Rumah Adat Lampung – 4 Jenis Rumah Tradisional Khas Daerah Lampung

Dalam hal kebudayaan, Suku Lampung di provinsi Lampung telah menciptakan beraneka karya sepanjang sejarah kebudayaan mereka. Pakaian Adat Suku Lampung unik mencitrakan dua komunitas adatnya, Pepadun dan Saibatin. Begitu pula dengan rumah adat Lampung yang pastinya memiliki arsitektur khas tersendiri.

Rumah adat atau rumah tradisional di daerah Lampung yang terkenal bernama Nuwo Sesat. Meski demikian, rumah bertipe panggung tersebut bukanlah satu-satunya arsitektur tradisional yang tercipta dalam sejarah kebudayaan Ulun (suku) Lampung. Masih ada beberapa bentuk arsitekur bangunan rumah adat yang lainnya.

Di bawah ini adalah daftar contoh rumah tradisional di provinsi Lampung. Tidak lengkap, dan belum sepenuhnya menggambarkan semua rumah adat di sana. Namun, daftar ini sekiranya cukup menjadi gambaran untuk kita mengenal rumah khas Lampung.  Setiap rumah adat disertai penjelasan dan gambar seadanya.

Ragam Rumah Adat di Provinsi Lampung

Rumah Adat Nuwo Sesat

Rumah Adat Lampung
credit: instagram.com/rasyid.ibransyah/

nuwo, nowou, atau nuwou dalam bahasa lokal berarti tempat tinggal, sesat berarti tempat bermusyawarah. Nama ini merujuk pada fungsinya yakni balai pertemuan adat bagi para purwatin (penyeimbang) ketika mengadakan pepepung adat (musyawarah). Kadang, rumah adat Lampung ini juga disebut balai agung.

Ada yang menyebutnya sesat saja karena sudah mewakili tempat musyawarah. Denahnya persegi panjang dengan dinding setengah bangunan. Ada tangga di tengah anjung yang terhubung dengan bangunan utama. Tangga tersebut namanya ijan geladak yang memiliki atap. rurung agung adalah nama atap rumah ini.

Anjungan berfungsi untuk pertemuan kecil, sedangkan pertemuan resmi di ruang dalam yang disebut pusiban. Ada juga ruang tetabuhan untuk menyimpan alat musik tradisional dan ruang gajah merem tempat istirahat para penyeimbang. Sebagai rumah panggung, rumah ini memiliki ruang bawah, namanya bah nuwo.

Rumah ini memanjang mirip bangsal, karena itu kadang disebut juga balai panjang. Sebagian besar materialnya adalah papan kayu. Dahulu, atapnya dari anyaman ilalang yang kini tergantikan oleh genteng. Biasanya, di atap rumah ada payung-payung besar berwarna-warni yang melambangkan tingkat tetua adat Lampung.

Rumah Lamban Balak

Rumah Adat Lamban Balak Lampung
credit: instagram.com/baka.neko.baka/

Jika tempat musyawarah bernama sessat, istilah umum untuk rumah tempat tinggal adalah lamban, lambahana. atau nuwou. sessat disebut nuwou, mungkin karena sudah terlanjur populer. lamban balak atau nuwou nalak adalah salah satu rumah tempat tinggal di Lampung. Tempat tinggal khusus penyeimbang (kepala suku).

Dengan material kayu, lamban balak juga berjenis rumah panggung. Yang menarik, dapur terpisah dari bangunan utama dan terhubung melalui bangunan mirip jembatan. Rumah utama terdiri atas ruang pertemuan keluarga dan banyak kamar tidur. Juga, di sisi depan ada serambi dengan tangga untuk keluar masuk rumah.

Rumah Lamban Pesagi

Arsitektur Lamban Pesagi Daerah Lampung
credit: instagram.com/baka.neko.baka/

lamban pesagi merupakan nama rumah adat Lampung khas Kabupaten Lampung Barat. Pada tahun 2014, rumah ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia kategori arsitektur tradisional. Ada yang mengatakan, rumah tradisional ini berasal dari daerah Gunung Pesagi. Karena itu namanya lamban pesagi.

Meski juga termasuk rumah panggung, lamban pesagi unik dengan gaya arsitektur tertutup. Ini berarti tidak ada serambi terbuka di bagian depan. Sengaja di desain seperti itu karena Gunung Pesagi bersuhu dingin. Keunikan lain, tangganya terdapat di belakang dan berjumlah ganjil yang merupakan lambang penolak bala.

lamban pesagi menggunakan bahan alam berupa kayu. Pembangunannya tidak memakai paku, namun memakai sistem pasak kayu dan ikat ijuk. Sistem inilah yang menjadikan rumah ini tahan gempa.  Selain itu, rumah adat ini juga sangat kuat. lamban pesagi yang berada di Museum Lampung sudah berusia lebih dari 200 tahun.

Rumah Nuwou Lunik

nowou lunik adalah nama rumah adat daerah Lampung sebagai tempat tinggal masyarakat biasa. Ukurannya lebih kecil ketimbang lamban balak. Juga bertipe panggung dengan beberapa kamar tidur dan dapur dalam satu bangunan. Tidak memiliki serambi, namun memiliki tangga. Atapnya berbentuk mirip perahu terbalik.


Demikian sekilas tentang beberapa nama rumah adat di provinsi Lampung. Jika ingin lebih mengenal produk kebudayaan masyarakat Lampung, Anda juga perlu membaca ragam Tarian Khas Daerah Lampung. Untuk rumah adat lainnya, baca juga Rumah Tradisional Bengkulu dan Rumah Tradisional Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *