Pakaian Adat NTB – 3 Jenis Busana Tradisional Khas Nusa Tenggara Barat

Menjadi bagian Kepulauan Nusa Tenggara, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) didiami oleh suku-suku bangsa yang kaya budaya. Pakaian adat NTB adalah satu contoh karya kebudayaan yang senantiasa lestari mewakili identitas tiga kelompok etnis terbesar di sana, Sasak, Mbojo (Dompu dan Bima), dan Sumbawa.

Karena sebagian besar suku di NTB beragama islam dengan konsentrasi mencapai 96,11%, produk budaya di sana pun banyak mendapat pengaruh kebudayaan Islam. Hal ini termasuk mempengaruhi bentuk pakaian adat atau busana tradisional di NTB. Pengaruh budaya juga datang dari Kerajaan Majapahit di masa lalu.

Di bawah ini adalah daftar busana adat suku Sasak, Mbojo, dan Sumbawa yang mewakili busana adat Nusa Tenggara Barat. Tidak mencakup semua jenis baju adat, namun sekiranya cukup mewakili kekhasan pakaian adat mereka. Pun, masing-masing hanya disertai penjelasan singkat beserta gambar seadanya.

3 Jenis Pakaian Adat Suku-Suku di NTB

Pakaian Adat Suku Sasak

Pakaian Adat Sasak Lombok NTB
credit: flickr/wiendietry, CC BY 2.0

Pakaian adat suku Sasak banyak macamnya. Di antara baju tradisional Sasak, salah satu yang populer adalah baju lambung untuk wanita dengan kerah bentuk “V” dan umumnya berwarna gelap. Baju ini berpadu dengan kain kereng (kain bawahan), tongkak (kain sabuk berumbai), dan lempot (selendang di pundak kiri).

Dalam pernikahan adat, pengantin wanita memakai sarung tenun memanjang dengan banyak motif, memakai baju kebaya yang kaya hiasan renda emas. Bagian kepala ada hiasan pasek punjung dan onggar-onggar selebar sanggul, serta bagian depannya ada hiasan bunga hidup. Juga, hiasan kalong ringgit di leher.

Pakaian adat laki-laki mencakup capuk atau sapuk, yakni hiasan kepala khas Sasak. Busana atasannya baju pegon (mirip di Jawa yang mengadopsi jas Eropa), serta bawahan memakai kain wiron dengan motif khas. Ada juga leang (dodot) songket untuk menyelipkan keris, dan selendang umbak (khusus pemangku adat).

Pakaian Suku Sumbawa

Busana Tradisional Sumbawa NTB
credit: Adityakhairulsani, CC BY-SA 4.0

Masyarakat suku Sumbawa atau samawa telah mengklasifikasi ragam pakaian adat atau pangkenang sesuai dengan kegunaan dan siapa yang memakainya. Untuk remaja atau pemuda, biasanya memakai pakaian adat di antaranya: pangkenang lonas pabite, pangkenang lonas panempu, dan pangkenang salonang atin.

Selanjutnya ada pangkenang rama nempu untuk remaja dan dewasa, pangkenang pajatu juran untuk panitia acara dan pejabat. pangkenang pasak kanadi dan pangkenang manca kanadi untuk tokoh dan sesepuh sebagai pelaksana acara, serta pangkenang pasak panempu untuk masyarakat umum yang hadiri di acara.

Para pejabat terkadang juga mengenakan pangkenang lante gadu untuk seremonial resmi. Selebihnya ada pangkenang lante lumar dan pangkenang batedung tuntang untuk acara tidak resmi. Mengenai kelengkapan dan perbedaan masing-masing pakaian adat NTT khas Samawa tersebut bisa Anda baca, di sini.

Pakaian Adat Dou Mbojo

Pakaian Tradisional Dompu Bima NTB
credit: flickr.com/black_claw, CC BY 2.0

Selain daerahnya bertetangga, Bima dan Dombu secara historis adalah serumpun dan konon merupakan satu kesatuan suku, yakni suku Mbojo. Sehingga, ada keterikatan budaya antara Bima dan Dompu. Cenderung memiliki kemiripan, baik bahasa, kesenian tradisional, kuliner, dan tidak terkecuali pakaian adat daerahnya.

Di antara kelengkapan baju adat Mbojo, rimpu adalah yang paling terkenal, salah satunya karena pernah memecahkan rekor MURI. Ini merupakan dimensi busana khas perempuan Mbojo yang mendapat pengaruh kuat dari budaya Islam. Kreasi busana muslim lokal memakai dua lembar sarung untuk bagian atas dan bawah.

Ada 2 jenis rimpu, rimpu mpida (bercadar untuk gadis) dan rimpu colo (wajah terlihat, untuk wanita yang telah menikah). Sementara itu, pakaian adat laki-laki Mbojo disebut katente tembe yang berarti menggulungkan sarung di pinggang. tembe ngoli dan tembe songke (songket) adalah istilah lokal untuk sarung tersebut.


Demikian sekilas perihal keragaman pakaian adat Nusa Tenggara Barat. Untuk lebih mengetahui produk kebudayaan di Nusa Tenggara Barat, baca juga Tarian Daerah NTB. Atau, untuk pakaian tradisional khas suku-suku di Kepulauan Nusa Tenggara, baca Pakaian Tradisional Bali dan Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *