Pakaian Adat Kalimantan Tengah – 5 Baju Tradisional Khas Daerah Kalteng

Sebagai salah satu suku asli yang mendiami Kalimantan, suku Dayak tersebar di setiap provinsi di pulau tersebut. Kebudayaan mereka turut mewakili warna budaya di sebagian besar daerah, termasuk di Kalimantan Tengah. Terkait pakaian adat Kalimantan Tengah, tentu tidak terlepas dari busana Dayak yang ada di sana.

Di Kalimantan Tengah (Kalteng), suku Dayak merupakan etnis yang dominan. Dalam hal ini, suku Dayak Ngaju adalah suku asli dan terbesar sehingga corak kebudayaan Kalteng bisa merujuk pada kebudayaan suku ini. Karena itu, pakaian tradisional di Kalimantan Tengah juga terwakili oleh busana adat suku Dayak Ngaju.

Sehubungan dengan baju adat, artikel ini selanjutnya berisi daftar kelengkapan busana atau pakaian adat Kalimantan Tengah, khususnya dari Dayak Ngaju. Mungkin tidak lengkap, pun belum mencakup semua. Namun, sekiranya informasi ini bisa menjadi gambaran awal untuk mengenal busana daerah Kalimantan Tengah.

Ragam Pakaian Adat Daerah Kalimantan Tengah

Baju Sangkarut

Baju Sangkarut adalah pakaian adat Dayak Ngaju berupa rompi terbuat dari kulit nyamu atau kulit daun lemba, sejenis tanaman pohon yang tumbuh secara berumpun. Karena sangat keras dan kuat, serta memiliki permukaan yang kaya serat, tanaman ini bisa membuat baju Sangkarut bertahan hingga puluhan tahun.

Rajutan kulit lemba yang sudah berbentuk rompi dihias sedemikian rupa dengan pernak-pernik. Hiasan ini bisa terbuat dari kulit trenggiling, manik-manik dan logam. Pernak-pernik Sangkarut juga mencakup azimat atau benda-benda yang kental dengan kekuatan gaib sebagai perlindungan pengaruh jahat dari orang lain.

Perihal penamaannya, istilah Sangkarut berasal dari kata Sangka yang bermakna pembatas atau penyangga. Baju Sangkarut merupakan pakaian perang yang membuat pemakainya terlihat gagah. Meski demikian, baju ini juga kerap menjadi kelengkapan busana dalam upacara adat, termasuk dalam acara pernikahan adat.

Baju Sangkarut adalah pakaian adat Kalimantan Tengah yang telah terkenal secara nasional. Seiring berkembang, kelengkapan baju ini pun bertambah. Ada salutup (ikat kepala), suwang atau anting, gelang, kalung, dan tidak terkecuali tato di bagian tubuh tertentu. Semua aksesoris tersebut terbuat dari bahan alam.

Baju Tenunan

Kehadiran suku-suku bangsa pendatang ke Kalimantan Tengah juga turut mempengaruhi kebudayaan suku Dayak di sana. Dari suku-suku lain, masyarakat Dayak Kalteng mengenal seni menenun. Menariknya, mereka tetap memakai bahan alami yang biasa mereka gunakan, seperti serat nyamu, serat nanas, atau yang lainnya.

Sebagai hasil karya suku Dayak, baju Tenunan hadir dengan ragam hias khas Dayak. Terdapat motif-motif khusus yang membuat baju ini terlihat indah. Pada umumnya, ragam hias lebih banyak menggunakan motif alam, seperti flora dan fauna. Motif-motif lain termasuk bebeberapa bentuk sederhana, motif segitiga misalnya.

Baju Berantai

Baju Berantai juga merupakan pakaian adat untuk berperang atau baju zirah. Terbuat dari rangkaian besi dan termasuk salah satu pakaian adat Kalimantan Tengah yang mendapat pengaruh luar, yakni budaya suku Moro Filipina. Untuk saat ini Baju Berantai tidak lagi digunakan, namun tersimpan sebagai warisan budaya Dayak.

Baju Anyaman

Sebelum mengenal seni menenun, masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah juga sudah mengenal seni menganyam. Mereka membuat baju dari anyaman tikar dengan berbagai hiasan dari alam, seperti kerang dan tulang. Baju Anyaman Tikar ini juga termasuk dalam kategori baju perang serta termasuk pakaian adat langka.

Baju Pawang

Pakaian adat Kalteng selanjutnya bernama Baju Pawang. Baju khusus bagi seorang ulama dan dukun. Khususnya dipakai dalam perayaan kaharingan. Suku Dayak meyakini bahwa seorang dukun bisa menjadi perantara yang membantu melindungi diri dari roh jahat, menyembuhkan penyakit atau mendatangkan hujan.

Pakaian ini berbahan serat kayu dengan hiasan manik-manik dan umbaian benang. Serta, berbagai ragam hias Kalteng yang semakin memperindah baju ini. Terlepas dari fungsinya, seiring perkembangan baju ini juga ditampilkan ketika membawakan tari-tarian. Karena itu, baju ini termasuk salah satu yang masih lestari.


Demikian, sekilas tentang pakaian atau baju adat daerah Kalimantan Tengah. Terkait kebudayaan masyarakat di provinsi ini, Anda juga bisa membaca Tarian Khas Daerah Kalteng. Sementara itu untuk pakaian adat Dayak lainnya, bisa juga membaca Pakaian Tradisional Kalimantan Barat dan Pakaian Tradisional Kalimantan Timur.

  1. sumber gambar: instagram.com/ayu_yuasriharing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *