Rumah Adat Kalimantan Barat – 3 Rumah Adat Tradisional di Daerah Kalbar

Kebudayaan di Kalimantan Barat (Kalbar) cukup beragam. Meski suku Dayak tetap mendominasi, Kalbar juga menjadi rumah suku Melayu dan suku-suku lain. Termasuk etnis Tionghoa yang banyak menempati daerah Pontianak dan Singkawang. Terkait rumah adat Kalimantan Barat, ada lebih dari satu rumah adat di sana.

Rumah Panjang lazim diketahui sebagai rumah tradisional atau rumah adat Dayak. Rumah ini ada di setiap daerah tempat etnis Dayak berada, tidak terkecuali Kalbar. Namun, masing-masing suku Dayak unik dan memberi penyebutan berbeda terkait rumah adat mereka. Rumah Dayak di Kalbar disebut Rumah Radakng.

Artikel ini menyajikan penjelasan mengenai rumah adat di Kalimantan Barat. Selain Rumah Adat Radakng, terdapat juga arsitektur bangunan rumah Dayak lainnya, yakni Rumah Adat Baluk. Selebihnya, disertakan pula pembahasan singkat mengenai rumah tradisional adat Melayu yang terdapat di daerah Kalimantan Barat.

Rumah Tradisional Adat Kalimantan Barat

Rumah Adat Baluk Dayak Bidayuh

Rumah Adat Baluk Kalbar
credit: bappeda.bengkayangkab.go.id

Jauh berbeda bentuk dengan rumah Dayak pada umumnya, Rumah Baluk merupakan rumah adat Kalimantan Barat dari suku Dayak Bidayuh. Bentuknya bundar dengan diameter sekitar 10 meter. Dengan kayu penyangga sebanyak 20 tiang kayu, rumah ini memiliki ketinggian kurang lebih 12 meter dari permukaan tanah.

Ketinggian tersebut merupakan simbol dari kedudukan Kamang Triyuh yang wajib dihormati. Sebab, ini bukan tempat tinggal, namun tempat terselenggaranya nibakā€™ng, upacara ritual tahunan Dayak Bidayuh. Biasanya setiap 15 juni, setelah musim menuai padi untuk menghadapi musim penggarapan ladang berikutnya.

Rumah Radakng Kalimantan Barat

Rumah Adat Kalimantan Barat
credit: flickr/baka_neko_baka, CC BY 2.0

Radakng merupakan istilah dalam bahasa suku Dayak Kanayatn untuk menyebut Rumah Betang atau Rumah Panjang. Terdapat banyak rumah tradisional serupa di Kalbar. Salah satunya, dan yang menjadi rumah tinggal terpanjang berlokasi di Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Selain menjadi yang terpanjang dengan panjang sekitar 180 meter, rumah tersebut juga merupakan Rumah Radakng tertua. Sejak berdiri pada tahun 1875, hingga kini masih menjadi rumah tinggal sebagian masyarakat Dayak Kanayatn. Kurang lebih 35 kepala keluarga hidup satu atap secara komunal di rumah itu.

Dengan tinggi sekitar 4 meter, Rumah Radakng di Desa Saham terbagi menjadi 5 bagian. Kelima bagian tersebut adalah tangka (tangga), pante (teras), sami (serambi), bilik (ruang inti), dan jungkar (dapur). Rumah ini telah mengalami beberapa kali renovasi, awalnya semua material dasar rumah terbuat dari kayu.

Sementara itu, di Pontianak juga terdapat Rumah Radakng yang termegah dan terindah di Indonesia. Rumah yang menjadi landmark kota Pontianak setelah Tugu Khatulistiwa ini memiliki panjang 138 meter dan tinggi mencapai 7 meter. Lokasinya berada di Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru Pontianak, Kalimantan Barat.

Menempati Komplek Perkampungan Budaya, Rumah Radakng Pontianak diresmikan Gubernur Kalbar pada tahun 2013. Ruang utamanya mampu menampung hingga 600 orang. Ada dua tangga utama dari kayu besar dan panjang untuk memasukinya. Selain kayu, rumah ini juga banyak menggunakan material modern.

Secara simbolis, Rumah Adat Radakng Kalimantan Barat menggambarkan semangat kekeluargaan, persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan suku Dayak. Rumah Radakng yang berada di Kota Pontianak hadir sebagai upaya pelestarian adat istiadat. Pemanfaatannya lebih kepada kegiatan seni dan budaya.

Rumah Tradisional Melayu Kalbar

Rumah Tradisional Melayu Kalbar
credit: Zhilal Darma, CC BY-SA 4.0

Arsitektur rumah tradisional Indonesia banyak yang berjenis rumah panggung, termasuk rumah adat di Kalimantan Barat. Demikian juga dengan Rumah Melayu Kalbar, kurang lebih sama dengan rumah suku Melayu umumnya yang juga bertipe panggung. Desain seperti ini bermanfaat untuk mengantisipasi banjir.

Karena jenisnya rumah panggung, rumah adat Melayu juga memiliki tangga. Secara tradisi, rumah ini memiliki ruang tamu yang luas agar bisa menerima tamu dalam jumlah banyak. Memungkinkan acara makan bersama secara saprahan atau duduk berderet menghadap makanan yang terletak di atas kain panjang.

Tata ruang dalam arsitektur Melayu juga khas. Kamar utama khusus orang tua sehingga anak-anak tidak bebas memasukinya tanpa izin. Ruang keluarga yang berdampingan dengan kamar utama terpisah oleh kelambu dengan ruang tamu. Menandai bahwa tamu yang bukan keluarga tidak boleh masuk ruang keluarga.

Selain itu, memiliki pintu samping yang berfungsi sebagai akses keluar masuk kerabat dekat (khususnya perempuan) ketika bertamu. Pintu depan lebih diperuntukkan bagi tamu laki-laki. Rumah Melayu desainyya juga bertingkat-tingkat dengan lokasi dapur lebih rendah dan terpisah dengan bangunan utama.


Demikian sekilas tentang beberapa rumah tradisional adat di provinsi Kalimantan Barat. Jika Anda ingin mengetahui lebih perihal produk kebudayaan masyarakat Kalbar, silahkan membaca Tarian Khas Daerah Kalbar dan Baju Tradisional Kalbar. Untuk rumah adat lain di Kalimantan, baca juga Rumah Adat Kaltim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *