• sumber : meandyouculture.blogspot.com

Tari Bambangan Cakil, Jawa Tengah – Tarian Klasik Gaya Surakarta

posted in: Jawa, Jawa Tengah, Seni dan Budaya, Tari | 0

Tari Bambangan Cakil adalah salah satu jenis tari klasik Jawa dan merupakan seni identitas Jawa Tengah yang lebih menekankan gaya tari Surakarta. Sebuah penggambaran penuh makna tentang peperangan antara kebaikan dan kebatilan. Ceritanya mengadopsi adegan Perang Kembang yang ada di pementasan Wayang Kulit yang biasanya terdapat di Pathet Sanga (Tengah-tengah).

Dalam pertunjukannya, Tari Bambangan Cakil menampilkan adegan yang sangat atraktif antara perseteruan seorang kesatria melawan raksasa. Tari ini secara jelas mengisyaratkan bahwa segala bentuk keangkaramurkaan pada akhirnya akan kalah dengan kebaikan.

Pada tarian ini tokoh kesatria ditarikan dengan ragam tari alusan sebagai citra seorang ksatria yang bersifat halus dan lemah lembut. Sebaliknya tokoh raksasa ditampilkan dengan ragam tari bapang untuk menekankan sifat kasar dan beringas. Tari Bambangan Cakil disajikan dengan diiringi oleh iringan gending Srepegan, Landrang Cluntang Sampak Laras Slendro.

Dikatakan juga bahwa Bambangan Cakil adalah petikan drama Wayang Orang yang diambil dari Epos Mahabarata yang ditampilkan dengan bentuk Tari Wireng. Karena menusung tema peperangan antara dua tokoh tanpa menggunakan Antawacana (dialog).

Adegan yang dimaksud adalah perang antara Kesatria Pandawa melawan Cakil yang mana peperangan diakhiri dengan tewasnya Cakil akibat tertusuk kerisnya sendiri. Cakil adalah tokoh antagonis yang selalu menjadi musuh bagi para ksatria. Adapun istilah Bambangan digunakan untuk menyebut keluarga para kesatria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *