Pantai Ngobaran, Yogyakarta – Harmoni Keindahan Alam, Religi & Budaya

Pantai Ngobaran. Gunungkidul telah dikenal sebagai surga wisata pantainya Yogyakarta. Oleh karena berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, kabupaten ini memiliki garis pantai yang cukup luas membentang hingga 65 kilometer.

Puluhan pantai telah dipublikasikan sebagai obyek wisata untuk menampung gairah wisata para pencintanya. Jika sebelumnya ditulis mengenai Pantai Ngrenehan. Dalam artikel ini akan disajikan tentang pantai tetangganya, yakni Pantai Ngobaran.

Ngobaran adalah pantai yang kaya melalui harmoni keindahan alam, budaya serta religiusitas masyarakatnya. Alam pantainya molek didominasi karakter keras tebing-tebing karang. Jika laut surut, kolam-kolam kecil pun tercipta di lantai karang yang berbalut hijaunya alga.

Di kolam itulah, biota-biota laut seperti lobster, landak laut, kerang-kerangan, bintang laut sering kali terjebak. Hamparan pasir putih serta birunya laut dengan ombak khas laut selatan turut menyempurnakan lanskap pemandangannya.

Selain keindahan alam, pantai ini juga menawarkan harmoni budaya. Melalui keberadaan empat bangunan peribadatan dari agama atau kepercayaan yang berbeda, Kejawan, Kejawen, Hindu dan Islam.

Rute Tiket Masuk Pantai Ngobaran
sumber : @its_upik31

Bangunan-bangunan tersebut juga turut mengisyaratkan sejarah pantai ini. Jika Pantai Ngrenehan sejarahnya berkaitan dengan Raden Patah, pantai ini dikaitkan dengan ayahnya, yakni Prabu Brawijaya V sebagai raja terakhir Majapahit.

Nama pantai ini mengisyaratkan keteguhan Brawijaya V untuk tidak memeluk Agama Islam yang ditawarkan anaknya. Konon, Brawijaya V dikisahkan berpura-pura bunuh diri dengan membakar dirinya di sebuah kotak batu yang kini ditumbuhi tanaman kering di pantai ini.

Hal itu dilakukan karena ia tidak ingin ditemukan oleh Raden Patah yang telah sampai di Pantai Ngrenehan dalam usaha mencari ayahnya. Kobaran api dalam peristiwa itulah yang kemudian menjadi Ngobaran dan diabadikan sebagai nama pantai ini.

Banyak sejarawan yang meragukan perihal penyerangan Raden Patah terhadap ayahnya. Bukti sejarah yang ada dianggap tidak cukup kuat untuk membuktikan adanya penyerangan. Seolah-olah menunjukkan Raden Patah menyebar Islam dengan kekerasan.


Aktivitas Wisata di Pantai Ngobaran

Pantai ini menawarkan beragam aktivitas yang cukup mampu menyibukkan siapa saja. Khususnya bagi mereka yang suka dengan cerita mitos dan mistis. Selain mengagumi sisi artistik dari bangunan peribadatannya, telusuri pula keunikan religiusitas yang ada.

Di sini ada aliran kepercayaan peninggalan Brawijaya V, yakni Kejawan yang namanya diambil dari nama salah satu putranya, Bondhan Kejawan. Tempat ibadahnya semacam pura yang khas dengan dihiasi patung-patung berwarna putih.

Seperti umumnya daerah pesisir, sebagian masyarakat juga ada yang menganut aliran Kejawen. Tempat ibadah mereka berupa joglo yang berada di sebelah kiri pura kaum Pejawan. Ada juga pura bagi umat Hindu.

Yang paling menarik adalah bangunan Masjid yang menghadap ke selatan bukan ke barat seperti Masjid pada umumnya. Sebagai petunjuk arah sholat, penduduk setempat memberi tanda merah di tembok untuk arah kiblat yang sebenarnya.

Kuliner adalah salah satu keunikan pantai ini. Jika Anda menyukai hal itu, bisa juga mencoba kuliner landak laut. Menurut masyarakat setempat, biota laut ini memiliki daging yang kenyal dan rasanya lezat.

Dalam prosesnya, duri landak laut akan dikepras hingga rata. Selanjutnya, tubuhnya dipecah untuk diambil dagingnya dengan cara dicongkel. Daging landak laut umumnya di campur bumbu berupa garam dan cabe, setelah itu di goreng.

Sebagaimana pantai-pantai lain, Pantai Ngobaran juga memungkinkan Anda untuk bermain atau bermalas-malasan di hamparan pasir. Jika datang sekitar pukul 06-00 – 11.00 bisa juga menjelajah lebih jauh karena sedang surut.

Pada waktu ini, biasanya banyak warga yang mencari karangan atau rumput laut. Adapun jika datang sore hari, Anda bisa melihat aktivitas warga yang sedang mencari landak laut, lobster dan kerang.

Melalui keharmonisan budaya dan alam, pantai ini sangatlah eksotik. Jadi berpetualanglah, mencari sudut-sudut terbaik yang layak diabadikan. Apapun aktivitasnya, bertahanlah setidaknya hingga matahari mulai tenggelam. Pastinya, senja di pantai ini akan menawarkan kemolekan tersendiri.

Pantai Ngobaran Yogyakarta
sumber : pinterest.com

Fasilitas Wisata di Pantai Ngobaran

Meski belum benar-benar lengkap, fasilitas di pantai ini sudah cukup memadai. Selain lahan parkir yang cukup luas, banyak tersedia warung-warung makanan serta toko oleh-oleh khas Pantai Ngobaran.

Di samping itu, ada tempat ibadah yang sebelumnya juga telah disampaikan di awal-awal artikel ini. Fasilitas lain termasuk kamar mandi dan toilet yang bersih dan terawat.

Seperti halnya Pantai Ngrenehan, kawasan pantai ini belum tersentuh jaringan listrik, sehingga fasilitas penginapan belum ada. Jadi, kunjungilah pantai ini sebelum petang hari.

Jika ingin menginap, bisa mencoba berkemah dengan sebelumnya minta izin pada warga. Penginapan terdekat mungkin baru ada di Pantai Baron yang terletak kurang lebih 13 kilometer dari pantai ini.


Harga Tiket Masuk Pantai Ngobaran

Biaya masuk pantai ini menjadi satu dengan Pantai Ngrenehan. Jadi, sekali membayar bisa menikmati dua pantai sekaligus. Berikut rinciannya

Keterangan Harga
Tiket Masuk Rp. 5.000
Parkir Roda 2 Rp. 3.000
Parkir Roda 4+ Rp. 5.000
Note: harga tidak selalu akurat, bisa berubah sewaktu-waktu

Peta Lokasi & Rute Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran terletak kurang lebih 60 km dari Yogyakarta. Setidaknya ada dua rute yang bisa diambil. Pertama melalui Imogiri-Panggang hingga di Jalan Lintas Selatan. Belok ke kiri ke arah Wonosari dan belok ke kanan (setelah HK Motor).

Lanjutkan perjalanan hingga di pertigaan Jl Paliyan-Ngobaran. Belok ke kanan sampai di Jl Ngobaran-Ngrenehan. Sampai di pertigaan, belok ke kanan ke Pantai Ngobaran.

Rute kedua adalah melalui Wonosari-Paliyan menuju Jl Playen-Paliyan dan terus ke Jl Panggang-Wonosari hingga di pertigaan Jl Paliyan-Ngobaran. Belok ke kiri hingga di Jl Ngobaran-Ngrenehan. Sampai di pertigaan, beloklah ke kanan untuk sampai di pantai ini.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *