Tari Gambir Anom Jawa Tengah – Ekspresi Cinta dalam Tari Gaya Surakarta

Tari Gambir Anom. Kesenian tari di Jawa terjaga kelestariannya hingga saat ini dalam lingkup budaya keraton-keraton Jawa. Selain di Yogyakarta, banyak juga tari tradisional yang berasal dari Surakarta Jawa Tengah. Beberapa di antaranya adalah Tari Bedhaya Ketawang, Beksan Wireng, dan Tari Serimpi Sangupati.

Contoh lain tarian daerah Jawa Tengah adalah Tari Gambir Anom yang sedikit banyak akan kita bahas dalam artikel ini. Meski tidak banyak penjelasan mengenai sejarahnya, terdapat satu sumber yang menyebutkan bahwa tarian ini merupakan salah satu karya dari S. Ngaliman, seorang maestro koreografi tari dari Surakarta.

Tari Gambiranom tergolong sebagai tari alus atau tari putra alus yang mengakar pada tari gaya Surakarta. Tari tradisional ini mengalami perkembangan cukup pesat pada era 1970 hingga 1990-an. Fungsinya lebih sebagai hiburan. Sering ditampilkan pada pesta perkawinan karena tarian ini bertemakan tentang percintaan.

Cerita dalam Tari Gambir Anom

Tari Gambiranom merupakan tari tunggal gaya Surakarta yang bercerita tentang kisah cinta Raden Gambiranom atau Bambang Irawan putra Raden Harjuna. Dalam hal ini, ia berusaha menaklukan hati sang Dewi Titisari hingga menjadi istrinya. Dalam tarian ini tergambarkan ekspresi senang, sedih, dan semangat karena cinta.

Kisah tersebut merujuk pada wiracarita Mahabarata lakon Bambang Irawan Rabi. Singkatnya, perkawinan Bambang Irawan dan Dewi Titisari terhalang pembatalan sepihak dari keluarga mempelai wanita. Pembatalan itu berdasar permintaan raja Mandura Prabu Baladewa, kakak dari ayah Dewi Titisari, yakni Prabu Kresna.

Permintaan tersebut berdasarkan desakan raja Hastina Prabu Duryudana yang ingin mengawinkan putranya. Bambang Irawan merasa dipermalukan. Cinta membuatnya kecewa, sedih, marah, sementara lamunan asmara terus bergejolak. !a pun berencana memperjuangkan cintanya. Ia memberontak kerajaan Rancangkencana.

Raja Gambiranom dibunuh dan Bambang Irawan memakai pakaian raja tersebut. Kemudian, bersama bala tentara kerajaan Rancangkencana, ia menyerang kerajaan Dwarawati dan menang serta mendapat gelar Raja Gambiranom. Atas kebijakan Prabu Kresna, Bambang Irawan atau Raja Gambiranom menikahi Dewi Titisari.

Ragam Gerak Tari Gambiranom

Secara koreografis, tarian ini terdiri atas maju beksan, beksan gambyongan, beksan kiprahan, beksan gandrungan, dan mundur beksan. Setiap adegan mewakili suasana sendiri. maju beksan (senang, semangat), gambyongan (ragu, hati-hati), kiprahan (gembira, semangat), gandrungan (kasmaran, sedih), dab mundur beksan (semangat).

  • Maju Beksansembahansabetanpenthangan kengser tawingan kanan kiri, sabetanlumaksanaombak banyu. Lalu, srisik kebyok sampur trap karna dengan pola lantai melingkar, gerak kebyar sampur kanan besut, dan tanjak kanan.
  • Beksan Gambyonganlumaksana kicatanulap-ulap tawingmandhe sampur. Lalu, pondhongan kebyak-kebyok sampur. Pola sekaran gerakannya lumaksana, lalu srisik dan ombak banyu.
  • Beksan Kiprahanbesutgebesanentrakanukel karna-ulap tawangentrakanngudhal rikmaentrakantimbanganentrakantumpang talientrakankebyak-kebyok sampurulap-ulap tawing. Dan gerak terakhirnya, pondhongan sampur.
  • Beksan Gandrunganjengkeng sendhakepbesut tanjakngancap kanan, kebat ngancap-sangga nampa dan pondhongan sampur.
  • Mundur Beksantanjak dan ulap-ulap tawingsabetansrisikjengkeng, dan sembahan.

Tata Busana dan Musik Pengiring

Seperti umumnya tarian tradisional Jawa, musik pengiring Tari Gambiranom adalah seperangkat alat musik Gamelan Jawa. Alunan gamelan pada setiap adegannya sangat khas dan umumnya menggunakan lancaran rena-rena dengan tekanan yang bervariasi bergantung suasana. Kadang keras dan dinamis, pelan atau sedang.

Dalam hal tata busana, penari Tari Gambir Anom memakai kostum Wayang Wong. Di kepala terdapat irah-irahan gelung keling dengan jamang lanyap, sepasang plim dan sumping. Pada bagian badan ada prabakalung kace dan ulurkelat bahugelangsabukkain lerengsampur, dan keris. Serta, sepasang gelang binggel di kaki.

Referensi:

  1. https://jurnal.isi-dps.ac.id/ind…
  2. gmbr: fb.com/EventSolo/posts…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *