga terdapat tutup dada dengan bentuk mirip bunga teratai yang melingkari leher menyerupai kerah. Laki-laki juga memakai perhiasan berupa gelang klat bahu dari logam pada kedua tangannya. Serta, selempang songket motif bunga berangkai warna merah keungu-unguan yang menyilangi badan.

Penutup bagian bawah adalah cangge (celana) dari beludru. Celana ini telah lengkap dengan tali yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Selanjutnya pada bagian pinggang terdapat lilitan sarung songket dan pending berupa rantai dari logam. Kelengkapan lainnya adalah keris dan selop atau alas kaki setengah sepatu.

Busana Adat Wanita

Pakaian adat tradisional untuk wanita Melayu Jambi terdiri dari kain sarung songket dan selendang songket berwarna merah. Penutup atasnya berupa baju kurung tanggung yang berhiaskan sulaman benang emas. Baju kurung ini menghadirkan motif hiasan berupa bunga melati, kembang tagapo, dan pucuk rebung.

Salah satu yang khas dari pakaian adat wanita Jambi adalah pesangkon, penutup kepala dari beludru warna merah. Ada juga yang menyebutnya duri pandan karena pada bagian depan terdapat hiasan logam kuning berbentuk duri pandan. Untuk memperindahnya, ada juga hiasan sulaman emas motif bunga melati pecah.

Kelengkapan busana adat wanita cenderung lebih meriah ketimbang busana pria, ini termasuk perhiasan anting-anting motif kupu-kupu atau gelang banjar. Ada juga tiga jenis kalung, yakni kalung tapak, kalung jayo, dan kalung rantai sembilan. Jari-jari tangan berhias cincin pacat kenyang dan cincin kijang atau capung.

Jumlah gelang pada busana wanita pun lebih banyak dan beragam, terdiri dari 2 buah gelang klat bahu di masing-masing lengan, gelang kano, gelang ceper, dan gelang buku beban. Tidak hanya melingkari pergelangan tangan, ada juga gelang pada pergelangan kaki, yakni gelang nago betapo dan gelang ular melingkar.

Kelengkapan busana lainnya adalah teratai dada seperti tutup dada pada busana pria, namun dengan bentuk motif yang lebih besar. Selebihnya, memakai pending dan sabuk (bentuk motif lebih besar ketimbang pria), selendang, dan selop atau alas kaki yang hampir sama dengan yang dikenakan dalam busana pria.

Pakaian Tradisional Suku Kerinci

Baju Adat Tradisional Kerinci Jambi
credit: Rico yuliyanto, CC BY-SA 4.0, edited

Suku Kerinci memiliki bahasa dan budaya mirip dengan suku Minangkabau Sumatera Barat, termasuk sama-sama menganut sistem matrilineal. Selain itu, suku Kerinci memiliki aksara yang khas, yakni aksara incung. Begitu pula dengan pakaian adat Kerinci yang memiliki bentuk dan corak tersendiri, rinciannya sebagai berikut:

Busana Adat Pria

Pakaian adat tradisional laki-laki Kerinci meliputi baju teluk belanga warna hitam yang berhias sulaman benang emas pada bagian dada. Bawahan berupa celana berwarna dan bermotif senada dengan bajunya. Selanjutnya, memakai selempang di pinggang dan aksesoris berupa keris yang melambangkan jiwa kesatrian.

Dominasi warna hitam pada pakaian adat Kerinci Jambi melambangkan rakyat yang berarti kekuatan. Sementara itu, warna kuning dari sulaman benang emas menjadi simbol dari kekuasaan yang mewakili undang dan lembago. Pakaian tradisional ini biasa dipakai oleh pemangku adat dan pengantin laki-laki suku Kerinci.

Busana Adat Wanita

Busana adat wanita berupa baju kurung panjang sebatas lutut. Berwarna hitam dengan hiasan merah sulam emas pada lengan dan bagian bawah bajunya. Memakai selempang songket berwarna sama dengan hiasan baju. Bawahannya adalah that, kain songket merah bermotif geometris dan lupis berlubang warna emas.

Busana ini termasuk kuluk, yakni penutup kepala bertingkat yang memadukan warna merah dan hitam dengan motif geometris. Salah satu ujungnya memiliki umbai tembaga yang panjang, ujung lainnya berumbai pendek. Selebihnya, wanita juga memakai sejumlah perhiasan berupa kalung, gelang dan anting dari kuningan.


Demikian sekilas perihal ragam pakaian adat tradisional provinsi Jambi. Untuk lebih mengenal produk kebudayaan masyarakat Jambi, Anda juga perlu membaca Daftar Tarian Khas Daerah Jambi. Atau, baca juga ragam busana adat lainnya dalam Pakaian Tradisional Sumatra Barat dan Pakaian Adat Tradisional Riau.

Referensi:

  1. bappeda.jambikota.go.id/index…
  2. ennyzaliavari.blogspot.com/20…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *