Pakaian Adat Jakarta – 6 Busana Tradisional Khas Suku Betawi DKI Jakarta

Pakaian Adat Jakarta. Meski dikatakan masyarakat Betawi bukanlah suku asli Jakarta, namun kebudayaan Betawi sangat melekat mengiringi kesejarahan Daerah Khusus Ibukota tersebut. Oleh karenanya, berbicara mengenai budaya Jakarta berarti pula berbicara budaya Betawi.

Topeng Betawi dan Lenong merupakan sebagian kecil contoh produk budaya masyarakat Betawi di Jakarta. Disamping ragam kesenian tradisi, budaya masyarakat Betawi Jakarta juga khas melalui busana tradisionalnya. Sama halnya dengan produk keseniannya, pakaian adat Betawi juga sarat dengan akulturasi budaya, khususnya budaya Cina, Arab dan Melayu.

Untuk melengkapi ragam pakaian adat di Indonesia, di artikel ini disajikan beberapa pakaian adat Jakarta yang berarti juga pakaian adat Betawi. Daftar berikut mencakup pakaian sehari-hari, pakaian resmi serta busana pengantin Betawi. Tidak mewakili semuanya, namun kiranya cukup menjadi gambaran awal untuk mengenal pakaian adat di DKI Jakarta.

Ragam Pakaian Adat Jakarta


Baju Demang

Demang Pakaian Adat Jakarta
seringjalan.com

Mengawali daftar pakaian adat Jakarta, ada Baju Demang yang merupakan salah satu kelengkapan pakaian tradisional untuk laki-laki. Busana tradisional Betawi ini biasanya digunakan untuk menghadiri acara resmi atau acara formal seperti pernikahan, pertemuan budaya yang bersifat formal, rapat tokoh budaya dan lain sebagainya.

Busana demang untuk laki-laki terdiri dari beskap untuk bagian atas dan celana panjang berwarna hitam untuk bagian bawah. Bagian atas celana dihias kain ujung serong (dibentuk menyerong atau miring) dengan panjang di atas lutut. Untuk perempuan mengenakan Kebaya Encim yang dipadukan dengan bawahan kain motif batik khas Betawi.

Baju Sadariah

Sadariah Pakaian Adat Jakarta
youtube.com

Sadariah merupakan nama setelan pakaian adat Jakarta yang kini telah ditetapkan sebagai salah satu ikon Betawi oleh Pemerintah DKI Jakarta. Ini merupakan pakaian tradisional untuk lelaki berupa baju koko atau kemeja putih berlengan panjang tanpa kerah. Terkesan sederhana dengan warna putih, selain juga menggambarkan kebersihan dan kerapian.

Baju koko sebagai atasan biasanya dipadukan dengan celana batik atau bisa juga celana kain berwarna polos. Kemudian, di bagian leher dikalungkan kain sarung bermotif kotak-kotak. Sementara itu, di bagian kepala digunakan kopiah atau peci sebagai penutup kepala. Alas kakinya adalah sandal jepit kulit yang disebut terompah oleh orang Betawi.

Kebaya Encim

Kebaya Encim Jakarta
pinterest.ca

Budaya Cina sangat mewarnai kebudayaan Betawi, salah satunya terlihat pada desain kebaya yang dikenakan perempuan Betawi. Namanya Kebaya Encim yang bermotifkan bunga di bagian depan dan di sisi lengannya. Kebaya ini memanjang sampai pinggul dan umumnya berwarna cerah untuk menggambarkan keceriaan pribadi perempuan Betawi.

Kebaya Encim dipadukan dengan sarung batik untuk bagian bawah. Motifnya beragam, namun kebanyakan adalah pucuk rebung. Warna sarungnya cerah dipadankan dengan kebaya. Selain itu, ada juga kutang nenek untuk pakaian dalam, selendang polos dan selop beludru untuk alas kaki. Rambutnya dikonde cepol dengan anak rambut dibiarkan terurai.

Pangsi Betawi

Baju Pangsi Betawi
jakartakita.com

Pangsi merupakan salah satu pakaian adat yang dikenakan oleh sejumlah suku di Indonesia dengan keunikannya masing-masing. Selain suku Sunda dan suku Melayu secara umum, suku Betawi pun memiliki busana pangsi yang khas. Pangsi merupakan setelan pakaian pria berupa baju kemeja dan celana yang serba longgar dan memiliki warna polos.

Berbeda dengan Pangsi Sunda, Pangsi Betawi sebenarnya merupakan baju tanpa kancing dengan jahitan polos, meski kini banyak juga Pangsi Betawi yang berkancing. Jika Pangsi Sunda hanya berwarna hitam, Pangsi Betawi memiliki banyak warna. Selain hitam, pangsi yang banyak di pakai masyarakat Betawi ada juga yang berwarna merah dan putih.

Dahulu, warna pangsi menunjuk kedudukan siapa yang memakainya. Warna putih biasanya dipakai oleh jago silat yang juga pemuka agama. Warna hitam dipakai oleh para centeng, meski ada juga seorang kyai yang memakainya. Sedangkan pangsi berwarna merah merujuk pada pakaian orang yang selain tinggi ilmu silatnya juga tinggi ilmu agamanya.

Baju pangsi di Betawi biasanya dipadukan dengan peci berwarna senada dengan warna bajunya. Dulu dalam dunia silat Betawi, pangsi merah dan peci merah menggambarkan luar biasa tingkat keilmuannya seorang yang memakainya. Meski demikian, untuk saat ini warna pangsi dan pecinya hanya sebatas seni saja. Ini berarti siapapun boleh memakainya.

Pakaian Adat Pengantin Jakarta

Pakaian Adat Pengantin Betawi
ragam.cahunnes.com

Pakaian adat Jakarta untuk pengantin dinamakan Dandanan Care Haji dan Dandanan Care None Pengantin Cine. Pasangan baju mempelai pria dan wanita betawi ini adalah hasil akulturasi budaya Tionghoa, Arab dan Barat. Dandanan Care Haji merupakan pakaian untuk pengantin pria, sedangkan Dandanan Care None Pengantin Cine untuk mempelai wanita.

Dandanan Care Haji

Pakaian ini ditatah dengan emas manik-manik yang gemerlapan, meski saat ini juga dimodifikasi dengan mote warna-warni. Rias gede untuk pakaian ini meliputi jubah besar, terbuka dan memanjang mulai leher hingga bawah. Selanjutnya ada gamis kalem tanpa hiasan dengan warna yang diusahakan tidak terlalu kontras dengan warna jubahnya.

Dandanan ini juga mencakup selempang sebagai tanda kebesaran yang dikenakan di bagian dalam jubah. Penutup kepalanya disebut alpie yang dililit sorban haji berwarna putih atau emas dan berhias melati, mawar merah dan cempaka. Ada juga sirih dare yang diselipi hiasan bunga mawar merah sebagai lambang cinta kasih. Alas kakinya adalah pantovel.

Dandanan Care None Pengantin Cine

Busana pengantin wanita ini terdiri dari tuaki atau baju bagian atas berhias sulaman dan manik-manik indah. Leher baju ini tertutup atau berkerah shanghai mirip baju None Cina. Penutup dada tuaki dihias delime Betawi yang mirip kelopak bunga teratai sebanyak 8 potong. Bagian bawahnya disebut kun yakni rok yang melebar di bagian bawahnya.

Selanjutnya ada hiasan dahi yakni siangko mirip cadar yang terbuat dari manik-manik emas menjuntai menutupi wajah. Ada juga hiasan tusuk agak panjang yang ujungnya berbentuk burung hong. Aksesoris kepalanya termasuk kembang goyang, kembang kelape dan kembang rumput. Alas kakinya disebut perahu kolek (selop ujung lancip berhias manik emas).


Demikian informasi mengenai ragam pakaian adat Jakarta. Tentu, pasti banyak kekurangan dan penyajian artikel ini. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk juga mencari sumber-sumber lain agar mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat. Jika berminat baca juga Pakaian Adat Yogyakarta, Pakaian Adat Jawa Timur dan Pakaian Adat Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *