• sumber : baltyra.com

Bedhaya Sabda Aji, Yogyakarta – Tarian Bedhaya Golek Menak Pertama

posted in: Jawa, Seni dan Budaya, Tari, Yogyakarta | 0

Bedhaya Sabda Aji. Setelah sukses menciptakan Tari Golek Menak pada era 40-an, Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) berharap karyanya terus dikembangkan. Untuk merealisasikan keinginan itu, salah satunya dibentuklah tim khusus pada tahun 1987 untuk menyempurnakan aspek gerak, cerita, dan busana tari.

Selanjutnya, tim yang terdiri dari enam lembaga seni tari dan karawitan Yogyakarta ini dipersilahkan mempertunjukkan hasil pengembangan tariannya. Hasil penyempurnaan Tari Golek Menak pertama kalinya dipentaskan pada tahun 1989 dengan mengambil cerita pernikahan Kelaswara dengan Wong Agung Jayengrana.

Titah Sultan HB IX tersebutlah yang dikemudian hari menginspirasi R. Ay. Sri Kadarjati Ywandjono untuk menciptakan varian baru. Terciptalah Tari Bedhaya Sabda Aji pada tahun 2007 yang dikatakan sebagai Bedaya Golek Menak yang pertama. Sri Kadarjati sendiri merupakan empu Tari Yogyakarta yang juga cucu dari Sultan HB VIII.

Tarian ini benar-benar merealisasikan titah sang sultan. Seperti diisyaratkan oleh namanya, “Sabda Aji” kurang lebih bermakna perintah raja atau titah raja. Dalam hal ini, raja yang dimaksud adalah Sultan HB IX yang menghendaki karya tarinya yang terinsipirasi dari pertunjukan Wayang Golek Menak itu dikembangkan.

Sejalan dengan pesan dan semangat akulturasi dan transformasi Keraton Yogyakarta, Sri Kadarjati mengolah sedemikian rupa karya tarinya. Bedaya Sabda Aji menjadi sangat unik karena memuat unsur kendangan Sunda dan silat Padang.

Ada harmonisasi gerakan patah-patah, kendangan yang rancak, serta ada unsur gerakan silat. Keunikan lainnya ada pada batak, salah satu penari yang berbusana berbeda. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan adanya tokoh dari Serat Menak.

  • 4
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *