• sumber : www.indonesiakaya.com

Tari Ambarang, Tulungagung – Antara Tari Pentul, Jaranan & Barongan

posted in: Jawa, Jawa Timur, Seni dan Budaya, Tari | 0

Tari Ambarang. Selain tersebar ke beberapa daerah di Jawa Timur, jaranan juga melahirkan bentuk-bentuk kesenian baru yang idenya terinsipirasi oleh kesenian tersebut. Sebelum ini, telah dituliskan perihal seni Jaranan Sentherewe sebagai perkembangan dari Jaranan Pegon dan Jaranan Jawa. Selanjutnya, di kemudian hari lahirlah Tari Ambarang sebagai citarasa baru kesenian jaranan di Tulungagung, Jawa Timur.

Tari Ambarang adalah tari kreasi yang dikatakan lahir dari fenomena pengamen jaranan. Seperti diketahui, dalam pertunjukan seni jaranan sering kali terlihat para penari menjajahkan wadah kepada penonton untuk mendapat uang recehan. Kebiasaan tersebut kemudian menginspirasi Bimo Wijayanto, seorang maestro tari Jawatimuran untuk menciptakan tari kreasi baru yang diberi nama Ambarang.

Penyajian Tari Ambarang

Tarian ini dalam prakteknya mencoba menceritakan tentang pengamen jaranan di Tulungagung. Oleh karena Jaranan Sentherewe adalah seni jaranan yang sebelumnya paling diminati, tari ini pun melandaskan geraknya pada kesenian tersebut. Sehingga, Tari Ambarang cukup khas dengan gerakan yang dinamis, luwes, berenergi dan cenderung agresif seperti halnya sajian gerak pada Jaranan Sentherewe.

Selain itu, tarian ini juga dikombinasikan dengan sajian gerak tari tradisional Jawa Timur lainnya. Sebagai misal adalah gerak tari pentul sebagai tarian topeng khas Jawa Timur, sementara dilengkapi juga dengan gerak tari Barongan yang digambarkan dengan perang barong. Oleh karena menyajikan tiga varian tari dalam pertunjukannya, tata busananya dibagi menjadi tiga kelompok, penari Pentul, Jaranan dan Barongan.

Penari Pentul yang umumnya perempuan menggunakan kebaya berwarna cerah lengkap dengan selendang putih. Untuk beberapa keadaan, penari Pentul juga menggunakan instrumen pelengkap berupa topeng. Untuk penari barongan dan jaranan, kostumnya hampir sama. Sebagai pembeda adalah properti yang digunakannya, jaranan dilengkapi kula lumping, sementara barongan menggunakan topeng.

Jaranan Senterewe cukup melekat dalam penyajian Tari Ambarang, tidak terkecuali musik pengiringnya. Mengkombinasikan beberapa instrumen termasuk pelok salendro, perkusi, dan musik Reog Kendang Tulungagung yang dikolaborasikan dengan alat musik modern. Selain musik, iringan tari ini juga termasuk tembang-tembang Jawa yang biasanya dibawakan oleh sindhen perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *