Kuliner Khas Malang Raya – 5 Makanan Khas Arema Yang Wajib Anda Coba

Kuliner Khas Malang. Sebagai salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia, Malang Raya memiliki banyak cara untuk membuat pengalaman wisata Anda berkesan. Wisata alam, wisata belanja dan wisata edukasi semua tersedia.

Tidak hanya itu, Malang juga merupakan destinasi ideal bagi para pemburu kuliner. Kawasan metropolitan terbesar kedua di Jawa Timur ini memiliki banyak makanan khas. Arek Malang (AREMA) terlahir pintar memanjakan lidah, hingga mengoleksi sejumlah penganan ringan dan makanan berat.

Jadi, liburan ke Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang tidak akan pernah lengkap tanpa mencicipi kuliner khas Malang. Beragam jenis makanan bisa ditemukan di Bumi Arema ini. Namun, ada beberapa makanan yang benar-benar mewakili citarasa Malang. Berikut ini daftarnya:

Gan! selain kuliner khas Malang, wajib kiranya Anda tahu Bahasa Walikan Malang.


Bakso Malang

Bakso Kuliner Khas Malang
sumber: @david-yohanes

Bakso adalah daging cacah yang diproses dan disajikan dengan kuah kaldu bening. Meski lazim ditemukan pada masakan Indonesia, Bakso juga memiliki akar seni kuliner Tionghoa. Dalam bahasa Hokkien, bak-so berarti daging giling.

Bakso mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Namun, masing-masing daerah memiliki kreasi tersendiri dalam mengolah daging yang dibentuk bulat ini. Bakso Malang adalah satu di antara yang populer dan mudah ditemui.

Selain rasanya yang lezat, Bakso Malang diminati karena banyak jenisnya. Ada bakso urat, bakso keju, bakso telur, bakso sumsum dll. Selain itu, Bakso Malang juga diperkaya dengan isian, mulai dari tahu, pangsit goreng, siomay dll.

Karena keberadaan Bakso Malang sudah tersebar di berbagai daerah, mungkin Anda sudah pernah mencicipinya di kota Anda. Namun, akan menjadi berbeda jika mencoba merasakannya di daerah aslinya. Lebih lezat dan berkesan tentunya.


Tempe Kacang

Tempe Kacang Malang
sumber: @pawonfm

Di Indonesia, banyak sekali ditemukan panganan dari olahan tempe. Tidak terkecuali di Malang. Tempe Kacang adalah makanan khas Malang sekaligus sebagai salah satu makanan favorit bagi masyarakatnya. Anda wajib juga mendapatkannya.

Tempe Kacang adalah olahan tempe sederhana yang terbuat dari kacang tanah. Lebih tepatnya bungkil atau ampas Kacang Tanah. Ini benar-benar kuliner khas Malang karena sepengetahuan penulis belum pernah dijumpai di daerah lain.

Tempe Kacang Malang mudah ditemukan, baik di penjual gorengan maupun di warung-warung tradisional di daerah Malang. Ada yang ditumis atau sebagai bagian dari “sayur pedas” Malang. Olahan favoritnya adalah digoreng dengan tepung.

Arek Malang juga punya Tembang Macapat yang unik, baca di Macapat Malangan.


Mendol Tempe

Mendol Tempe Kuliner Khas Malang
sumber: @kreasi_dapurasih

Masih sekitar olahan tempe, ada Mendol sebagai makanan khas Malang tempo dulu yang mudah ditemukan hingga saat ini. Ini adalah makanan legendaris Malang yang tak lekang oleh waktu. Mendol dipastikan mampu memanjakan lidah Anda.

Mendol adalah tempe kedelai yang dibumbui kencur, bawang putih, bawang merah, jeruk purut, ketumbar, garam dan gula putih. Dikasih cabe merah secukupnya atau cabe rawit bagi yang suka pedas. Semua bumbu itu digiling dengan diuleg.

Tempe kedelai mentah dilumat kasar untuk selanjutnya dicampur dengan bumbunya dan dikepal oval. Dibiarkan 1-2 jam atau lebih agar sedikit masam, kemudian digoreng hingga warnanya kehitam-hitaman. Ada juga yang digoreng bersama tepung.

Secara umum, bahan Mendol adalah tempe kedelai. Namun, kreativitas orang Malang juga memungkinkan penggunaan tempe kacang untuk dijadikan Mendol. Rasanya pun tidak kalah enaknya. Cocok dimakan bersama sayur pedas atau sayur asem.


Orem-Orem

Orem Orem Makanan Tradisional AREMA
sumber: @liabahagia

Kuliner khas Malang selanjutnya adalah Orem-Orem. Salah satu kuliner wajib jika Anda sedang berwisata ke Malang maupun ke Kota Batu. Jika awalnya hanya disajikan saat hajatan, kini sudah banyak dijual di warung tradisional.

Orem-orem adalah masakan khas Malang yang berbahan dasar potongan tempe goreng dan ayam yang kemudian dimasak dengan kuah santan kental. Kuahnya mirip sayur lodeh namun sedikit pedas dan biasanya disajikan dengan irisan ketupat.

Secara tradisional, pembuatan Orem-Orem sangatlah khas. Dimasak menggunakan bahan bakar arang agar tidak mengubah aroma bumbunya. Liburan ke Malang, wajib kiranya mencoba karena sangat mungkin kuliner ini tidak ditemukan di daerah lain.

Budaya masyarakat di Malang memang kaya, mereka juga punya Batik Malangan


Wedang Angsle

Angsle Kuliner Khas Malang
sumber: @jeanneverenaevy

Angsle adalah kuliner khas Malang yang cikal bakalnya memang dari Malang. Karena kenikmatannya, kuliner jenis minuman ini selanjutnya tersebar ke beberapa daerah di Jawa Timur. Kini banyak ditemukan di Surabaya dan Lumajang.

Angsle adalah minuman yang menyerupai kolak. Komposisi umumnya terdiri dari ketan putih, mutiara, kacang hijau, pandan, potongan roti, santan dan gula. Ada juga yang ditambahkan dengan irisan kolang-kaling dan emping belinjo.

Karena alasan tertentu, masing-masing penjual mungkin berbeda. Oleh sebagian mereka, kuah Angsle ada yang ditambahkan jahe. Lebih hangat dan pas disajikan malam hari. Hal ini cocok dengan suhu di Malang yang cenderung dingin.

Secara tradisional, penjual angsle dulu memang beroperasi di malam hari. Meski demikian, saat ini banyak juga yang menjualnya di siang hari. Bahkan ada yang disajikan dengan es batu. Wisata di Malang, Anda tentu perlu mencicipinya.

Ingin lebih tahu keunikan kebudayaan di Malang? baca Kesenian Tradisional Malang


Demikian informasi mengenai Daftar 5 Kuliner Khas Malang. Yang tersebut di atas hanya sebagian makanan yang paling mewakili citarasa AREMA. Liburan ke Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu, pastikan mencicipi salah satunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *