• sumber : www.wacana.co

Tari Manuk Rawa, Bali – Kisah Tentang Canda Tawa Burung-Burung Rawa

posted in: Bali, Seni dan Budaya, Tari | 0

Tari Manuk Rawa. Sejauh ini, burung banyak menginspirasi lahirnya karya seni tari. Ada Tari Merak Jawa Barat, ada juga Tarian Kancet Lasan di Kalimantan Timur. Sementara itu, di Bali juga ada beberapa tarian yang terinspirasi dari kehidupan burung. Selain Tarian Belibis, Bali juga memiliki Tari Manukrawa.

Tari Manuk Rawa termasuk dalam kategori tari kelompok yang dibawakan oleh lima hingga tujuh penari perempuan. Sebuah tarian kreasi baru Bali yang mencoba menggambarkan kehidupan sekelompok burung (manuk) air (rawa). Hal ini seperti dikisahkan dalam cerita Wana Parwa dari Epos Mahabarata.

Sebagai tarian lepas, Tari Manukrawa tercipta tahun 1981 oleh I Wayan Dibia sebagai penata gerak dan I Wayang Beratha sebagai penata musik pengiring. Sebelumnya, tarian ini merupakan bagian dari sendratari Mahabharata “Bale Gala-Gala” yang turut memeriahkan Pesta Kesenian Bali pada tahun 1980.


Ragam Gerak Tari Manuk Rawa

Tari Manukrawa menyajikan harmoni gerak yang memadukan gerakan Tari Klasik Bali dengan gerakan Tari Jawa dan Sunda. Di bawakan penuh keceriaan, mengisahkan perilaku burung rawa yang bercanda ria sambil mencari makan.

Umumnya tarian ini ditarikan oleh anak-anak atau remaja putri dan difungsikan murni sebagai hiburan. Tarian ini lebih banyak menyajikan gerak dalam posisi jongkok dan berdiri. Lebih detail mengenai gerakannya, sebagai berikut :

Gerakan Kepala

  1. Kepala kipak kipek dari pojok atas, tengah dan bawah.
  2. Leher dan dagu digerakkan seperti lenggokan ular. Gerakan ini biasa disebut gerak ileg –ileg.
  3. Dagu ke depan dan belakang
  4. Kepala menunduk lalu dibawa keatas seperti menengadah

Gerakan Kaki

  1. Kaki menyilang
  2. Kaki posisi jongkok sambil loncat –loncat
  3. Kaki seperti kaki ayam lagi mengikih
  4. Kaki naik turun sambil jinjit

Gerakan Tangan

  1. Tangan dipiles lalu didorong kemudian ditekuk
  2. Salah satu tangan di atas kepala, tangan lainnya di samping pinggang
  3. Tangan setengah ditekuk berada di atas kepala, tangan lainnya diletakkan di depan dada sambil ditekuk
  4. Salah satu tangan ditekuk di depan dada, tangan lainnya diluruskan ke samping
  5. Kedua telapak tangan menghadap ke belakang diletakkan disamping pinggang namun tidak menyentuh pinggang. Gerakan ini dibarengi gerakan kepala ke depan dan belakang

Gerakan Badan

  1. Salah satu bahu dibawa ke atas, satunya lagi dibawa ke bawah dengan cara patah –patah.
  2. Ngeseh

Gerakan Mata

  1. Nyelier
  2. Nyeledet

Tata Busana Tari Manuk Rawa

  • Gelungan : berfungsi sebagai hiasan penari di kepala.
  • Bunga : berfungsi sebagai hiasan untuk memperindah si penari.
  • Badong : berfungsi sebagai penutup leher sampai dada.
  • Tegil : berfungsi untuk menututupi atasan penari (dada)
  • Kain Prada : Dalam busana Tarian Manuk Rawa kain prada dapat dibentuk :
    1. Seperti celana, berfungsi sebagai pakaian penari bagian bawah karena cara menari Tari Manukrawa lebih banyak melebarkan kaki.
    2. Seperti kampid prada, berfungsi sebagai sayap dari Tari Manuk Rawa.
    3. Berbentuk kamen, berfungsi sebagai hiasan atau menutupi bagian bawah tubuh.
  • Sabuk : berfungsi untuk memperkencang dari pakaian si penari agar tidak cepat lepas.
  • Ampok-ampok : berfungsi sebagai aksesoris dan penghias penari bagian perut.
  • 2
    Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *