• sumber : www.indonesiakaya.com

Tari Bajidor Kahot, Jawa Barat – Antara Tari Tekuk Tilu dan Jaipongan

posted in: Jawa Barat, Seni dan Budaya, Tari | 0

Tari Bajidor Kahot adalah satu dari sekian Tari Kreasi Baru dari Jawa Barat. Tari yang berasal dari Tanah Karawang ini memiliki dasar gerak yang memadukan gerakan Tari Tekuk Tilu dan Tari Jaipongan. Hanya saja pada tari ini tidak mengoptimalkan bahu dalam gerak tarinya seperti yang terlihat pada kedua tarian tersebut.

Gerakan Tari Bajidor Kahot lebih dinamis dengan mengoptimalkan gerakan pada pinggul, lengan, bahu, kepala dan tangan serta langkah-langkah kaki. Sehingga terciptalah sebuah gerakan tari yang lebih energik, seksi dan anggun. Bahkan tidak jarang para penarinya juga berpindah-pindah untuk menciptakan bentuk formasi yang menarik.

Tari Bajidor Kahot diperkirakan tercipta pada kisaran tahun 2000, berangkat dari tarian rakyat yang bertemakan pergaulan yang lebih menceritakan keceriaan para Mojang. Itulah mengapa tarian ini ditarikan oleh para penari remaja putri yang cantik jelita yang biasanya berjumlah empat hingga delapan orang.

Busana yang digunakan adalah kebaya khas tanah pasundan berwarna cerah yang didesain pas dengan bentuk tubuh sehingga terlihat lebih menawan. Penambahan beberapa aksesoris seperti selendang dan kipas juga semakin mempercantik pertunjukan tari ini.

Dalam Pertunjukannya, pada awalnya Tarian Bajidor Kahot dimainkan dengan durasi sekitar 13 menit. Hanya saja karena menyesuaikan dengan kebutuhan panggung dan waktu pertunjukan, durasi tarian bisa menjadi lebih singkat. Pertunjukan tari ini biasanya diringi oleh gendang khas tanah pasundan.

Meski tampil sebagai tari kreasi baru, Tari Bajidor Kahot menjadi salah satu seni pertunjukan Jawa Barat yang cukup populer. Sering ditampilkan pada acara-acara budaya nasional bahkan tidak jarang ditampilkan dalam beberapa acara di luar negeri.

Adapun di tahun 2015, melalui kelompok tari Bhinneka Indonesia, Tari Bajidor Kahot bersama dengan Tari Serampang Dua Belas telah memukau warga Estonia pada perayaan tahunan Faberge Ball di Kota Parnu, Estonia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *