• sumber : fsp.isi-ska.ac.id

Seni Tari – Pengertian, Unsur Penyajian, Fungsi & Jenis-Jenis Tari

posted in: Seni dan Budaya, Tari | 0

Seni Tari. Sebagai makhluk yang menyukai keindahan, selain sebagai penikmat, manusia juga berharap bisa menciptakan keindahan dengan cara mereka sendiri. Oleh karena itu manusia berkesenian, berkarya sedemikian rupa untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dinikmati dan dihargai keindahannya.

Karya seni turut menjadi media untuk mengungkapkan imajinasi dan gagasan yang kemudian dirupakan dalam bentuk visual, audio, maupun pertunjukan.

Seni mencakup segala aktivitas manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Selain seni rupa yang dikatakan paling tua usianya, ada beberapa cabang seni lainnya, termasuk Seni Tari yang begitu melekat keberadaannya dengan peradaban budaya di Indonesia.

Sama halnya dengan seni rupa, awalnya tari dihadirkan sebagai sarana mencari kekuatan diluar diri manusia yang bersifat magis, sakral dan religius. Seiring berjalannya waktu, fungsi tari menjadi lebih bervariasi, banyak yang bersifat sekuler untuk hiburan semata.

Seni Tari sendiri merupakan bentuk seni yang mempertunjukkan gerak tubuh berirama di waktu dan tempat tertentu. Tari menjadi media ekspresi untuk mengungkapkan banyak hal, baik perasaan maupun pikiran.

Sebagai substansi dari tari, gerak merupakan pengalaman fisik paling elementer yang merefleksikan secara spontan batin manusia. Dalam tari, gerak disajikan indah dengan diberi bentuk dan ritmis dari badan di dalam ruang. Semakin indah ketika dipadukan dengan bunyi-bunyian, baik syair atau lagu, maupun alat musik pengiringnya.


Unsur Penyajian Seni Tari

  1. Gerak Tari : gerak dalam tari bukanlah gerak biasa, melainkan gerakan yang sudah dirombak dan diperhalus. Dari kreasi gerak tersebut, dikenallah Gerak Murni dan Gerak Maknawi. Gerak murni hanya menyajikan keindahan semata tanpa makna apa-apa, sementara gerak maknawi mengandung arti atau simbol-simbol tertentu.
  2. Ruang Tari : Seni tari hanya disajikan ditempat-tempat tertentu. Sebagai salah unsur pokok dalam tari, ruang bisa dimaknai secara nyata maupun imajinatif. Ruang nyata adalah tempat atau pentas pagelaran tari, sedangkan ruang imajinatif bisa dimaknai sebagai ruang gerak atau batas terjauh tangan dan kaki penari tanpa berpindah tempat.
  3. Waktu Tari : Dalam pertunjukan tari, dibutuhkan batas waktu dalam penyajiannya. Durasi tari sangatlah beragam, ada yang berlangsung hanya beberapa menit saja, ada juga yang sampai berjam-jam. Waktu dalam tari sangatlah mempengaruhi panjang pendeknya ritme tarian, serta cepat lambatnya tempo tarian.
  4. Pengiring Tari : Iringan dalam tari terbagi menjadi iringan internal dan iringan eksternal. Iringan internal bisa berupa suara yang dihasilkan dari nyayian dan tepukan tangan penari, seperti yang terlihat dalam beberapa tarian khas Aceh. Iringan eksternal berupa syair atau lagu dan suara alat musik diluar penari. Selain untuk memperindah, iringan juga berfungsi mengatur gerak.
  5. Pola Lantai : Pola lantai bisa dikatakan sebagai petunjuk arah bagi penari untuk melangkah dari satu titik ke titik lainnya. Desain lantai yang tercipta melalui perpindahan penari dalam suatu tarian, biasanya tari kelompok atau tari berpasangan. Fungsinya untuk memperjelas gerakan dari peran tertentu serta menghidupkan karakteristik gerak-gerakan secara keseluruhan.
  6. Rias dan Busana : Sebagai seni, setiap bagian tari dituntut untuk melengkapi keindahan, termasuk para penarinya. Rias mewakili usaha penari memperindah diri agar terlihat menarik. Adapun busana berfungsi sebagai penegas karakter dan menambah daya tarik sehingga sangat disesuaikan dengan kebutuhan tari.
  7. Properti Tari : Beberapa tari menggunakannya sebagai alat pendukung tarian. Properti tari merujuk pada segala kelengkapan tari yang dimainkan atau bahkan dimanipulasi sehingga menjadi bagian dari gerak tari.

Jenis-Jenis Seni Tari

  1. Seni Tari Tradisional : bentuk seni tari yang sudah lama ada, tumbuh dan berkembang secara turun temurun pada suatu kelompok masyarakat di daerah tertentu sehingga menjadi semacam identitas budaya bagi masyarakat tersebut. Ada beberapa jenis tari yang termasuk dalam tarian tradisional, diantaranya :
    • Tari Primitif : jenis tarian yang mengandung nilai adat dan keagamaan. Tari sebagai ekspresi manusia yang sering dihubungkan dengan kekuatan diluar diri manusia, penyembahan dewa-dewa maupun roh nenek moyang. Bisa dikatakan tari ini masih melanjutkan tata kehidupan budaya pra-sejarah.
    • Tari Rakyat : jenis tari tradisional yang hidup, tumbuh dan berkembang dilingkungan masyarakat pedesaan. Selain difungsikan sebagai hiburan, tari kerakyatan turut mencerminkan kepentingan yang ada pada lingkungan masyarakat pendukungnya.
    • Tari Klasik : tarian tradisional yang bermutu tinggi atau diakui memiliki nilai estetika tinggi karena telah mengalami kristalisasi.
  2. Seni Tari Kreasi : tarian lepas dari standar seni tari yang baku sebagai sarana kebebasan bagi seniman tari untuk mengembangkan kreatifitasnya. Dengan tetap memelihara nilai artistiknya, tari kreasi dirancang menurut keinginan seniman tari. Tari kreasi bisa berarti bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional, baik tari kerakyatan maupun tari klasik.

Fungsi-Fungsi Seni Tari
  1. Sarana Upacara Adat dan Keagamaan : Tarian upacara yang difungsikan sebagai sarana upacara adat dan agama, biasanya terdapat di daerah-daerah yang masih memiliki tradisi kuat, seperti di Pulau Bali.
  2. Sarana Hiburan : Tarian yang difungsikan sebagai sarana hiburan semata, untuk mengungkapkan rasa gembira. Umumnya bertemakan pergaulan antara pria dan wanita.
  3. Sarana Pertunjukan : Seni tari yang disajikan secara khusus untuk dipertunjukkan (performing art) yang intinya setelah pertunjukannya selesai diharapkan untuk memperoleh tanggapan dari penonton.

Demikian artikel rangkuman seni tari. Untuk memperkaya pengetahuan Anda perihal tarian-tarian yang ada di Indonesia, jelajahi Daftar Tari Indonesia. Sebelumnya, Blogkulo juga telah memposting beberapa artikel cabang seni lainnya, seperti Perkembangan Seni Rupa Indonesia, Perihal Seni Sastra dan Sejarah Perkembangan Sastra di Indonesia.

  • 2
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *