Rumah Adat Kalimantan Timur – Perihal Rumah Lamin Khas Daerah Kaltim

Rumah adat khas suku Dayak Kalimantan umumnya bernama Rumah Betang atau Rumah Panjang. Meski begitu, masyarakat di sebagian daerah di sana memiliki nama tersendiri untuk menyebut rumah tersebut. Rumah Lamin yang mewakili rumah adat Kalimantan Timur (Kaltim) juga termasuk jenis rumah adat Betang.

Sama halnya dengan rumah adat Dayak lainnya, rumah adat Lamin di Kaltim juga merupakan rumah tinggal bersama yang ditempati secara berkelompok. Karena ada beberapa sub-etnis Dayak di Kaltim, desain Rumah Laminnya pun bermacam-macam. Persamaannya lebih kepada tata letak dan kontruksi bangunan.

Artikel ini selanjutnya akan mengajak Anda untuk lebih dekat dengan Rumah Adat Lamin Kalimantan Timur. Mengetahui bentuk dan bagian-bagian bangunannya, ciri khas arsitektur, serta beberapa jenis Rumah Lamin. Selain itu, disebutkan juga beberapa rumah tradisional atau rumah adat lain yang ada di Kalimantan Timur.

Rumah Lamin Kaltim
credit: Mas Rahman, CC BY-SA 4.0

Kekhasan Rumah Lamin Kalimantan Timur

Rumah Lamin adalah arsitektur vernakular yang terbentuk melalui sejarah panjang. Segala yang membentuk bagian rumah ini turut mencitrakan perilaku, kebiasaan, dan kebudayaan di tempat asalnya. Bahkan di masa lalu, pembangunannya melibatkan budaya Ngayao (memotong kepala manusia dari suku lain).

Fungsi Rumah

Dalam fungsinya, rumah adat Kalimantan Timur ini tidak hanya sebagai rumah tinggal, namun juga pusat kehidupan dan kegiatan sosial yang berlandaskan rasa kebersamaan. Di dalamnya, satu kelompok suku Dayak berkumpul membina keluarga, melakukan upacara adat, dan juga berlindung dari serangan suku lain.

Bentuk Arsitektur

Rumah Lamin berjenis rumah panggung berbentuk kotak memanjang. Materialnya dari alam. Dinding terbuat dari kulit kayu dengan atap pelana berbahan Sirap. Tidak menggunakan paku, seluruh bangunan memakai sistem ikat mengandalkan tali temali dari tanaman hutan. Tangga masuk rumahnya berbahan kayu utuh.

Kayu yang digunakan untuk membangun rumah ini biasanya kayu ulin dan kayu besi karena kuat apabila terkena air. Sebuah Rumah Lamin panjangnya bisa mencapai 300 meter lebih. Butuh 30 unit kayu untuk tempat tinggal satu keluarga. Struktur bangunannya terdiri atas atap rumah, badan rumah, dan kolong rumah.

Sebagai rumah bersama, rumah adat Kaltim ini mencakup banyak ruangan. Tata ruang meliputi 3 ruang pokok, yakni dapur, bilik, dan ruang tamu. Ruang tamu yang sifatnya umum memanjang di sepanjang bilik-bilik keluarga. Selain sebagai ruang pertemuan, ruang itu juga menjadi tempat tidur bagi yang belum berkeluarga.

Warna dan Hiasan

Rumah adat Lamin Kalimantan Timur banyak memadukan warna kuning, putih, hitam, merah, dan biru. Warna tersebut tergabung menjadi motif salur pakis dan mata. Ragam hias ini memiliki makna mendalam yang diyakini dapat mencegah niat jahat, selain juga menggambarkan eratnya persaudaraan suku Dayak.

Kuning simbol kekayaan, keluhuran, dan keagungan, merah simbol keabadian. Putih lambang kesucian kesederhanaan, sedangkan hitam lambang penolak bala. Ukiran atau lukisan Rumah Lamin lebih berupa stilasi manusia, hewan, dan raksasa. Banyak yang berpola abstrak dan semi-abstrak dengan pengulangan garis.

Rumah Adat Kalimantan Timur
credit: Ezagren, CC BY-SA 4.0

Contoh Rumah Lamin di Kalimantan Timur

Ada setidaknya 6 suku Dayak yang menempati wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Di antaranya: suku Dayak Kenyah, Toonyoi, Benuaq, Bahau, Aoheng, dan Punan. Setiap etnis Dayak tersebut memiliki Rumah Lamin dengan ciri khas tersendiri. Berikut adalah sebagian contoh rumah adat Lamin di Kalimantan Timur.

Rumah Lamin Pepas Eheng

Rumah adat Kalimantan Timur ini memiliki panjang 65 meter lebar 8 meter. Tingginya berkisar 2-3 meter dari permukaan tanah. Bangunannya menampung 32 keluarga yang terbagi dalam 8 bilik, 3-5 keluarga setiap biliknya. Rumah Lamin Pepas Eheng berada di Desa Pepas Eheng, Barong Tongkok, Kutai Barat, Kaltim.

Rumah Lamin Tolan

Bangunan rumah adat Lamin ini memiliki ukuran 50 meter x 9,2 meter. Tingginya mencapai 10 meter dari permukaan tanah. Berbentuk panggung dengan ukuran yang lebih kecil, Rumah Lamin Tolan hanya terdiri dari 6 bilik. Rumah tradisional ini berlokasi di Desa Lembing, Muara Lawa, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Rumah Lamin Mancong

Bangunan Rumah Lamin ini memiliki panjang 63 meter dan lebar 11,5 meter. Tingginya sekitar 3 meter di atas permukaan tanah. Berbentuk panggung dengan 12 bilik pada lantai satu dan dua. Dan, memiliki 4 buah tangga masuk di depan rumah. Rumah Lamin Moncong berada di daerah Jempang, Kutai Barat, Kalimantan Timur.


Demikian sekilas tentang Rumah Lamin Kalimantan Timur. Untuk lebih mengenal kebudayaan masyarakat di provinsi Kaltim, Anda perlu juga membaca Baju Tradisional Kaltim dan Tarian Khas Daerah Kaltim. Atau, baca juga artikel rumah tradisional adat sebelumnya, yakni Rumah Tradisional Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *