• sumber : https://myimage.id/wp-content/uploads/2018/01/7_rsz-2.jpg

Tari Golek Pamularsih – Gambaran “Kemayu” Gadis Remaja

posted in: Jawa, Seni dan Budaya, Tari, Yogyakarta | 0

Tari Golek Pamularsih. Semenjak diciptakannya tari Golek pada tahun 1941 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX, seiring berjalannya waktu lahirlah beberapa jenis tarian sebagai bentuk keragaman tari tersebut. Beberapa diantaranya adalah Tari Golek Menak, Golek Kenyo Tinembe, Golek Ayun-ayun dan masih banyak lagi. Sementara itu, dalam artikel ini akan sedikit dibahas mengenai salah satu varian tari Golek lainnya, yakni Tari Golek Pamularsih sebagai buah karya dari Gusti Bendoro Raden Ayu Yudonegoro.

Tari Golek Pamularsih merupakan sebuah tarian yang menggambarkan tingkah laku gadis remaja yang sedang mekar-mekarnya. Masa-masa ketika seorang gadis gemar bersolek dan bergaya dengan kenes dan kemayunya. Layaknya seorang remaja putri yang sedang jatuh cinta, sehingga apapun yang dilakukan haruslah terlihat cantik dan manis demi mendapat perhatian dari lelaki pujaan hatinya. Oleh karena itu, sebisa mungkin para penari berdandan secantik-cantiknya (muryani busono).

Gerakan, Busana dan Iringan Tari Golek Pamularsih

Perihal gerakannya, struktur gerak Tari Golek Pamularsih terbagi menjadi tiga. Dimulai dengan maju gendang yang terdiri dari dua ragam gerakan, kapang-kapang dan samberan. Dalam tarian ini, gerakan dimulai dari samberan. Pada bagian tengahnya, diisi oleh gordo yang merupakan inti dari gerakan golek putri. Selanjutnya, sebagai bagian akhir ada gerak klono muryo busono dimana gerak penari lebih cenderung memperlihatkan kecantikannya kepada semua orang.

Dalam hal tata busana, penari menggunakan rompi golek dengan slepe yang menutupi sampur di bagian pinggang. Kain jarik yang digunakan bermotif kesit gordo yang dipakai dengan cara seretan (sebelah kanan diwiru, sebelah kiri polos). Selain itu, di bagian kepala penari dihiasi oleh lare, sumping, siyung, pelik, mentul dan ceplok cabean. Tari Golek Pamularsih berlangsung dengan diiringi dengan Gamelan Jawa memakai gendhing sesuai dengan nama tarian ini, yakni gendhing pamularsih.

Demikian sekilas informasi mengenai Tari Golek Pamularsih yang merupakan salah satu jenis tarian dalam Keraton Yogyakarta. Untuk mengenal lebih dekat keragaman tari yang ada di Yogyakarta, silahkan membaca artikel Daftar Tari Klasik Gaya Yogyakarta. Artikel ini lebih ditujukan sebagai pengenalan saja yang ditulis ulang berdasarkan apa yang tertulis pada referensi artikel yang bisa dilihat dibawah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *