• sumber : youtube.com/watch?v=rhN5oEDVCGg

Tari Belibis, Bali – Gambaran Keindahan Sekelompok Burung Belibis

posted in: Bali, Seni dan Budaya, Tari | 0

Tari Belibis adalah tari kreasi baru dari Bali yang masuk dalam kategori tari kelompok, karena melibatkan lebih dari tiga orang penari. Seni tari ini lahir ditahun 1984, koreografinya digarap oleh N.L.N Swasti Wijaya Bandem, sementara iringan musiknya diciptakan oleh I Nyoman Windha. Oleh karena lebih difungsikan sebagai hiburan, maka tari ini lebih menitikberatkan segi artistik, koreografi, serta disajikan dengan tema dan tujuan yang jelas.

Seperti diwakili oleh namanya, tari ini adalah sebuah penggambaran dari keindahan dan kecantikan sekelompok burung belibis yang sedang menikmati alam sekitar. Adapun temanya mengambil cerita Angklingdharma, mengenai kutukan terhadap raja Angklingdharma oleh istrinya yang sakti. Kisah yang ada dalam cerita Tantri tersebut, menyebutkan bahwa sang raja dikutuk menjadi seekor burung belibis.

Dikisahkan, raja Angklingdharma yang telah berubah menjadi burung belibis tersebut, kemudian mengembara dan bertemu sekelompok burung belibis lain. Merasa tertarik dengan suasana canda dan keriangan yang ada, ia pun berusaha bergabung agar diterima menjadi bagian dari kelompok tersebut.

Malangnya, oleh karena sang burung (Angklingdharma) mampu berbicara seperti manusia, burung-burung lain kemudian tahu bahwa ia adalah manusia yang dikutuk, sehingga mereka pun menolaknya. Selanjutnya, kawanan burung itu pun pergi dan meninggalkan sang raja dalam kesendirian.

Motif Gerak Tari Belibis

Sebagai bagian dari seni pertunjukan, gerakan dari sebuah seni tari adalah unsur yang paling dominan dan menjadi media utama untuk mengungkapkan apa yang ingin disajikan. Tari Belibis sendiri mengoleksi gerak tari yang cukup kaya yang melibatkan gerakan kepala dan leher, mata, tangan dan kaki.

  • Gerakan Kepala dan Leher : Sangat bervariasi. Ada gerak leher ke kanan dan ke kiri namun kepala dan pandangan mata tetap mengarah ke depan (ngileg). Ada gerak leher patah-patah ke kanan dan kiri, sementara arah kepala dan pandangan mata mengikutinya. Ada juga gerak pacak gulu gagah yakni gerakan kepala menunduk sejenak yang didahului pandangan mata lalu kepala tegak kembali.
  • Gerakan Mata : Gerak mata dilakukan tanpa menoleh, melirik seakan-akan melihat ujung alis (nyeledet).
  • Gerakan Tangan : Gerak tangan adalah salah satu kekhasan dari tari ini. Saat Ngagem kanan, tangan kanan ditinggikan hampir sejajar dengan kepala dan ditekuk sedikit yang mana jari-jarinya sampai pergelangan tangan ditekuk ke belakang. Sementara itu, tangan kiri hampir sejajar dengan pinggang dengan ditekuk sama seperti tangan kanan. Selain itu, ada juga gerak tangan lurus kebawah, agak miring sedikit ketika akan ngeseh.
  • Gerakan Kaki : Awalnya gerakan kaki cukup cepat dan menjinjit. Beberapa variasi gerak kaki termasuk gerak kali menyilang, gerak lompat dengan kaki ditekuk terlebih dahulu dan kaki kanan bersimpuh saat kaki kiri ditekuk sampai kaki sejajar dengan lutut.

Tata Busana Tari Belibis

Selain gerakan, busana adalah salah satu unsur penting dari sebuah kesenian tari yang berfungsi untuk memperkuat karakter, baik itu ekspreksi penari maupun pendukung lakon yang disajikan. Mengingat tari ini lebih menggambarkan kawanan burung belibis, busananya pun dirancang sedemikian rupa agar mewakili kesan burung tersebut.

Aksesoris kepala dipakaikan sebuah gelungan, ditelinga dipasangkan subeng, sementara leher diberi badong. Untuk aksesoris badan digunakan sebuah kain, sabuk dan selendang, tangan dihias dengan ampok-ampok pada pergelangan dan lengan atas. Selain itu, ada juga busana untuk pinggang sampai bagian bawah menggunakan kain songket.

Musik Pengiring Tari Belibis

Sebagaimana sebuah pertunjukan tari pada umumnya, Tari Belibis juga diperkaya oleh unsur bunyi. Iringan musik dalam tari ini cenderung mengikuti selaras dengan gerakan para penari yang lincah dan agresif. Terkadang halus, terkadang keras senada dengan tujuan untuk mempertegas ekspresi gerakan serta turut mengilustrasikan suasana.

Pada tarian Belibis, alat musik pengiring yang biasa digunakan meliputi Gangsa, Cengceng, Reog, Kempur, Penyahcah, Suling, Kendang, Gong, Jegogan dan Kajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *