• sumber : www.youtube.com/watch?v=F2_CDrCK470

Tari Laweut (Seudati Inong), Aceh – Tarian Seudati Oleh Penari Wanita

posted in: Aceh, Seni dan Budaya, Sumatera, Tari | 0

Tari Laweut adalah salah satu dari ragam tarian tradisional Aceh, tepatnya berasal dari Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Seiring perkembangan, selanjutnya tarian ini pun menyebar di seantero Aceh dan menjadi salah satu tarian populer bersama dengan Tari Saman dan Tari Seudati.

Disebutkan bahwa istilah Laweut berasal dari kata seulaweut (salawat) yakni istilah yang mewakili sebuah sanjungan kepada Nabi Muhammad SAW. Nama ini digunakan setelah ditetapkan pada Pekan Kebudayaan Aceh II (PKA II), karena pada mulanya tarian ini disebut dengan Akoon (Seudati Inong).

Jika memperhatikan nama awalnya, Seudati Inong, seolah mengisyaratkan bahwa tarian ini merupakan perkembangan dari Tari Seudati namun khusus ditarikan oleh perempuan (Inong). Mungkin saja itu benar, karena dilihat dari gerakan dan pola tarian, proses serta tehniknya, Tari Laweut benar-benar mirip dengan Tari Seudati.

Selain itu, kedua tarian ini pun sama-sama dibawakan oleh 8 penari dengan 1 syahi (penyanyi) yang sekaligus sebagai pemimpin tarian. Perbedaan keduanya lebih terlihat pada gerakan tepuk dada dalam Tari Seudati yang diarahkan menjadi gerak tepuk tangan dan paha pada Tari Laweut.

Tari Laweut sangat menarik dengan diringi oleh nyanyian seorang syahi yang kemudian disambut oleh semua penari. Tanpa ada musik pengiring, suara-suara lebih didominasi oleh panduan suara nyanyian dan suara tepukan. Nyanyian yang dilantunkan pun penuh makna sarat dengan pesan-pesan keimanan, kemasyarakatan, pembangunan dan lain sebagainya.

Umumnya, gerakan tari ini diawali dengan penari-penari dari arah kiri atas dan kanan atas dengan berjalan memasuki pentas dan langsung membuat komposisi berbanjar satu. Sebelum mulai menari, dengan memastikan posisi menghadap kepada penonton, para penari memberi salam hormat dengan mengangkat kedua belah tangan sebatas dada.

Seperti diketahui, salah satu kekhasan budaya Aceh terutama dalam tariannya sangat menonjolkan unsur agama Islam yang kental. Hal ini juga bisa ditemukan pada tarian Laweut, dimana syair-syair yang dilagukan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Seperti halnya tarian rakyat yang ada di Indonesia, saat ini Tari Laweut Aceh sering ditampilkan untuk mengisi kegiatan pesta rakyat, pesta perkawinan dan peringatan hari-hari besar lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *