Pantai Amed Karangasem, Bali – Antara Sunrise & Keindahan Bawah Laut

Karangasem adalah wajah lain dari keindahan Pulau Bali. Tidak hanya tentang peninggalan sejarah dan budaya, alamnya pun mempesona. Pantai Amed misalnya, satu dari ragam eksotika pesisir Karangasem yang berpasir legam nan menawan, luar dan dalam.

Tentu, liburan ke Bali, Anda wajib melebar dan menjelajahi Objek Wisata di Karangasem. Jika suka pantai, selain mengagumi apa yang tersaji di Candidasa, perlu kiranya menyambangi kawasan pesisir Amed yang menempati ujung paling timur Pulau Dewata.

Pantai di Amed merujuk pada kawasan pesisir di Bali Timur yang memanjang sejauh 14 kilometer. Areanya mencakup 7 desa, yakni Jemeluk, Amed, Selang, Lipah, Bunutan, Aas, dan Banyuning. Jadi, bisa dibayangkan betapa puasnya petualangan wisata Anda.

Sunset di Pantai Amed Karangasem Bali
credit: unsplash/@millerthachiller

Daya Tarik Pantai Amed Bali

Berada di ujung timur Bali, sepanjang pesisir Pantai Amed Karangasem merupakan lokasi yang ideal untuk memulai hari dengan menyaksikan kemolekan pagi. Mungkin di setiap harinya, di sinilah matahari terbit untuk pertama kalinya di Pulau Bali.

Sajian sunrisenya demikian dramatis, terlebih ketika terlihat siluet cadik berlayar terombang-ambing gelombang yang berkilauan. Warna alam yang masih sederhana terlihat cantik memanjakan mata, sebelum akhirnya secara perlahan bertambah kaya warnanya.

Ketika lanskap Amed terlihat jelas, keindahan lain di depan mata. Berlatarbelakang Gunung Agung yang menjulang, garis pantai Amed Bali yang berpasir hitam mengalun senada dengan lekukan daratannya. Demikianlah sajian panorama di setiap harinya.

Namun, pesona Amed lebih dari itu. Justru di kedalaman lautnya, wisatawan dari berbagai negara terpaku. Kerajaan bawah lautnya menawarkan eksotika taman koral yang sehat dengan dipercantik keserbajenisan ikan dan biota laut yang beragam.

Penyu, hiu karang, ikan pari, damselfish, kakap hitam, trigger fish dan ikan kardinal, semuanya ada menghiasi setiap sudut taman laut yang mereka suka. Dan, satu yang ikonik adalah keberadaan kerangka kapal patroli Jepang dari era Perang Dunia II.

Bangkai kapal itulah spot diving favorit yang juga dikenal dengan nama Japanese Ship Wreck. Spot favorit lainnya adalah Jemeluk Bay yang berkedalaman 5 hingga 25 meter. Spot ini unik karena menawarkan pemandangan pura terkubur di bawah laut.

Spot lainnya adalah Bunutan, Pyramids, Jetty Cliff, dan Gili Selang. Tentu, setiap titik penyelaman tersebut menawarkan keindahan tersendiri. Kerajaan laut yang indah dan luas inilah yang membuat snorkeling dan diving di Pantai Amed sangat digemari.

Andaipun belum bisa atau masih pemula, ada spot tertentu yang dikhususkan untuk pembelajaran. Jika membutuhkan jasa belajar menyelam, sejumlah hotel di sekitar pantai juga menyediakan jasa belajar menyelam. Pastikan saja untuk mencoba aktivitas tersebut.

Kegiatan lain adalah bersantai atau menyusuri pantai atau memancing. Bisa juga mencoba mengenal masyarakat sekitar yang sebagian besar adalah nelayan dan pembuat garam. Di masa lalu, Amed terkenal dengan garam lautnya yang dikelola secara tradisional.

Snorkeling Diving Amed Beach Bali
credit: unsplash/@prelevicm

Fasilitas Wisata & Akomodasi

Meski tidak sepopuler pantai Bali di bagian selatan, seperti Pantai Kuta dan Nusa Dua, fasilitas di kawasan Amed juga sudah memadai. Untuk konsumsi, dengan mudah Anda menemukan warung-warung penjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Atau, jika ingin berwisata secara royal, ada beberapa restoran yang menyediakan menu internasional, Asia dan lain sebagainya. Demikian juga untuk pilihan akomodasi di Amed, Anda bisa memilih menginap di penginapan murah, menengah, maupun di hotel mewah.

KeteranganHarga
Tiket MasukGratis
ParkirRp2.000 – Rp5.000
SnorkelingRp50.000 – Rp75.000
Diving TourRp800.000 – Rp1.000.000
Harga tidak selalu akurat dan bisa berubah sewaktu-waktu
Keindahan Pantai Amed Bali
credit: unsplash/@pirrax

Peta dan Lokasi Pantai Amed

Kawasan pesisir Amed mencakup setidaknya 7 desa, yakni Jemeluk, Amed, Selang, Lipah, Bunutan, Aas, dan Banyuning. Anda bisa memilih salah satu desa tersebut sebagai titik tujuan. Mungkin, ke Desa Amed di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Karena berada di ujung timur, diperlukan perjalanan berkendara yang cukup panjang. Dari Bandara Ngurah Rai Bali sekitar 90 km atau lebih dari 2 jam berkendara. Kurang lebih 80 km atau sekira 2 jam berkendara jika berangkat dari Kota Denpasar.

Dari Amlapura, ibu kota Karangasem, pantai ini masih berjarak 23 km atau 40 menit durasi berkendara. Meskipun dibutuhkan perjalanan yang panjang, namun akses jalan secara keseluruhan bagus. Untuk mempermudah, Anda bisa memanfaatkan Peta Rute.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *