• sumber : www.indonesiakaya.com

Tari Batik Pace, Pacitan – Keindahan Antara Batik Tulis & Buah Mengkudu

posted in: Jawa, Jawa Timur, Seni dan Budaya, Tari | 0

Tari Batik Pace. Melalui imajinasi seorang seniman, berbagai macam hal bisa dirupakan menjadi suatu karya seni yang indah. Apa saja, benda atau bahkan suatu kejadian ataupun selainnya bisa juga menginspirasi sang seniman untuk menciptakan karya seni, tidak terkecuali dalam seni tari.

Demikianlah kiranya asal-mula terciptanya tarian Batik Pace di Pacitan, Jawa Timur. Sosok pendiri Pacitan begitu melekat dalam ingatan masyarakatnya. Konon, kebiasaan beliau yang suka meminum sari buah pace saat berjuang menginspirasi lahirnya tarian ini. Buah itu juga diabadikan dalam batik khas Pacitan, yakni Batik Pace.

Seperti diketahui, Buah pace atau dikenal juga sebagai mengkudu merupakan buah yang banyak tumbuh di kawasan Pacitan. Beberapa sumber mengatakan bahwa asal nama Pacitan sendiri berasal dari Pace-wetan yang bisa berarti kekuatan dari timur karena salah satu khasiat buah ini adalah memberi kekuatan dan wetan berarti timur.


Bentuk & Penyajian Tari Batik Pace

Tari Batik Pace merupakan karya dari Anang, pendiri Sanggar Blarak Pacitan. Ia mendesain tarian kontemporer ini sedemikian indah untuk mengakomodasi sejarah buah pace disamping juga untuk memperkenalkan batik tulis Pacitan, Batik Pace. Melalui geraknya tersirat kegiatan membatik, seperti menuang lilin ke canting, mencelup, menjemur, hingga mengeringkan.

Tarian ini disajikan dengan melibatkan 5 penari wanita. Tiga diantaranya memperagakan gerak tangan dan kiri, ke atas dan kebawah secara bergantian, serta bergerak maju dan mundur. Satu penari memperagakan gerak seperti mencelupkan batik, sedangkan satu penari lain menari seolah mengeringkan kain batik yang telah selesai dibuat.

Kemudian, dengan menggunakan properti kain Batik Pace yang diletakkan di belakang pinggul, para penari bergerak memutar ke depan diikuti gerak tubuh menghadap ke penonton. Secara serentak, mereka menghadirkan gerak yang lincah dan berbaris sambil memegang batik yang melingkari tubuh, kaki mengayun ke kiri ke kanan.

Dalam penyajiannya, Tari Batik Pace sangat menarik dengan diiringi oleh kolaborasi musik perkusi dan slenthem. Dua orang sebagai penabuh dan dua lainnya memainkan slenthem. Perpaduan perkusi dan slenthem turut memperindah tarian ini melalui nada-nada yang dihasilkan serta membuat sajian tari menjadi terkesan atraktif.

  • 4
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *