Rumah Adat Riau – 4 Jenis Arsitektur Rumah Tradisional Khas Melayu Riau

Kebudayaan Melayu sangat dominan mewarnai budaya daerah di Pulau Sumatera. Demikian halnya dengan budaya di Provinsi Riau, karena suku Melayu merupakan suku terbesar di sana. Apapun terkait budaya Riau tidak terlepas dari budaya Melayu, termasuk rumah adat Riau yang kental dengan arsitektur bernuansa Melayu.

Kreatifitas suku Melayu Riau telah mencipta beraneka ragam karya budaya. Terkait dengan arsitektur bangunan rumah tradisional, di Riau terdapat setidaknya 4 rumah adat Melayu yang berbeda. Dan, ini belum termasuk rumah adat di Kepulauan Riau yang sejak pertengahan 2004 telah dimekarkan menjadi provinsi tersendiri.

Artikel ini menyajikan daftar contoh arsitektur rumah tradisional atau rumah adat di provinsi Riau. Untuk rumah adat Melayu di Kepulauan Riau akan dituliskan dalam artikel tersendiri. Masing-masing rumah adat berikut hanya menyertakan gambar seadanya dan penjelasan singkat yang terangkum dari berbagai sumber.

Ragam Arsitektur Rumah Adat Melayu Riau

Rumah Selaso Jatuh Kembar

Balai Selaso Jatuh Kembar
sumber: riauberbagi.blogspot.com

Nama lain dari rumah adat ini adalah Balai Selaso Jatuh, Balai Penobatan, Balirung Sari, atau Balai Karapatan. Fungsi Rumah Selaso Jatuh Kembar bukanlah sebagai rumah tempat tinggal melainkan tempat pertemuan. Sebelum tergantikan oleh masjid, dulu di sinilah tempat bermusyawarah dan berbagai upacara adat.

Dalam bentuknya, rumah khas Melayu Riau ini unik dengan keliling yang selaras antara penyangga dengan lantai lebih rendah. Nama rumah ini merujuk pada selaso atau selasar yang tampak jatuh karena posisinya lebih rendah dari ruang tengah. Karena selasarnya ada dua maka dinamakan Rumah Selasar Jatuh Kembar.

Ukuran rumah ini besar dengan susunan lebih dari satu tingkat. Atapnya daun rumbia, sedangkan dinding dan tiangnya dari kayu meranti, kayu punak, atau kayu medang. Selain bentuknya unik, Rumah Selasar Jatuh Kembar juga cantik dengan beraneka ukiran. Setiap ukirannya memiliki nama dan mengandung makna berbeda.

Rumah Adat Lipat Kajang Riau

Rumah Adat Lipat Kajang Melayu Riau
credit: id.wikipedia.org

Salah satu arsitektur bangunan tradisional Riau yang sudah sangat langka adalah rumah adat Lipat Kajang. Sulit menemukan jenis rumah ini karena orang Melayu Riau jarang menggunakannya. Nama rumah Lipat Kajang Riau berasal dari atap yang bentuknya menyerupai ujung atas bangunan yang melengkung.

Bentuk atapnya memiliki bumbungan curam yang disebut Lipat Kajang. Seperti halnya rumah tradisional Riau lainnya, rumah ini juga memiliki ornamen, namanya selembayung atau sulo bayung. Berupa hiasan bersilang di kedua ujung parabung bangunan belah bumbung. Terkadang bawahnya juga berhias tombak terhunus.

Rumah Adat Atap Lontik Riau

Arsitektur Rumah Atap Lontik Riau
credit: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Rumah Melayu Atap Lontik merupakan karya arsitektur tradisional Melayu khas masyarakat di Lima Koto, Kabupaten Kampar, Riau. Ini adalah rumah tempat tinggal yang umumnya banyak ditemukan di pinggiran sungai. Bentuknya adalah rumah panggung dengan tujuan untuk menghindari binatang buas dan banjir.

Perihal namanya, istilah Lontik merujuk pada bentuk parabung atapnya yang lentik ke atas. Nama lain dari rumah ini adalah Rumah Pencalang karena bentuk kaki dindingnya mirip perahu atau pencalang. Denah rumah persegi panjang, dindingnya unik karena sisi luarnya miring keluar sedangkan dinding dalamnya tegak lurus.

Rumah Singgah Sultan Siak

Bangunan Rumah Adat Melayu Riau
credit: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Ini adalah rumah persinggahan Sultan Siak Sri Indrapura saat mengunjungi Senapelan atau Pekanbaru. Bentuknya panggung berbahan kayu, kecuali tangga timur yang berbahan bata berspesi. Di bagian timur dan barat ada jendela dengan lekuk bangunan yang berbeda. Bentuk rumahnya memanjang dan besar jika dilihat dari samping.

Bangunan Rumah Singgah Sultan Siak ini menghadap ke timur. Di dalam rumah ini terdapat ruangan besar sebagai tempat berkumpul, tiga kamar tidur, dan satu ruang loteng. Model bangunan rumahnya berhiaskan warna yang khas dan masih dipertahankan keasliannya. Memadukan warna krem, biru, dan kuning keemasan.


Demikian sekilas tentang beberapa nama rumah adat tradisional di daerah Riau. Apabila ingin lebih mengenal karya budaya Melayu Riau, baca juga artikel Pakaian Tradisional Riau dan Tarian Khas Daerah Riau. Untuk rumah adat lain di Sumatera, baca Rumah Tradisional Sumatera Selatan dan Rumah Tradisional Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *