Candi Sewu Prambanan – Candi Buddha Terbesar Kedua Setelah Borobudur

Candi Sewu. Bagi traveler pecinta sejarah dan budaya, ada banyak candi Hindu-Buddha di Indonesia. Borobudur dan Prambanan, semua orang sudah tahu, keduanya masuk daftar Situs Warisan Dunia. Namun di sekitar dua monumen tersebut, masih ada banyak candi. Bahkan sebagian di antaranya diduga berusia lebih tua, Manjusrighra salah satunya.

Manjusrighra atau yang lebih dikenal dengan nama Candhi Sewu terletak sangat dekat dengan Candi Prambanan, sekitar delapan ratus meter di sebelah utaranya. Sama halnya dengan Prambanan, lokasi candi ini berada di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah. Secara administratif berlokasi di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Meskipun bercorak Buddha, keberadaan candi ini dikaitkan dengan Prambanan yang bercorak Hindu, khususnya merujuk pada legenda Loro Jonggrang yang menyertainya. Sebutan Candi Sewu pun berasal dari legenda tersebut. Baca; Legenda Candi Prambanan untuk mengetahuinya. Sebagai candi Buddha, candi ini merupakan yang terbesar kedua setelah Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Candi Sewu di Prambanan
sumber: @faridhazhar

Sejarah Candi Sewu Prambanan

Prasada Vajrasana Manjusrigrha” merupakan nama asli kompleks candi ini. Nama tersebut berdasarkan Prasasti Kelurak (782 M) dan Prasasti Manjusrigrha (792 M) yang ditemukan pada tahun 1960. Prasada berarti candi dan Vajrasana berarti tempat Wajra (halilintar atau intan) bertahta. Adapun Manjusri-grha bisa dimaknai sebagai rumah Manjusri, salah satu Boddhisatwa dalam ajaran Buddha.

Berdasarkan dua prasasti di atas, candi ini dibangun pada tahun 782 Masehi, bersamaan dengan dibangunnya Candi Kalasan. Kemudian diperluas tahun 792 Masehi. Dibangun pada akhir pemerintahan Rakai Panangkaran (746-784), salah satu raja termasyur dari kerajaan Mataram Kuno (Kerajaan Medang). Di periode inilah dimulai kegairahan membangun candi-candi Buddha di Dataran Prambanan.

Dilihat dari desain arsitektural, bangunan candi ini kemungkinan menginspirasi desain Candi Plaosan dan Candi Prambanan. Ada dugaan bahwa candi ini mengalami pemugaran di masa pemerintahan Rakai Pikatan dari dinasti Sanjaya penganut Hindu yang menikahi Pramodhawardhani dari dinasti Syailendra penganut Buddha. Ketika Sanjaya berkuasa, rakyatnya masih menganut agama Buddha.

Ada nuansa harmonis antara Hindu dan Buddha di masa itu. Selain Candi Sewu yang bercorak Buddha dan Candi Prambanan yang bercorak Hindu, banyak sekali candi-candi atau situs purbakala yang berjarak beberapa ratus meter saja di lembah Prambanan. Ini menunjukkan bahwa Prambanan dulunya merupakan kawasan penting dalam sektor keagamaan, politik dan kehidupan urban Jawa Kuno.

Nama Candi Sewu lebih populer ketimbang nama asli candi yang pernah mengalami kerusakan parah saat gempa tahun 2006 ini. Nama ini didasarkan pada legenda Loro Jonggrang yang menghubungkannya dengan Candi Prambanan dan Situs Ratu Boko. Padahal aslinya hanya berjumlah 249 candi. Candi utama berada di tengah yang di keempat sisinya dikelilingi oleh kuil mengapit dan candi tambahan.

Pada beberapa prasasti, dituliskan bahwa Candi Sewu ini dibangun sebagai Mandala raksasa, yang mana geometri bangunannya menggambarkan alam semesta. Di Mandala ini, Buddha Vairocana ditempatkan di tengah dengan dikelilingi oleh lima tathagata yang merupakan personifikasi dari kualitas Buddha. Lima tathagata di antaranya Akshobhya, Ratnasambhava, Amitabha, dan Amogasiddhi.

Legenda Candi Sewu di Prambanan
sumber: @rosarioger

Fasilitas dan Harga Tiket Masuk

Dalam hal wisata, situs purbakala Candi Sewu banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Salah satunya, karena berada di sekitar Candi Prambanan yang telah menjadi salah satu daya tarik utama wisata di Indonesia. Oleh karenanya, fasilitas wisatanya pun cukup memadai. Selain lahan parkirnya luas, ada kamar mandi, panggung hiburan, mushola dan ragam penginapan.

Sebenarnya tidak ada harga tiket masuk. Wisatawan biasa mengunjungi candi ini satu paket dengan Candi Prambanan. Tiket masuknya pun bergantung dengan bagaimana kita mengunjungi candi ini dari Prambanan. Memilih menyewa sepeda, mobil listrik atau lebih suka naik kereta wisata. Jika berminat bisa juga berjalan kaki, ada beberapa candi lain yang bisa dinikmati sebelum Candi Sewu.

KeteranganHarga
Sewa Sepeda Single± Rp. 10.000
Sewa Sepeda Double± Rp. 20.000
Sewa Mobil Listrik± Rp. 30.000
Naik Kereta Wisata± Rp. 20.000
Penginapan Terdekat Lihat Daftar
Note: harga tidak selalu akurat, bisa berubah sewaktu-waktu.
Sejarah Candi Sewu
sumber: @ikhsan_mutaqinn

Peta Lokasi & Rute Candi Sewu

Kompleks candi ini hanya berjarak 800 meter di sisi utara Candi Prambanan. Sehingga akses jalannya pun mudah, sekitar 40 menit berkendara dari pusat kota Yogyakarta. Tinggal ikuti saja alur yang mengarah ke Jl Raya Solo hingga Jl raya Yogyakarta-Prambanan. Ketika tiba di pertigaan, lanjut ke utara melewati Jl Taman Prambanan Kulon. Ikuti jalan itu sampai tiba di lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *