Kuliner Khas Aceh – 10+ Makanan Minuman Tradisional Khas Daerah Aceh

Kebudayaan masyarakat Aceh sangatlah kaya. Dalam hal seni, Tarian Tradisional Aceh banyak yang tampil dalam pentas dunia. Alat Musik Tradisional Aceh pun unik dan beragam. Tidak hanya itu, jika ada rencana berkunjung ke Aceh, jangan lupa mencicipi kuliner khas Aceh yang pastinya lezat dan menggugah selera.

Makanan tradisional Aceh sangat banyak macamnya. Hampir setiap wilayah turut andil mewarnai kekayaan kuliner Aceh. Daftar di bawah memuat sebagian kecil dari keragaman makanan, jajanan dan minuman dari Aceh. Sebagian sudah langka, namun ada juga yang sangat terkenal bahkan hingga ke mancanegara.

Daftar Kuliner Tradisional Khas Aceh

Ayam Tangkap

Kuliner Ayam Tangkap Khas Aceh
credit: Si Gam, CC BY-SA 4.0

Ayam Tangkap adalah masakan ayam yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh. Olahan ayam ini gurih dengan bumbu dan rempah-rempah khas, seperti bawang putih, lada, kemiri, jahe dan garam. Ayam yang berpadu dengan bumbu digoreng bersamaan dengan daun kari, daun pandan dan salam koja.

Yang menarik, potongan dedaunan yang telah mengering sengaja dibiarkan menutupi ayam bahkan saat penyajian. Selain menambah daya tarik penghidangan, dedaunan yang telah berubah menjadi semacam kerupuk tersebut juga dijadikan lalapan kering sebagai makanan pelengkap ketika menyantap Ayam Tangkap.

Kanji Rumbi

Kanji Rumbi merupakan makanan sejenis bubur dari Provinsi Aceh. Bahan utamanya adalah beras dan rempah-rempah. Udang dan potongan daging menjadi pelengkapnya. Selain itu, ada juga sayur-sayuran seperti wortel dan potongan kentang. Cukup mudah menemukan makanan khas Aceh ini, khususnya saat bulan Ramadhan.

Mi Aceh

Kuliner Khas Mie Aceh
credit: Yasmina Haryono, CC BY-SA 2.0

Inilah kuliner tradisional Aceh paling terkenal dan merupakan salah satu yang telah mendunia. Seperti namanya, Mie Aceh merupakan masakan mie khas masyarakat Aceh. Olahan mie yang cenderung bercitarasa pedas dengan campuran irisan daging sapi, daging kambing, atau makanan laut, seperti udang dan cumi.

Mie Aceh menggunakan mie kuning tebal. Mie Aceh tersedia dalam beberapa jenis, yakni Mie Aceh Goreng tanpa kuah, Mie Aceh Tumis dengan sedikit kuah, dan Mie Aceh Kuah. Kuahnya seperti kari yang gurih dan pedas. Sebagai tambahan, ada juga taburan bawang goreng, emping, mentimun dan jeruk nipis.

Martabak Aceh

Martabak Aceh juga merupakan kuliner terkenal sehingga mudah untuk menemukannya, termasuk di luar daerah Aceh. Berbeda dengan martabak pada umumnya, Martabak Aceh lebih mirip telur dadar biasa. Kocokan telur yang telah bercampur dengan bawang merah dan daun bawang menjadi pembungkus kulit martabaknya.

Jadi, memasaknya melalui dua tahap penggorengan. Pertama, kulit martabaknya dulu kemudian digoreng kembali setelah sebelumnya dilumuri kocokan telur. Untuk melengkapi rasanya, Martabak Aceh biasanya tersaji bersama acar bawang dan cabe rawit. Terkadang, ada juga penambahan gulai daging berbumbu kari.

Sambai Asam Udeueng

Sambai Asam Udeuëng
credit: Si Gam, CC BY-SA 4.0, edited

Asam Udeung merupakan kuliner Aceh berupa rebusan rajangan udang. Bumbunya bercitarasa asam dan pedas. Ada juga yang menyebut masakan ini dengan sebutan Sambal Ganja. Bukan berarti mengandung ganja, namun karena masakan ini membuat banyak orang ketagihan. Cocok untuk menjadi penyerta nasi hangat.

Cara paling enak menikmati Sambai Asam Udeung adalah bersama Sie Reuboh (daging rebus) yang juga makanan asli Aceh. Untuk pemilihan daging, umumnya menggunakan daging kambing atau sapi. Proses merebusnya melibatkan cuka, lalu tunggu sampai daging tersebut mengering dan kemudian digoreng garing.

Kuwah Beulangong

Masakan tradisional Aceh lainnya adalah Kuwah beulangöng atau gulèe sie kamèng (gulai kambing). Cara memasak gulai khas Aceh ini adalah daging kambing dimasak dalam belanga bersama nangka muda. Ada juga tambahan potongan pisang kepok, cabai kering, kelapa gongseng, kayu manis, dan bumbu lainnya.

Sate Matang

Kuliner Sate Matang Khas Aceh
credit: Rachmat04, CC BY-SA 3.0

Sate Matang adalah sate khas Aceh, atau lebih tepatnya berasal dari kota Matang Geuleumpang Dua, kabupaten Bireuen. Setidaknya sejak tahun 90-an, Sate Matang sangat populer dan tersebar di beberapa kota besar Aceh. Kini, banyak sekali penjual sate ini bahkan menyebar hingga kota Medan, Sumatera Utara.

Sate Matang umumnya menggunakan daging kambing, namun ada juga yang menggunakan daging sapi. Proses memasaknya hampir sama dengan makanan sate pada umumnya. Pelengkapnya adalah kuah kaldu kambing agak kental seperti kari dengan taburan daun bawang. Kuahnya beraroma kuat, segar dan hangat.

Kue Bhoi

Bhôi, Kue Tradisional Daerah Aceh
credit: Si Gam, CC BY-SA 3.0

Bhoi merupakan bolu dari Aceh. Kue ini memiliki kekhasan pada teksturnya yang kasar, ukurannya kecil dan lebih padat. Bentuk kue ini beraneka rupa. Dulu, Bhoi merupakan kue seserahan pada acara pernikahan. Namun kini, Bhoi lebih merupakan oleh-oleh dalam kunjungan keluarga, acara khitanan dan kelahiran.

Keukarah

Jajanan Tradisional Keukaraih Khas Aceh
credit: Si Gam, CC BY-SA 3.0

Keukarah adalah kuliner tradisional khas masyarakat Aceh berupa jajanan ringan yang terbuat dari campuran tepung dan santan. Bentuknya seperti lembing dengan ukuran telapak tangan orang dewasa. Keukarah bercitarasa sangat renyah, manis, garing dan rapuh karena bentuknya berserabut mirip sarang burung.

Kuwah Pliek U

Kuwah Pliek U adalah jenis gulai Aceh dari ampas minyak kelapa tua yang telah selesai proses pemerasan. Pelengkapnya meliputi daun dan buah melinjo, kacang panjang, kacang tanah, daun pepaya, daun singkong, rebung kecombrang, pepaya dan nangka muda. Terkadang juga disajikan dengan chu (siput sungai).

Meuseukat

Penganan Meuseukat Khas Aceh
credit: Si Gam, CC BY-SA 3.0

Meuseukat adalah sejenis dodol dengan tekstur lembut dan rasanya manis. Terbuat dari tepung terigu tanpa pewarna makanan sehingga warnanya putih. Rasanya yang manis dan warna kuning berasal dari buah nanas yang menjadi campurannya. Oleh karena itu, banyak juga yang menyebutnya Dodol Nanas.

Timphan Aceh

Kudapan Timphan Tradisional Aceh
credit: Azhar Ilyas, CC BY-SA 4.0

Kuliner khas Aceh lainnya bernama Timphan. Sejenis lepat dari Aceh. Bahannya adalah tepung, pisang dan santan. Semua bahan diaduk hingga kenyal dan dibuat memanjang serta dalamnya biasanya berisikan serikaya atau kelapa parut dengan campuran gula. Bungkusnya daun pisang dan dikukus selama satu jam.

Kopi Gayo Aceh

Minuman Kopi Khas Gayo Aceh
credit: Richard, CC BY-NC-ND 2.0

Berkunjung ke Aceh, jangan lupa juga menikmati segelas Kopi Gayo. Beragam sertifikasi dan prestasi telah membuat varietas kopi arabika ini memantapkan posisinya sebagai kopi organik terbaik dunia. Sayang jika Anda tidak mencicipinya. Aromanya khas dan memiliki perisa kompleks serta kekentalan yang kuat.

Kopi Sanger

Minuman Sanger Aceh
credit: Si Gam, CC BY-SA 3.0

Masih tentang minuman, masih juga tentang kopi, Aceh memiliki minuman bernama Sanger. Sekilas, Sanger hanya seperti kopi susu biasa karena merupakan perpaduan kopi hitam, susu kental manis dan gula. Namun, tidak semua orang bisa membuat sanger karena memiliki takaran dan cara tersendiri dalam peracikannya.


Bagaimana? tertarik mencicipi salah satu kuliner tradisional khas Aceh? yang pasti, Anda terlebih dahulu berkunjung ke Aceh. Segera rencanakanlah kunjungan Anda, namun sebelumnya baca juga Daftar Tempat Wisata Banda Aceh. Jika membutuhkan akomodasi, lihat daftar rekomendasi hotel melalui tombol berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *