Pakaian Adat Bangka Belitung – 2 Ragam Busana Tradisional Daerah Babel

Keberagaman etnis di suatu wilayah turut menghadirkan citra kebudayaan khas melalui proses asimilasi hingga kemudian menjadi identitas budaya daerah. Sebagai misal adalah pakaian adat Bangka Belitung. Meski tetap kental dengan nuansa Melayu, busana atau baju adat di provinsi ini hadir dengan keunikan tersendiri.

Provinsi Bangka Belitung (Babel) sebelum akhir tahun 2000 merupakan bagian dari provinsi Sumatera Selatan. Ikatan sejarah dan budaya yang telah berakar kuat, tentunya tetap membekas meskipun kini secara politis keduanya terpisah. Di beberapa bagian memiliki kesamaan, namun juga memiliki ciri khas yang berbeda.

Terkait kelengkapan busana atau pakaian tradisional, Babel terkenal dengan kain Cual sebagai kain asli budaya masyarakatnya. Sekilas mirip kain songket Palembang, namun kain Cual banyak diperkarya motif bunga. Selebihnya, mengenai kain Cual dan tradisi berbusana di Babel bisa Anda baca penjelasan di bawah ini:

Ragam Jenis Pakaian Adat Bangka Belitung

Baju Seting dan Kain Cual

Busana Adat Belitung

Kain cual adalah wastra atau kain asli Bangka Belitung yang pembuatannya memakai metode tradisional tenun ikat. Sama seperti kain songket Sumatera Selatan, proses pembuatan kain ini memiliki tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan memakan waktu yang lama. Hal inilah yang membuat harga kain ini cenderung mahal.

Oleh karena itu, kain cual identik dengan busana para bangsawan atau busana pada upacara adat tertentu, misalnya pernikahan. Penggunaan kain cual padu padan dengan atasan berupa baju seting. Baju ini disebut juga bajuk kebayak panjang atau baju kurung khas Babel yang berwarna merah berbahan beludru atau sutra.

Baju Seting dan Kain Cual merupakan pakaian adat Babel sebagai hasil perpaduan Arab, Cina, dan Melayu. Masyarakat asli Babel sendiri berasal dari Suku Sekak yang merupakan rumpun bangsa Melayu. Pada masa lalu, lokasi Babel sangat strategis untuk perdagangan laut sehingga mengundang para pedagang dari luar.

Menurut cerita yang berkembang, pakaian adat ini bermula dari baju pengantin yang dipakai oleh saudagar Arab ketika menikah dengan seorang wanita keturunan Cina. Karena menarik perhatian, seiring perkembangannya baju ini dipadu-padankan dengan corak lokal yang berkebudayaan Melayu asli Bangka Belitung.

Nama lain kain cual adalah limar muntok karena cerita awal berkembangnya kain ini berasal dari daerah Muntok. Motifnya mirip songket Sumatera Selatan, namun kain cual banyak menghadirkan corak bunga, menyerupai bunga cengkih, kenanga, rukem, dan setaman. Ada juga motif hewan dan tumbuhan lainnya.

Baju Pengantin Tradisional Babel

Pakaian Adat Laki-Laki

Busana adat laki-laki di Bangka Belitung mirip dengan busana adat Melayu lainnya, yakni memakai baju teluk belanga. Baju ini berleher bulat dengan 5 kancing. Bagian bawahnya berupa celana panjang dengan lilitan kain cual di pinggang, memanjang sebatas lutut. Songkok hitam atau songkok resam di kepala dan selop di kaki.

Sementara itu, baju adat pengantin laki-laki adalah atasan berupa baju dan jubah panjang sebatas lutut dan celana panjang berbahan beludru. Pelengkapnya adalah kain selempang di bahu kanan, pending, setanjak dan selop. Warnanya didominasi warna merah gelap atau merah tua, senada dengan warna baju pengantin wanita.

Pakaian Adat Perempuan

Kombinasi baju seting dan kain cual lebih merujuk pada pakaian adat Bangka Belitung untuk wanita. Baju seting atau bajuk kebayak panjang sebagai atasan dan kain cual sebagai bawahan. Pada bagian kepala bisa memakai sanggul cumpok atau kerudung. Selebihnya, memakai sejumlah aksesoris dan memakai selop.

Pada busana adat pengantin, paduan baju seting dan kain cual terlihat lebih indah dengan banyak aksesoris perhiasan. Beberapa di antaranya adalah mahkota paksian berhias rangkaian bunga, tadaluda atau hiasan penutup dada, kalung bertingkat tiga, jamang, pending, tanglong, gelang, anting, jaoran dan selop (alas kaki).


Demikian sekilas tentang pakaian adat Bangka Belitung. Penjelasan lebih terperinci mengenai kelengkapan busana adat ini bisa Anda baca di sini dan di sini. Untuk karya budaya Bangka Belitung lainnya, baca Kesenian Daerah Babel. Atau, baca Pakaian Tradisional Sumatera Selatan dan Pakaian Tradisional Lampung.

Referensi:

  1. gambar: @desky_wahdani, @setyabagus41, @parliaromadiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *