Pakaian Adat Papua – Ragam Kelengkapan Busana Adat Tradisional Papua

Menempati provinsi bagian paling timur Indonesia, masyarakat Papua hidup dengan kebudayaan yang unik. Sebagaimana masyarakat adat pada umumnya, pola hidup mereka masih banyak mempertahankan nilai-nilai leluhur dengan cara tradisional. Hal ini salah satunya bisa kita lihat pada pakaian adat Papua.

Pakaian adat atau busana adat tradisional daerah Papua sangatlah unik, baik terlihat pada bentuk maupun aturan adat yang mesti terpenuhi ketika mengenakannya. Tidak hanya pakaian laki-laki dan perempuan saja yang berbeda, status sosial dan kepentingan adat juga turut membedakan jenis pakaiannya.

Pakaian Adat Laki-Laki Papua

Pakaian Adat Laki-Laki Suku Dani Papua
credit: flickr.com/carsten_tb, CC BY-NC-ND 2.0

Secara tradisional, kaum laki-laki Papua hampir telanjang bulat. Mereka hanya mengenakan koteka (penutup bagian kemaluan) berupa selongsong mengerucut pada bagian depan, terikat pada pinggang dan mengarah ke atas. Koteka atau disebut juga holim atau horem terbuat dari buah labu air tua yang dikeringkan.

Ukuran koteka menyesuaikan dengan keperluan. Umumnya, bentuk yang lebih kecil atau pendek dikenakan saat bekerja sehari-hari. Koteka pendek biasanya polos tanpa ukiran. Sementara itu, koteka yang berukuran panjang biasanya digunakan untuk upacara adat. Koteka panjang berhias ukiran dan bulu-bulu.

Ada juga yang menyebutkan bahwa penggunaan kelengkapan pakaian adat ini juga berdasarkan kedudukan adat. Semakin tinggi kedudukan seorang secara adat, maka kotekanya semakin besar. Suku Tiom, ada pula yang memodifikasinya dengan menggunakan dua buah labu air untuk membuat koteka.

Untuk saat ini dalam kondisi acara tertentu, laki-laki Papua juga mengenakan rok rumbai. Kelengkapan busana adat lainnya adalah berupa gigi atau taring babi atau anjing di hidung lelaki Papua untuk menandakan bawah ia adalah seorang prajurit. Taring menghadap ke bawah menandakan bahwa ia ingin berperang.

Pakaian Adat Perempuan Papua

Adat Perempuan Papua
credit: unsplash.com/@myron

Pakaian adat Papua untuk perempuan lebih beragam ketimbang laki-laki. Jenis pakaian wanita yang sudah menikah dan yang masih gadis berbeda. Pakaian wanita yang sudah menikah namanya yokal, yakni anyaman dari kulit pohon berwarna cokelat tanah dan kemerahan. yokal melilit memanjang dan melingkari pinggang.

Sedangkan untuk perempuan lajang atau gadis, nama pakaiannya adalah sali. Bentuknya mirip rok wanita namun berbahan alami dari kulit kayu atau daun sagu kering dan berwarna cokelat. Bagian dalamnya lebih panjang dari bagian luar. Cara memakainya dengan melilitkan ke pinggang, pengingatnya berupa simpul.

Untuk kelengkapan busana adat perempuan Papua, terdapat hiasan kepala yang unik dan menarik dengan bentuk menyerupai mahkota. Bahannya biasanya menggunakan bulu-bulu burung Kasuari yang berwarna putih atau kuning. Namun, ada juga yang menggunakan ilalang sebagai pengganti bulu-bulu burung tersebut.

Noken, Aksesoris Khas Papua

Noken, Aksesoris Khas Papua
credit: Nurul Ichlasiah, CC BY-SA 4.0

Noken merupakan tas tradisional yang unik dan khas masyarakat Papua. Ini adalah tas anyaman mirip jaring berbahan alam yang banyak di jumpai di daerah Papua. Tas Noken kegunaannya multifungsi dan memiliki ukuran yang bervariasi. Bahkan, ada yang sangat besar dan mampu menampung beban yang cukup berat.

Noken besar namanya yatoo, berfungsi untuk mengangkut kayu, hasil panen, barang belanjaan dan dagangan ke pasar. Ada juga gapagoo (noken ukuran sedang) dan mitutee (noken paling kecil). Cara memakainya adalah dengan mengaitkannya di kepala, dan membiarkan bagian paling lebar menjuntai ke belakang punggung.

Salah satunya karena keunikan cara memakainya itulah, Noken di daftarkan ke UNESCO sebagai salah satu karya tradisional dan warisan kebudayaan dunia. Selanjutnya pada akhir 2012, Noken ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda UNESCO di Perancis untuk melindungi dan menggali kebudayaan tersebut.


Demikian sekilas tentang pakaian adat atau busana tradisional daerah Papua. Untuk memperkaya pengetahuan Anda mengenai ragam kebudayaan masyarakat Papua, baca juga Daftar Tarian Tradisional Papua. Atau, bisa juga melihat keragaman pakaian adat daerah di Indonesia yang sudah tertulis di blog ini, Di Sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *