Tari Bondoyudo – Tarian Gagah Keprajuritan Berpasangan Gaya Surakarta

Tari Bondoyudo. S. Ngaliman Condopangrawit merupakan salah satu koreografer tari berkebangsaan Indonesia yang memiliki banyak karya tari. Berkat prestasi dan pengabdiannya, sejumlah penghargaan pun diberikan kepadanya, baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara.

Jika sebelumnya telah dituliskan perihal Tari Retno Tinanding, artikel ini akan membahas Tari Bandayuda yang juga merupakan karya dari seniman tari asal Surakarta tersebut. Tarian ini dibuat tahun 1954 saat Ngaliman melakukan misi kesenian ke Republik Rakyat Cina (RRC).

Bondoyudo atau Bandayuda artinya “berperang“. Dinamakan seperti itu karena tari ini dijiwai oleh semangat berperang. Untuk diketahui, di masa itu bangsa Indonesia sedang berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Oleh karenanya setiap orang memiliki jiwa patriotisme yang tinggi.

Sesuai dengan ide terciptanya, Tari Bondoyudo termasuk kategori tari berpasangan putra yang mengusung tema keprajuritan. Dalam tari klasik gaya Surakarta, tarian putra memang lebih banyak mengacu pada beksan pethilan dan beksan wireng. Baca juga; Beksan Wireng Mangkunegaran.


Penyajian, Pengiring & Properti

Para penari Bondoyudo menari dengan membawa properti berupa pentung dan tameng. Pentung biasanya digenggam di tangan kanan dan tameng di tangan kiri. Sementara itu, ada beberapa bagian yang di dalamnya menggunakan tameng saja. Dalam hal ini, tameng dipegang di tangan kanan.

Pemakaian properti dalam tari jika diurutkan sebagai berikut; Maju beksan menggunakan pentung dan tameng dan bagian Beksan I menggunakan tameng saja. Selanjutnya secara berturut-turut, di bagian Perangan, Beksan II, serta Mundur Beksan digunakan pentung dan tameng.

Dalam penyajiannya, Tari Bondoyudo diiringi Ensambel Gamelan dengan gending dalam bentuk Lancaran irama I dan Landrang irama I. Lancaran irama I digunakan untuk mengiringi Maju Beksan, Peperangan, dan Mundur Beksan. Adapun Landrang irama I mengiringi Beksan I dan Beksan II.


Rias & Busana Tari Bondoyudo

Tata rias penari Bondoyudo adalah rias tari gagah yang salah satu cirinya menggunakan brengos (kumis buatan). Agar terkesan gagah, bentuk alis, garis mata, serta godheg dibuat lebih tebal dan tegas warna hitamnya. Selebihnya ada pemakaian pemerah pipi yang juga lebih berani.

Dalam hal tata busana, dalam Tari Bondoyudo digunakan irah-irahan kodhok bineset, sumping, kalung kace, simbar dhadha, slempang, sabuk bara dan ikat pinggang epek timang. Digunakan juga sampur, uncal, klat bau, kain motif parang besar, celana panji motif cindhe warna merah dan binggel.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *