• sumber : pinterest.com

Pantai Ngobaran, Yogyakarta – Harmoni Keindahan Alam dan Budaya

posted in: Jawa, Wisata, Yogyakarta | 0

Pantai Ngobaran. Gunungkidul telah dikenal sebagai surga wisata pantainya Yogyakarta. Oleh karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, kabupaten ini memiliki garis pantai yang cukup luas membentang hingga 65 kilometer. Setidaknya, puluhan pantai telah dipublikasikan sebagai obyek wisata yang sejauh ini mampu menampung gairah wisata para pencintanya. Jika sebelumnya telah ditulis mengenai Pantai Ngrenehan, dalam artikel ini akan disajikan sekilas tentang pantai tetangganya, yakni Pantai Ngobaran.

Pantai Ngobaran adalah pantai yang kaya melalui harmoni keindahan alam, budaya serta religiusitas masyarakatnya. Alam pantainya molek di dominasi karakter keras tebing-tebing karang. Jika laut surut, kolam-kolam kecil pun tercipta di lantai karang yang berbalut hijaunya alga. Di kolam itulah, biota-biota laut seperti lobster, landak laut, kerang-kerangan, bintang laut sering kali terjebak. Hamparan pasir putih serta birunya laut dengan ombak khas laut selatan turut menyempurnakan lanskap pemandangannya.

Selain keindahan alam, pantai ini juga menawarkan harmoni budaya melalui keberadaan empat bangunan peribadatan dari agama atau kepercayaan yang berbeda, Kejawan, Kejawen, Hindu dan Islam. Keberadaan bangunan-bangunan tersebut juga turut mengisyaratkan sejarah pantai ini. Jika pantai Ngrenehan sejarahnya dikaitkan dengan kedatangan Raden Patah, pantai ini dikaitkan dengan ayah dari Raja Demak I tersebut, yakni Prabu Brawijaya V sebagai raja terakhir Majapahit.

Nama pantai ini berkaitan dengan keteguhan Brawijaya V untuk tidak memeluk Agama Islam yang ditawarkan anaknya. Konon, Brawijaya V dikisahkan berpura-pura bunuh diri dengan membakar dirinya di sebuah kotak batu yang kini ditumbuhi tanaman kering di pantai ini. Hal itu dilakukan karena ia tidak ingin ditemukan oleh Raden Patah yang telah sampai di Pantai Ngrenehan dalam usaha mencari ayahnya. Kobaran api dalam peristiwa itulah yang kemudian menjadi Ngobaran dan diabadikan sebagai nama pantai ini.

Meskipun begitu, banyak sejarawan yang meragukan perihal penyerangan Raden Patah terhadap ayahnya. Mereka beranggapan bahwa bukti sejarah yang ada tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya penyerangan yang seolah-olah menunjukkan Raden Patah menyebar Islam dengan jalan kekerasan. Benar tidaknya cerita ini, mungkin bisa Pembaca cari sendiri.

Aktivitas di Pantai Ngobaran

Pantai ini menawarkan beragam aktivitas yang cukup mampu menyibukkan siapa saja, terutama bagi mereka yang suka dengan cerita mitos dan mistis. Selain mengagumi sisi artistik dari bangunan peribadatannya, telusuri pula keunikan religiusitas yang ada. Disini ada aliran kepercayaan peninggalan Brawijaya V, yakni Kejawan yang namanya diambil dari nama salah satu putranya, Bondhan Kejawan. Tempat ibadahnya semacam pura yang khas dengan dihiasi patung-patung berwarna putih.

Seperti umumnya daerah pesisir, sebagian masyarakat juga ada yang menganut aliran Kejawen dengan tempat ibadah berupa joglo yang berada di sebelah kiri pura kaum Pejawan. Ada juga pura bagi umat Hindu, serta yang paling menarik adalah bangunan masjid yang menghadap ke selatan bukan ke barat seperti masjid pada umumnya. Sebagai petunjuk arah sholat, penduduk setempat memberi tanda merah di tembok untuk arah kiblat yang sebenarnya.

Kuliner adalah salah satu keunikan pantai ini. Jika Anda menyukai hal itu, bisa juga mencoba kuliner landak laut. Menurut masyarakat setempat, biota laut ini memiliki daging yang kenyal dan rasanya lezat. Dalam prosesnya, duri landak laut akan dikepras hingga rata. Selanjutnya, tubuhnya dipecah untuk kemudian diambil dagingnya dengan cara dicongkel. Daging landak laut umumnya akan di campur bumbu berupa garam dan cabe, setelah itu di goreng.

Sebagaimana pantai-pantai lain, Pantai Ngobaran juga memungkinkan Anda untuk bermain atau bermalas-malasan di hamparan pasir. Jika datang sekitar pukul 06-00 – 11.00 bisa juga menjelajah lebih jauh karena sedang surut. Pada waktu ini, biasanya banyak warga yang mencari karangan atau rumput laut. Adapun jika datang sore hari, Anda bisa melihat aktivitas warga yang sedang mencari landak laut, lobster dan kerang.

Selebihnya, melalui keharmonisan budaya dan alam, pantai ini sangatlah eksotik. Jadi berpetualanglah, mencari sudut-sudut terbaik yang menurut Anda layak untuk diabadikan. Apapun aktivitasnya, cobalah bertahan setidaknya hingga matahari mulai tenggelam. Pastinya, senja dipantai ini akan menawarkan kemolekan tersendiri. Lebih detail mengenai tiket dan fasilitas pantai ini, lanjutkan membaca dihalaman selanjutnya.

Tiket & Fasilitas Pantai Ngobaran

Meski belum benar-benar lengkap, fasilitas di pantai ini sudah cukup memadai. Selain lahan parkir yang cukup luas, banyak tersedia warung-warung makanan serta toko oleh-oleh khas Pantai Ngobaran. Disamping itu, ada tempat ibadah yang sebelumnya juga telah disampaikan di awal-awal artikel ini. Fasilitas lain termasuk kamar mandi dan toilet yang bersih dan terawat.

Seperti halnya Pantai Ngrenehan, kawasan pantai ini belum tersentuh jaringan listrik, sehingga fasilitas penginapan belum ada. Jadi, kunjungilah pantai ini sebelum petang hari. Jika ingin menginap, bisa mencoba berkemah dengan sebelumnya minta izin pada warga. Penginapan terdekat mungkin baru ada di Pantai Baron yang terletak kurang lebih 13 kilometer dari pantai ini.

Harga Tiket Masuk Pantai Ngobaran : Biaya masuk pantai ini menjadi satu dengan Pantai Ngrenehan. Para pengunjung hanya akan membayar tiket sebesar Rp 5.000 untuk bisa menikmati kedua pantai tersebut. Biaya tambahan hanya untuk parkir sebesar Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Rute & Maps Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran terletak kurang lebih 60 kilometer dari Yogyakarta. Setidaknya ada dua rute yang bisa diambil. Pertama melalui Imogiri-Panggang hingga sampai di jalan lintas selatan dan belok ke kiri menuju arah Wonosari dan belok ke kanan (setelah HK Motor). Lanjutkan perjalanan hingga ke pertigaan Jl Paliyan-Ngobaran, belok ke kanan hingga sampai di Jl Ngobaran-Ngrenehan. Sampai di pertigaan, belok ke kanan ke Pantai Ngobaran.

Rute kedua adalah melalui Wonosari-Paliyan menuju Jl Playen-Paliyan dan terus ke Jl Panggang-Wonosari hingga sampai di pertigaan Jl Paliyan-Ngobaran. Belok ke kiri hingga sampai di Jl Ngobaran-Ngrenehan. Sampai dipertigaan, beloklah ke kanan untuk sampai di Pantai Ngobaran. Untuk mempermudah, dibawah ini adalah peta penunjuk jalan yang bisa Pembaca jadikan acuan. Selamat berwisata!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *